Keheningan pada usia ‘Double Two’.. :D April 8, 2008
Posted by handokoluo in CUAP CUAP.Tags: Ultah
1 comment so far
Woo.. tgh mlm ini.. sangat sepi sekali..
hanya ada sohib peter ‘pap’ yg lgsg telp.. disusul oleh temen kos ‘didoy’ yg lg di kmr gw n ga sadar kl gw lg ultah at the time.. n di susul sms + telp dr doi.. sisanya adalah tere ‘teko’ .. n reni ’si calon dokter/ ibu teresa’..n then ada tina ‘02 paskib’.. feli ‘vlita’..
Ho2.. sooo silent .. sungguh sangat beda.. dibandingkan wkt tahun pertama sjk meninggalkan jkt tuk studi,wktu itu sampai 1,5 jam tuk urusi telp n sms.. he2.. seiring berjalannya waktu.. aku pun semakin cuek.. dan smua org pny kesibukannya msg2.. Sebab dan akibat yang terjadi secara kesinambungan..
Thx to ‘abang’ hideo n neng ‘fitri’ yg tlah mlm2 mau menemani ngobrol2 .. tq a lot 4 d present.. !
Indahnya keheningan ini..
thx tuk smua yg telah menyeriakan malam ini dengan sms dan telp kalian… it’s really meaningful..
Terima kasih Tuhan untuk waktu yang telah diberikan.. untuk sahabat2 yang akan menemani ku seumur hidup dengan saling percaya.. Euy.. twenty two euy.. makin tua.. msh bnyk impian yg harus diraih.. semangat !!
Thx.. Miss u all.. !
Jurnal Institusi Bidang Material yang Terbanyak Dikutip pada Tahun 1996 s/d 2006 March 1, 2008
Posted by handokoluo in Material Sciences.. ^^.add a comment
Hi All !!
Beberapa waktu lalu sy sempat browsing2 mengenai material science.. dan ternyata… eng ing eng.. terdapat daftar institusi2 yang jurnalnya paling sering dikutip.. Dikutip ini artinya adalah jurnal tersebut sering dipakai sebagai acuan bagi penulisan jurnal lainnya. Berarti jurnal tersebut juga berbobot isinya.. Pada tulisan ini akan dipaparkan institusi-institusi ( universitas, institut, perkumpulan, dsb ) yang menghasilkan jurnal- jurnal bidang material yang paling sering dikutip sedunia dalam kurun waktu 1996 sampai tahun 2006. Bisa sedikit diartikan juga bahwa dengan demikian institusi-institusi itu telah membuktikan kualitasnya dengan jurnal-jurnal yang dihasilkan sehingga dapat dipertimbangkan sebagai tempat untuk menempa ilmu ( S1, S2, S3 / undergraduate - graduate - doctoral ) di bidang material .. Enjoy .. ^^
Jurnal - jurnal dibidang ilmu material dikatagorikan berdasarkan bahan yang dikajinya, antara lain : 
Inilah tabel 20 institusi teratas. Penjelasannya diberikan dibawah tabel.
| The Most-Cited Institutions in Materials Science, 1996-2006 | ||||
| Rank | Institution | Papers | Citations | Citations Per Paper |
| 1 | CHINESE ACAD SCI |
9,355
|
34,015
|
3.64
|
| 2 | MAX PLANCK SOCIETY |
3,154
|
33,010
|
10.47
|
| 3 | TOHOKU UNIV |
4,887
|
28,031
|
5.74
|
| 4 | MIT |
1,611
|
22,171
|
13.76
|
| 5 | AIST |
3,800
|
20,410
|
5.37
|
| 6 | UNIV CALIF SANTA BARBARA |
959
|
18,920
|
19.73
|
| 7 | PENN STATE UNIV |
2,001
|
18,051
|
9.02
|
| 8 | UNIV CAMBRIDGE |
2,011
|
17,584
|
8.74
|
| 9 | OSAKA UNIV |
3,142
|
17,000
|
5.41
|
| 10 | KYOTO UNIV |
2,648
|
16,290
|
6.15
|
| 11 | UNIV CALIF BERKELEY |
1,353
|
16,150
|
11.94
|
| 12 | RUSSIAN ACAD SCI |
6,922
|
15,687
|
2.27
|
| 13 | CSIC |
2,953
|
15,621
|
5.29
|
| 14 | CNRS |
2,553
|
15,346
|
6.01
|
| 15 | NATL INST MAT SCI |
2,870
|
15,000
|
5.23
|
| 16 | UNIV TOKYO |
2,971
|
14,469
|
4.87
|
| 17 | TOKYO INST TECHNOL |
2,521
|
14,346
|
5.69
|
| 18 | HARVARD UNIV |
531
|
13,257
|
24.97
|
| 19 | UNIV TEXAS |
1,226
|
12,972
|
10.58
|
| 20 | NATL INST STAND & TECHNOL |
1,362
|
12,917
|
9.48
|
| Source and full citation details of all of these institutionscan be seen in Essential Science Indicator | ||||
1. Chinese Academy of Sciences ( China)
Jurnal >> nanocrystalline metals, super-hydrophobic surfaces, and trititanate nanotubes.
2. Germans Max Planck Society ( German )
Jurnal >> Nanoengineering of particle surfaces
3. Tohoku University ( Japan )
Jurnal >> High-strength,CU-based bulk glassy alloys in CU-ZR-TI and CU-HF-TI ternary systems
4. MIT - Massachusetts Institute of Technology - ( USA )
Jurnal >> materials for bone transplantation and the immobilization of high-level nuclear waste and plutonium
5. AIST - Advanced Industrial Science and Technology - ( Japan )
6. University of California, Santa Barbara ( USA )
7. Pennsylvania State University ( USA )
8. The University of Cambridge ( UK )
Jurnal >> Richard Friend on Conducting Polymers and John Robertson, “Diamond-like amorphous carbon”
9. Osaka University ( Japan )
10. Kyoto University ( Japan )
11. University of California, Berkeley ( USA )
12. The Russian Academy of Science ( Russia )
13. CSIC - Consejo Superior de Investigaciones Científicas - ( Spain )
14. CNSR - Centre National de la Recherche - ( France )
15. NIMS - National Institute of Material Science ( Japan )
16. University of Tokyo ( Japan )
17. TIT - Tokyo Institute of Technology - ( Japan )
18. Harvard University ( USA )
19. University of Texas ( USA )
20. National Institute of Standards & Technology ( USA )
Hohoh.. that’s all !! daftar 20 institusi ‘terbaik’ saat ini.. bagi yang minat belajar material science silahkan mempertimbangkan melanjutkan studi disana.. tentunya banyak kesempatan beasiswa yang bisa kita cari-cari.. he3.. sy sendiri saat ini ngincer NIMS, smoga bs dpt .. amien.. :p
Sumber : in-cites
Mengembalikan Kebahagiaan ke Dalam Hidup Kita February 10, 2008
Posted by handokoluo in Wisdom.add a comment
Tujuan Hidup
Mengembalikan Kebahagiaan
Kepada teman2 yg sekarang merasa tidak bahagia dibandingkan masa lalunya dulu.. semoga tulisan ini dapat membuatnya mendapatkan kebahagiaan yang telah hilang itu.. jelas tidak dalam bentuk yang sama, karena segala sesuatu selalu berubah.. akan tetapi ini adalah salah satu metode yang bisa kita gunakan untuk mengembalikan kebahagiaan yang telah hilang..
Kita semua tahu dan dapat melihat bagaimana sikap mental yang tenang, penyayang, yang positif, mendatangkan pengaruh yang menguntungkan pada kesehatan tubuh dan kesejahteraan kita. Kebalikannya, rasa frustasi, takut, kesal, dan marah dapat merusak kesehatan kita. Kita juga dapat melihat bahwa kesehatan emosi kita meningkat bila kita merasakan sayang. Untuk memahami ini, kita hanya perlu merenungkan apa yang kita rasakan ketika orang lain bersikap hangat dan sayang kepada kita. Atau, amati perasaan yang secara otomatis muncul ketika kita mengungkapkan rasa sayang kepada orang lain. Emosi-emosi lembut dan perilaku-perilaku positif yang menyertai perbuatan-perbuatan kita ini mengantar kita ke terwujudnya keluarga dan masyarakat yang lebih bahagia. Maka, sifat dasar kita seharusnya adalah pengasih.
Stopppp.. sudah tentu km akan bertanya : ” Ini semua terlalu idealis, liatlah dunia sekarang, penuh dengan konflik dan pertikaian. Ini semua hanya angan2 saja. Sifat dasar manusia adalah suka bertikai dan mementingkan diri sendiri. Itulah yang kita lihat bukan ? ” tapi, pernahkah km merenungkannya, terutama ketika mendapat rasa sayang atau mengungkapkan rasa sayang, dapatkah km bilang bahwa rasa nyaman itu ilusi belaka ?
Kita terlalu dijejali dengan pandangan-pandangan negatif disekitar kita.. bahwa setiap orang adalah makhluk yang egois. Ini hanyalah lingkaran setan yang dibentuk oleh mayoritas yang tidak memahami dirinya sendiri. Tidak heran bahwa ada saja orang yang mengikuti pandangan tersebut dan hasilnya dia menjadi pribadi egois yang kita lihat sehari-hari dan berujung pada kita juga akan menjadi sama dengan dia, karena kita meng’iya’kan perilaku orang-orang disekitar kita. Apa yang sebenarnya terjadi adalah karena kecerdasan kita berkembang dengan tidak seimbang serta kecerdasan yang disalahgunakan. Kecerdasan yang tidak diimbangi dengan perkembangan sifat pengasih dapat bersifat merusak dan mengantar kita ke bencana.
Kadang-kadang ketika kita bertemu dengan teman lama, segera kita akan menyadari betapa cepatnya waktu berlalu. Kita juga merenungkan apakah hari-hari kita yang sudah lewat sungguh sudah dimanfaatkan baik atau tidak. Kehadiran kita sehari-hari akan jauh lebih hidup bila disertai dengan harapan, walau tidak ada seorang pun yang bisa menjamin masa depan. Tidak ada jaminan bahwa besok pada waktu seperti sekarang kita masih berada disini. Akan tetapi kita masih bekerja untuk hari besok semata-mata karena harapan tadi. Sedapat mungkin berbuatlah sesuatu bagi orang lain, atau kalau belum sempat, setidaknya berhentilah merusak kebahagiaan mereka.
Jangan berpikir bahwa sy mengajak temen2 untuk menjadi pribadi yang lemah yang identik dengan sifat-sifat lembut. Bayangkan orang tua kita, yang sering kali tegas di luar tapi penuh dengan kelembutan, bahwa itu adalah dua hal yang berbeda. Setiap orang merindukan rasa kasih, entah disadari apa tidak. Perilaku agresif bisa muncul manakala rasa kasih ini tidak ada, yang sering dijadikan alasan pembelaan kita ketika kita berperilaku merusak. Dan semuanya itu tidak akan mengembalikan kebahagiaan, hanya membuat kebahagian tetap menjaga jaraknya terhadap kita.
– Niceone –
Melatih Pikiran agar Hidup Bahagia February 10, 2008
Posted by handokoluo in Wisdom.add a comment
TUJUAN HIDUP
Melatih Pikiran agar Hidup Bahagia
Tulisan kali ini memperdalam pemahaman tentang melatih pikiran.. sesuatu hal yang dapat dilakukan oleh setiap manusia yang mau berusaha.. =) Pikiran bisa dilatih gitu ??! Bisa dunkkzz.. !
– JALAN MENUJU KEBAHAGIAAN
Ketika mengatakan bahwa sikap mental seseorang merupakan faktor utama dalam pencapaian kebahagiaan, tentu saja kita tidak menyangkal bahwa kebutuhan-kebutuhan fisik dasar kita untuk mendapatkan pangan, sandang, dan papan tidak boleh diabaikan. Akan tetapi begitu kebutuhan-kebutuhan dasar tadi terpenuhi, pesan berikutnya jelas sekali kawan : ” Kita tidak membutuhkan uang lebih banyak, kita tidak membutuhkan sukses atau ketenaran yang lebih besar, kita tidak membutuhkan tubuh yang sempurna atau bahkan pasangan yang sempurna — sekarang, saat ini juga, kita mempunyai pikiran, yang merupakan alat terpenting untuk meraih kebahagiaan yang utuh. “
Tentu saja akan banyak orang yang berpendapat bahwa ini bisa saja suatu penjelasan yang dapat menurunkan minat kita untuk mendapatkan uang, meraih popularitas, tubuh yang paling baik, ataupun kesempatan berbahagia dengan pasangan yang paling sempurna menurut kita.. Tidak sama sekali.. Penjelasan diatas hanya berkomentar bahwa untuk meraih kebahagiaan yang utuh pada hakikatnya kita tidak butuh uang berlebih, popularitas, tubuh terbaik, dan pasangan sempurna, tetapi pikiranlah yang memegang peranan utama ! ( it’s different isn’t it ?.. )
Saat pikiran begitu mempengaruhi, maka kita akan selalu bertanya-tanya kembali, pikiran macam apa yang menghasilkan sesuatu yang baik atau yang buruk ?
Maka, langkah pertamanya adalah belajar. Mula-mula kita harus belajar tentang bagaimana emosi-emosi dan perilaku- perilaku negatif mendatangkan bahaya bagi kita dan bagaimana emosi-emosi positif bermanfaat. kita harus sadar efek buruh dari emosi-emosi negatif tidak hanya merugikan diri sendiri, tapi juga dapat merugikan orang lain, masyarakat, dan bahkan dunia, maka kesadaran kita akan hal ini dapat membantu kita membulatkan tekad untuk mengatasinya. Keadaan yang sama berlaku untuk emosi-emosi yang positif, kita menyadari efeknya dan dengan demikian membantu kita membulatkan tekad untuk mengembangkannya.
Misalnya.. kebencian, iri hati, amarah, dan sebagainya, semua berbahaya. Kita memandang sikap-sikap mental itu negatif karena merusak kebahagiaan mental kita.. begitu kita menyimpan perasaan benci atau sakit hati kepada seseorang, begitu kita membiarkan diri sendiri di kuasai oleh kebencian atau emosi-emosi negatif lain, maka di mata kita orang lain juga akan tampak sebagai musuh. Akibatnya kita menjadi semakin takut, semakin terhalang, semakin ragu, dan merasa tidak aman. Semua tadi berkembang, begitu pula rasa kesepian karena berada di tengah dunia yang kita anggap sebagai musuh. Semua perasaan negatif ini berkembang karena kebencian. Sebaliknya, sikap-sikap mental seperti ramah dan pengasih jelas sangat positif sekali.. Apabila kita mempertahankan sifat pengasih, penyayang, maka ada sesuatu yang secara otomatis membuka pintu hati kita. Melalui pintu itu, kita dapat berkomunikasi dengan jauh lebih mudah dengan orang lain. Dan perasaan hangat menciptakan keterbukaan. Kita akan menemukan bahwa semua orang lain pada hakikatnya sama dengan kita, maka kita akan bisa berhubungan dengan mereka secara lebih mudah. Itu akan memberi kita semangat persahabatan. Maka berkurang pula kebutuhan kita untuk menyembunyikan sesuatu, dan berkat itu, rasa takut, ragu, dan rasa tidak aman akan terhapus dengan sendirinya..
– DISIPLIN MENTAL
Dalam kegiatan apapun, tidak ada yang tidak dapat dibuat lebih mudah lewat pembiasaan dan pelatihan terus-menerus. Lewat pelatihan, kita dapat berubah, kita dapat mengubah diri sendiri. Melalui latihan yang berulang-ulang kita dapat mencapai ke suatu titik ketika suatu kejadian boleh terjadi tetapi efek-efek negatif pada pikiran kita tetap di permukaan, seperti gelombang yang berayun di permukaan laut tetapi tidak berakibat banyak pada bagian yang lebih dalam. Maka, kalau kita menerima kabar tragis, pada saat itu mungkin kita mengalami sedikit gangguan dalam pikiran kita, tetapi gangguan itu berlalu cepat sekali. Atau, kita mungkin merasa kesal dan mulai marah, tetapi sekali lagi kemarahan itu melesap cepat sekali. Tidak ada efek pada pikiran yang lebih dalam. Tidak ada kebencian, ini kita peroleh dari latihan yang bertahap.
– DISIPLIN ETIS
Banyak tokoh spiritual besar menyarankan kita agar melakukan perbuatan-perbuatan yang sehat dan menghindari godaan untuk melakukan perbuatan-perbuatan tidak sehat. Inilah yang disebut dengan disiplin etis. Dan kita tahu bahwa pikiran disiplin mengantar kita kepada kebahagiaan sedangkan pikiran tak disiplin menjurus kepada penderitaan. Perlu ditekankan, sebuah kelompok penjahat mungkin memerlukan disiplin agar perampokan mereka sukses, tetapi itu bukan disiplin yang bermanfaat.
Kita juga perlu memiliki kemampuan untuk menilai akibat-akibat jangka panjang dan jangka pendek dari seluruh perilaku kita dan menimbang keduanya. Sebagai contoh, dalam mengatasi amarah, walaupun hewan juga marah, mereka tidak mampu memahami bahwa marah itu merusak. Namun, pada manusia ada tingkatan yang berbeda karena kita memiliki semacam kesadaran diri yang memungkinkan kita merenungkan dan mengamati bahwa ketika kita marah, emosi itu tidak nyaman bagi kita. Oleh sebab itu, kita dapat membuat penilaian bahwa amarah bersifat merusak. Kita memerlukan kemampuan untuk membuat kesimpulan. Jadi masalahnya tidak sesederhana menaruh tangan di atas api, kemudian terbakar dan memutuskan untuk tidak berbuat hal yang serupa di masa mendatang. Semakin tinggi tingkat pendidikan dan pengetahuan kita tentang apa yang mengantar pada kebahagiaan dan penderitaan, makin efektif kita dalam menemukan kebahagiaan. Jadi, inilah sebabnya pendidikan dan pengetahuan sangatlah penting.. .. ^^
– I’m With You in Spirit ! –
– Niceone –
Sumber-sumber kebahagiaan February 10, 2008
Posted by handokoluo in Wisdom.add a comment
TUJUAN HIDUP
Sumber-sumber Kebahagiaan
Yu yukk.. nge post lagi yuukk.. pernah ga sih kepikiran tentang hal ini.. kemana saja sy hrs mencari kebahagiaan sih ? harta ? cinta ? ketenangan ? kenikmatan ? teman ? keluarga ? atau musuh , penderitaan, keramaian ?
Andaikata kita telah banyak mengetahui berbagai cerita, merasakan berbagai kondisi, mendapatkan banyak pengalaman.. kelak kita akan sadar bahwa ‘Kebahagiaan lebih ditentukan oleh situasi pikiran seseorang sendiri ketimbang oleh peristiwa-peristiwa luar.’
Sy rasa banyak org yg telah memahami prinsip ini, akan tetepi terkadang lupa menerapkannya dalam kehidupan mereka.. Contoh luar biasa banyak terdapat di rumah sakit, dimana banyak orang yang telah menerima bahwa jangka hidupnya telah diperkirakan dan mereka menjalani hari-harinya dengan penuh makna dan rasa bahagia, kendati peristiwa luar seperti penyakit tersebut sering kali membunuh kebahagian seseorang, namun kenyataannya tidaklah demikian.. Sebuah keberhasilan mungkin menimbulkan suatu perasaan melambung yang bersifat sementara, atau suatu tragedi bisa membawa kita ke suatu masa depresi, tetapi cepat atau lambat tingkat kebahagian menyeluruh kita cenderung pindah lagi ke garis batas tertentu. Inilah yang disebut dengan adaptasi. Friends, coba kita lihat berbagai pengalaman hidup kita.. (hayooo jujur… ) kita akan mendapatkan bahwa ketika ada ’sesuatu yang lebih’ seketika itu juga kita merasa senang atau bahagia luar biasa, namun setelah beberapa hari, minggu,
bulan, tahun berlalu kita pun merasa bahwa itu biasa-biasa saja dan tingkat kebahagiaan kita kembali lagi ke tingkat normal, ke batas tertentu yang kita miliki. ( Benar bukan ?? =P.. ) Sama halnya dengan suatu kejadian yang buruk, masa penyesuaian dibutuhkan dan setelah itu tingkat kebahagiaan kita kembali lagi ke tingkat tertentu yang kita miliki. (Lagi2 seperti itulah kenyataannya.. =P ) tidak peduli kondisi eksternal apapun yang berlaku, tingkat kebahagiaan kita selalu kembali ke batas pribadi, batas dasar kita setelah melalui masa adaptasi.
Makaaaa…. pertanyaannya kalau begitu adalah.. Dapatkah garis dasar kita diubah, ke tingkat yang lebih tinggi ?? ( think ’bout it..^^ )
Ya !! Selain warisan biologis yang menentukan garis dasar itu, setiap orang dapat meraih tingkat yang lebih tinggi seiring dengan meningkatnya pemahaman tentang kehidupan.. Semua ini terkait dengan ‘Persepsi kita terhadap situasi yang kita hadapi, dengan tingkat kepuasan kita terhadap yang kita miliki‘ Makaaaa.. seketika kita akan bertanya lagi… apakah yang membentuk persepsi dan tingkat kepuasan kita ?? sekarang pahamilah realitas kehidupan, bahwa ‘perasaan puas kita sangat dipengaruhi oleh kecenderungan untuk melakukan perbandingan !’ ( bukankah selalu demikian… ? )
PIKIRAN PEMBANDING
Semua orang tahu frasa ini : ” rumput tetangga selalu lebih hijau” ( hu3.. apalagi para cowok2, ‘tau banget’ ya prinsip macam ini.. =P ) , mengapa demikian.. !??
Sadarilah ketika kita secara sadar ataupun tanpa sadar selalu membandingkan kondisi kita dengan orang lain dan berakibat pada 2 hal, yaitu merasa iri dan sedih karena kondisi kita tidak lebih baik daripada orang tersebut atau merasa lega dan bahagia karena kondisi kita lebih baik daripada orang tersebut.. YUp, that’s it friends !! Dapatkah esensinya ?! Kitasemua pernah mengalami hal ini.. oleh karena itu kita bisa melakukan pemikiran yang sebaliknya.. Dengan kata lain, apabila kita selalu mengingat diri kita lebih baik dari orang lain, entah dari segi kesehatan, finansial, kecerdasan, emosional, keluarga, dsb… kita akan merasa bahagia ! 6 Milyar manusia di seluruh dunia ! Apakah kita adalah seseorang yang paling tidak beruntung dan paling menderita di muka bumi ?! Apakah kita di vonis mati, apakah kita tidak bisa berjalan, apakah kita tidak bisa melihat indahnya matahari senja, apakah kita tidak bisa membeli sesuatu pun sedikit saja, apakah kita tidak punya teman seorangpun, apakah tidak ada seorangpun yang sayang terhadap kita atau mengasihi kita, apakah kita merasa tersiksa setiap hari.. pikirkan tentang semua itu dan kelak kita akan lebih menaruh penghargaan kepada diri kita sendiri.. Dan sering kali semua ini telat kita sadari, atau kita yang mengelak untuk menyadarinya.. berkilah bahwa seharusnya ini, seharusnya itu, dan semakin membuat kita tambah putus asa dan frustasi ketika semuanya tidak kita dapatkan..
Kesimpulannya.. Sikap Mental Kita Menjadi Penentu Utama..
Secara umum, ada 4 faktor utama kebahagiaan, yaitu kekayaan, kepuasan duniawi, spiritualitas, dan pencerahan (Spt yg tlah diutarakan sebelumnya, sy jg tdk akan membahas tentang spiritualitas dan pencerahan). Akan tetapi, semuanya kembali ke sikap mental kita, apakah kita mengarahkan faktor-faktor itu secara positif atau tidak. Sebagai contoh, sampai bosan kita mendengar bahwa tidak semua orang kaya hidup berbahagia, dan memang benar kenyataannya demikian ! (contohnya basi tapi tetap kenyataan itu, hehehe… ) Tanpa sikap mental yang benar, semua itu hanyalah kebahagiaan semu, yang bersifat sementara..Contoh lagi, ketika kita menyimpan kebencian, pikiran itu bisa merusak kesehatan kita dan dengan kata lain merusak salah satu prasyarat kebahagiaan.. Sebaliknya demikian, jika kita tidak bahagia, tubuh yang bugar tidak ada artinya.. Semua emosi-emosi negatif sangat rentan sekali merusak kebahagiaan seseorang.. kemarahan yang luar biasa, cemoohan yang tidak terkendali, kesumat, akan seketika membuat hubungan kita dan orang lain menjadi renggang.. Maka, makin tinggi tingkat ketenangan kita, makin besar kedamaian yang kita rasakan, makin besar kemampuan kita untuk menikmati hidup yang bahagia dan menyenangkan.
KEPUASAN BATIN
Sekarang kita bahas tentang kepuasan batin, yang sangat dipengaruhi oleh hasrat. Hasrat yang positif dan negatif. Hasrat positif seperti ingin hidup bahagia, dunia yang tenang dan damai, harmonis dan banyak hal lainnya. Salah satu hasrat yang sering kita rasakan adalah hasrat untuk memiliki..
Contoh tegas terdapat dalam suatu supermarket atau mall.. ketika kita melihat banyak hal barang yang ingin kita miliki. Akan tetapi, apakah kita sungguh-sungguh membutuhkannya ?!?!
Apakah yang dimaksud berlebihan ? ketika kita sudah punya sepeda tapi menginginkan motor ? ketika kita sudah punya motor tapi menginginkan mobil ? ketika kita sudah punya mobil seadanya tapi menginginkan mobil yang sangat luar biasa ? lalu apakah itu semua dapat menyebabkan masalah ? hal ini sangat relatif sesuai dengan kondisi sekitar kita..adalah hal yang wajar di kota besar kalau kita memiliki mobil. Tetapi misalkan kita berasa di suatu desa di india dimana semua orang berjalan kaki, apakah hal ini kita butuhkan.. Kita berkelak dengan mengatakan, it’s ok bahwa tetangga kita akan menaruh iri pada kita, tapi kita akan mendapatkan kepuasaan.. Dan kita harus sadari bahwa kepuasaan tidak akan menentukan apakah hasrat itu positif atau negatif ! Orang yang ingin membunuh bisa saja puas, sama halnya dengan orang yang berzina dan mencuri. Batas antara hasrat atau perbuatan itu bersifat positif atau negatif bukan dilihat dari apakah itu memberi kita rasa puas, melainkan pada apakah hasil akhirnya positif atau negatif. dan semua hasrat ingin memiliki yang berlebihan juga sangat tidak baik sekali karena menjurus ke arah ketamakan. Ketika bicara tentang ketamakan, ada satu cirinya yang paling nyata, yaitu bahwa meskipun awalnya sama dengan hasrat lain untuk mendapatkan sesuatu, namun hasrat itu tidak terpuaskan setelah terpenuhi ! Satu-satunya obat untuk hal ini adalah rasa puas diri yang kuat..
KEBAHAGIAN vs KESENANGAN
Harus ditekankan bahwa kebahagiaan sejati lebih berhubungan dengan pikiran dan hati. Kebahagiaan yang bergantung terutama pada kesenangan fisik tidak mantap, suatu hari kebahagiaan itu kita rasakan, besoknya mungkin tidak.
Tentu saja, kebahagiaan dan kesenangan adalah dua hal yang berbeda. Namun, kita manusia sering pintar sekali merancukan keduanya. Setiap hari kita dihadapkan dengan sejumlah keputusan dan pilihan. Dan meski lewat coba-coba, kita sering tidak memilih yang kita ketahui sebagai “terbaik bagi kita.” Ini antara lain terkait dengan kenyataan bahwa “pilihan yang benar” sering sama dengan pilihan yang sulit dilakukan — Pilihan yang mengharuskan kita mengorbankan sebagian kesenangan kita. Alasan mengapa begitu sulit “bilang tidak” pada hal-hal kesenangan tersebut justru terletak pada kata “tidak”. Kata “tidak” terkait dengan penolakan, yang dalam hal ini dirasakan sebagai penolakan atau penyangkalan terhadap diri sendiri.
Dalam mengambil keputusan antara kebahagiaan dan kesenangan ini kita selalu dapat bertanya pada diri sendiri “apakah itu akan membuat saya berbahagia ? ” Maka pertanyaan itu akan selalu mengalihkan perhatian kita dari penyangkalan diri sendiri ( dengan masalah pada kata “tidak” tadi) ke pencarian yang kita selalu lakukan, kebahagiaan sejati, dimana bersifat kekal dan mantap. Kebahagiaan yang tetap ada tidak peduli hidup kita sedang di atas atau di bawah dan dalam fluktuasi suasana hati yang normal. Kebahagiaan merupakan bagian dari keberadaan kita. Rasa mendekati kebahagiaan ini dapat mendatangkan efek yang baik sekali, menjadikan kita lebih menerima, lebih terbuka, dan lebih menikmati hidup..
Fuh.. kelar juga tulisan kedua.. smoga tetap memberi inspirasi baru..
C ya di tulisan berikutnya ^^
– I’m With You In Spirit ! –
– Niceone –
– Bdg –
Dalam arsip di otak, hidup kita disimpan atau lenyap.. January 22, 2008
Posted by handokoluo in Uncategorized.3 comments
Berikut ini merupakan kisah2 mengenai bagaimana otak dapat bekerja dengan sangat baik dan juga dapat bermasalah. Hidup kita dipengaruhi oleh masa lalu yang telah terjadi, masa kini yang kita alami, dan masa depan yang kita renungi. Otak menyimpan dan memproses semuanya, tentang gerakan, tentang emosi, tentang sastra- kesantunan, segalanya ! Bayangkan apa yang terjadi bila otak kita tidak dapat bekerja, sungguhkah kita merasakan kehidupan ?
Kisah ekstrim mengenai kinerja otak ditunjukkan oleh 2 orang yang berada di Amerika. Seorang wanita 41 tahun berinisial ‘AJ’ dan seorang pria pensiunan 85 tahuan berinisial ‘EP’.
AJ adalah seorang asisten administrasi literatur medis di California. Dia mengingat hampir semua hari dalam kehidupannya sejak usia 11. EP seorang pensiunan pekerja laboratorium, dan dia hanya ingat pikiran terkininya. Perempuan itu mungkin memiliki ingatan terbaik di dunia, sedangkan pria tersebut bisa jadi memiliki ingatan terburuk.
Ingatan AJ mengalir seperti film, tanpa henti dan tidak terkendali. Dia ingat bahwa pada pukul 12.34 hari Minggu, 3 Agustus 1986, seorang pria muda yang ditaksirnya menelepon. Ia ingat apa yang terjadi di serial Murphy Brown pada 12 Desember 1988. Ia ingat bahwa pada 28 Maret 1992, ia makan siang dengan ayahnya di Hotel Beverly Hills. Ia ingat kejadian-kejadian di dunia dan perjalanan- perjalanan ke toko bahan pangan, cuaca, serta perasaan-perasaannya. Hampir setiap hari telah dilaluinya terekam dalam ingatannya. Sulit mengajukan pertanyaan tentang masa lalunya yang tidak dapat dijawabnya. AJ unik, ingatannya yang luar biasa bukan untuk fakta-fakta atau angka-angka, tetapi untuk kehidupannya sendiri. Memang ingatannya yang tidak habis-habis untuk detail-detail autobiografis belum pernah terjadi sebelumnya dan kurang sekali dipahami, sehingga James McGaugh, Elizabeth Parker, dan Larry Cahill, para ilmuwan saraf di University of California, Irvine, yang telah menelitinya selama tujuh tahun, harus menciptakan istilah medis baru untuk menjelaskan kondisinya : sindrom Hyperthymesti.
Berbeda dengan AJ, EP tingginya 1,8 meter, berambut putih dengan telinga panjang yang tidak lazim. Ia bersahabat, sangat ramah, banyak tertawa. Pada awalnya dia kelihatan seperti umumnya kakek yang periang dan bersahabat. Namun, 15 tahun yang lalu virus herpes kompleks menyebar dengan efek cepat, melemahkan jaringan otak, menggerogotinya seperti buah apel. Ketika virus mereda, dua gumpalan seukuran buah kenari dari isi otak dalam lobus temporal medial telah lenyap, dan menghancurkan sebagian besar ingatan EP. Hipokampus EP telah hancur dan tanpa itu, dia seperti kamera perekam video tanpa tape head yang bekerja. Ia melihat, tapi ia tidak merekam !
EP mengalami dua amnesia :
Anterogade >> Ia tidak dapat membentuk ingatan baru
Retrogade >> Ia tidak dapat mengingat kejadian lama, setidaknya sejak 1960.
Masa kecil EP, pengabdiannya di kapal dagang, perang dunia II, semuanya sangat jelas.
AJ dan EP adalah ekstrem - ekstrem pada spektrum ingatan manusia. Walau kita tidak menderita kemalangan yang ekstrem semacam itu dan memiliki ingatan yang berfungsi di antara ekstrem EP dan AJ, kita semua pernah mengalami masa dimana ingatan kita berfungsi sangat tinggi seperti pengalaman AJ dan ketika ingatan kita tampak putus asa terhadap tuntutan-tuntutan dunia seperti yang dialami EP. Jaringan kelabu seberat kira-kira 1,3 kg yang berada seimbang di puncak tulang belakang kita itu dapat menyimpan detail-detail paling biasa tentang pengalaman-pengalaman masa kecil selama seumur hidup, tetapi seringkali tidak dapat mengingat bahkan nomor telepon paling penting untuk hanya dua menit. Ingatan memang aneh seperti itu.
Apakah ingatan itu ? Definisi paling mutakhir yang dapat diberikan para ilmuwan saraf saat ini adalah : Ingatan adalah simpanan pola antara neuron-neuron di otak. Neuron-neuron itu ada sekitar 100 milyar ( 100 .10^9), masing-masing dapat membuat barangkali 5.000 atau 10.000 sambungan synaptic dengan neuron-neuron lain yang secara total menjadi sekitar lima ratus triliun ( 500 . 10^12 ) hingga seribu triliun ( 1000. 10^12) sinaps dalam otak rata-rata orang dewasa. Bila diperbandingka hanya ada sekitar 32 trilliun ( 32.10^12 ) byte informasi dalam keseluruhan koleksi tercetak di Library of Congress ( seperti Library dalam film National Treasure 2 tahun 2007, pemain Nicolas Cage ). Setiap sensasi yang kita ingat, setiap pikiran yang kita pikirkan, mengubah sambungan-sambungan di dalam jaringan amat besar itu. Sinaps diperkuat, diperlemah, atau membentuk yang baru. Substansi fisik kita berubah. Memang, selalu berubah, bahkan ketika kita tidur.
Kembali ke kisah EP, seorang koordinator riset di laboratorium Squire bernama Fransisco seringn mengunjungi EP untuk melakukan tes-tes kognitif. Meskipun Fransico telah berada di rumah EP kira-kira 200 kali, EP selalu menyambutnya sebagai seorang asing. Fransisco menanyakannya tentang berada di benua apakah Brazil, jumlah minggu dalam setahun, suhu air saat mendidih, semuanya itu hanya ingin membuktikan apa yang telah tes IQ buktikan : bahwa EP tidak dungu ! EP menjawab semua pertanyaan-pertanyaan dengan benar, dengan perasaan kebingungan yang kurang lebih sama dengan yang kita bayangkan manakala ada seorang asing masuk ke rumah kita, duduk di kursi rumah kita, dan sangat serius menanyakan apakah kita tahu titik didih air.
EP bahkan tidak ingat bahwa dia memiliki masalah ingatan. Informasi tentang dirinya ini seolah-olah untuk pertama kali dia ketahui setiap saat. Karena ia lupa bahwa ia selalu lupa, setiap pikiran yang hilang tampak seperti hanya kebetulan yang keliru - menjengkelkan dan tidak lebih - cara yang sama akan terjadi pada orang-orang yang tidak menderita kehilangan ingatan. Bahkan sejak sakitnya, ruang yang ada bagi EP hanya sejauh apa yang dapat dilihatnya. Wilayah sosialnya adalah hanya seluas orang-orang di dalam ruangan. Ia hidup dalam kerangka waktu yang terbatas saat ini.
Ada suatu kisah di pagi yang biasa, EP bangun, sarapan, dan kembali ke ranjang untuk mendengarkan radio. Saat kembali ke ranjang, tidak selalu jelas apakah dia baru saja makan pagi atau baru saja bangun. Seringkali ia akan makan pagi lagi dan kembali ke ranjang untuk mendengarkan radio lagi. Pada beberapa pagi, ia akan sarapan tiga kali. Ia berjalan-jalan seputar lingkungan tetangga sekitarnya, biasanya beberapa kali sebelum makan siang. Ia duduk di kebun. Ia membaca koran seperti orang yang baru saja keluar dari mesin waktu ! Who is Bush ?! What is Iraq ?! When Computer ?! Namun, pada saat EP sampai di akhir tajuk berita, dia biasanya lupa bagaimana mulanya.
Tanpa suatu ingatan, Ep telah sepenuhnya terjatuh keluar dari waktu Ia tidak memiliki aliran kesadaran, hanya tetesan kecil air yang segera menguap. Jika anda melepaskan jam tangannya, atau mengubah waktunya, ia akan benar-benar kebingunan. Terperangkap dalam kondisi ketidakjelasan dari masa kini yang abadi, antara masa lalu yang tidak dapat diingatnya dan masa depan yang tidak dapat direnungkannya. EP sungguh menjalani kehidupan yang menetap, sepenuhnya bebas dari kekhawatiran. Kata putrinya, Carol : ” Dia gembira sepanjang waktu. Sangat gembira. Saya kira ini karena dia tidak memiliki stres apapun dalam kehidupannya. ” Ketika ditanya berapa usia 81 tahun ini, EP akan menjawab: “Tunggu sebentar, 59 atau 60. Saya tidak dapat menjawabnya. Ingatan saya tidak sesempurna itu. ” Cukup baik, walau salah sekitar 1/5 abad. Begitulah EP.
EP merupakan manusia kedua yang mengalami masalah ingatan seperti ini. Dahulu ada seorang pria bernama HM , yang karena kesalahan operasi otak pada tahun 1953 telah menghisap sebagian besar bagian hipokampus, bersama banyak bagian dari sekitar lobus temporal medial. Hal inilah yang merampas ingatan HM. Namun, apa yang terjadi karena ketidaksengajaan pada HM telah terjadi secara alami karena virus herpes kompleks pada EP.
Kisah AJ lebih meyakinkan, AJ ingat ketika ia pertama kali menyadari bahwa ingatannya tidak sama dengan orang lain. AJ berada di kelas tujuh, belajar untuk ujian akhir. Ibunya membantu mengerjakan pekerjaan rumah AJ, tetapi pikiran AJ mengembara ke tempat lain. “Saya mulai berpikir tentang tahun sebelumnya, ketika saya duduk di kelas enam dan betapa saya mencintai kelas enam. Namun, kemudian saya mulai menyadari bahwa saya mengingat tanggal yang tepat, secara tepat apa yang sedang saya lakukan setahun silam pada masa itu. Awalnya AJ tidak berpikir banyak tentang hal itu. Namun, beberapa minggu kemudian, saat sedang bermain dengan seorang teman, ia ingat bahwa mereka juga pernah menghabiskan hari bersama sekitar satu tahun sebelumnya.
Setiap tahun menimbulkan perasaan tertentu dan setiap waktu di tahun itu menimbulkan perasaan yang tertentu pula. Musim semi 1981 terasa sangat berbeda dari musim dingin 1981, ” katanya. Ingatan yang dimiliki AJ, kesempurnaan ingatan, telah menjadi pertimbangan manusia setidaknya sejak abad kelima sebelum masehi dan diduga menjadi penemuan teknik yang dikenal sebagai “seni ingatan” oleh penyair Yunani Simonides dari Ceos. Untuk melengkapi ingatan dalam benaknya, AJ juga menyimpan koleksi ingatan eksternal. Sebagai tambahan terhadap buku harian rinci yang dia simpan sejak kanak-kanak, ia memiliki perpustakaan dengan hampir seribu kaset video yang direkam dari TV, satu koper penuh rekaman radio, dan “perpustakaan riset” terdiri dari 50 buku catatan diisi dengan fakta yang ia temukan di internet yang berkaitan dengan peristiwa-peristiwa dalam ingatannya. “Saya hanya ingin menyimpan ini semua, ” katanya.
AJ menelusuri asal-usul ingatannya yang tidak lazim hingga pada perpindahan dari New Jersey ke California yang dilakukan keluarganya ketika ia masih berusia delapan tahun. Kehidupan di New Jersey nyaman dan akrab, sementara California adalah asing dan aneh. Inilah pertama kalinya ia memahami bahwa menjadi dewasa dan berpindah tempat selalu melibatkan tindakan melupakan dan menyia-siakan masa lalu seseorang. ” Karena saya sangat membenci perubahan, sepertinya saya ingin mampu menangkap segala sesuatu. Karena saya tahu, tak satu pun yang akan tetap sama, ” katanya.
Mengingat segala sesuatu adalah sangat menyakitkan sekaligus menimbulkan kesepian bagi AJ. ” Saya mengingat hal baik yang sangat menguatkan. Tetapi saya mengingat hal buruk - dan setiap pilihan buruk, ” katanya. ” Saya terus bersikap keras terhadap diri saya tentang kesalahan masa lalu. Ada waktu dalam kehidupan ketika sebuah keputusan diperlukan, saat Anda harus membuat pilihan, tiba-tiba Anda mendapati diri Anda sepuluh tahun kemudian, dan saya masih menghukum diri saya dengan keras terhadap keputusan-keputusan yang telah saya ambil. Saya tidak memaafkan diri sendiri dalam banyak hal. Ingatan Anda adalah cara untuk melindungi Anda. Saya merasa ingatan tidak melindungi saya. Saya akan senang jika bisa menjadi orang biasa selama lima menit saja dan tidak memiliki semua ingatan ini dalam kepala. Kebanyakan orang menyebut apa yang saya miliki sebagai anugerah, ” kata AJ, ” namun saya menyebutnya sebagai beban. “
Sumber : National Geographic
Hak Untuk Hidup Bahagia December 14, 2007
Posted by handokoluo in Wisdom.Tags: Happiness, Wisdom
add a comment
Happiness I — Hak Untuk Hidup Bahagia
Dalam blog yang memuat tentang tulisan2 kehidupan ini, aku ga akan menyinggung2 tentang masalah kerohanian, biarlah itu secara pribadi masing2 orang yang mengatur dan aku akan memandang dalam konteks masyarakat yang luas pada umumnya..
1st — TUJUAN HIDUP
Hak Untuk Hidup Bahagia
Blog yang beda ini kuawali dgn tulisan yg berjudul Hak Untuk Hidup Bahagia (dan akan terus berlanjut tentunya ) , karena aku percaya setiap manusia yg ada bs dan memang merupakan haknya untuk mendapatkan kebahagiaan ! Tapiiii.. wait dulu saodara2.. ketika aku mengatakan memang hak setiap manusia, jangan berpikir ” ya memang benar ! karena itu aku berhak menuntut sana-sini kepada orang lain dan sekitar agar aku bahagia ! ” huhuhu…
definitely not like that friends.. we’ll find out why.. ! =)
Aku percaya bahwa salah satu tujuan utama hidup kita adalah mencari kebahagiaan. Itu jelas. Entah orang mempercayai agama atau tidak, entah orang menganut agama ini atau agama itu, kita semua mencari sesuatu yang lebih baik untuk kehidupan kita ( bukankah demikian !? ).
Sedangkan hari-hari kita dibatasi oleh waktu !! Tepat pada saat ini, entah berapa ribu bayi terlahir ke dunia, ada yang ditakdirkan hidup hanya beberapa hari atau beberapa minggu, kemudian secara tragis harus kalah oleh penyakit atau kemalangan lain. Yang lainnya ditakdirkan untuk bisa menyaksikan pergantian abad, dan menjalani hari-hari berikutnya.. mencicipi segala sesuatu yang dapat diberikan oleh hidup : kemenangan, keputusasaan, kegembiraan, kebencian, dan kasih sayang. Kita tidak akan pernah tahu. Akan tetapi entah kita hidup sehari atau seabad, pertanyaan pokok yang selalu ada adalah : Apakah tujuan hidup kita ? apa yang menjadikan hidup kita berarti ?
Salah satu tujuan keberadaan kita adalah mencari kebahagiaan. Ini sepertinya sesuatu yang biasa-biasa saja, dan para pemikir dari Aritoteles sampai William James semuanya sependapat soal gagasan ini. Akan tetapi, bukannya hidup ini didasarkan pada pencarian kebahagiaan pribadi dengan adanya sifat mementingkan diri sendiri dan mau menang sendiri ??? ( yeahh.. itulah fakta yang terjadi ! semuanya di dunia ini penuh dengan kemunafikan untuk diri sendiri, tapi buat apa kau mengikuti orang lain dan melanggar prinsip diri sendiri hanya karena alasan ini ? ) Akan tetapi, sesungguhnyalah, orang-orang yang tidak bahagialah yang cenderung paling mementingkan diri sendiri, menjauhkan diri dari pergaulan, selalu cemas, bahkan membenci orang lain. Sebaliknya orang-orang yang bahagia umumnya lebih mudah bergaul, luwes, kreatif serta jauh lebih mampu mengatasi kekesalan-kekesalan sehari-hari daripada mereka yang tidak bahagia. Dan yang paling penting, mereka ternyata lebih penyayang dan pemaaf dibanding orang-orang yang tidak bahagia.
Konsep tentang pencarian kebahagiaan ini sering kali tidak populer dan dianggap mustahil. Bahkan kata “happy” diturunkan dari kata Islandia “happ” yang berarti keberuntungan atau kemujuran. ( hu3.. jadi memang nasib tiap orang dalam mendapatkan kebahagiaan berbeda-bedakah ? think about it.. =P ) Dalam saat-saat kegembiraan yang dihadirkan oleh kehidupan, kebahagiaan terasa seperti sesuatu yang datang entah dari manadan tidak dapat diperkirakan. Bagi orang Barat, kebahagian bukan sesuatu yang dapat dikembangkan dan dipertahankan hanya dengan cara “training the mind” kendati hal sebaliknya dipercayai oleh orang Timur.
Dalam artian bahwa konteks ‘pikiran’ yang dimaksud bukanlah kecerdasan kognitif ( IQ ) karena maknanya lebih luas lagi yaitu dekat dengan kata ’spirit’ kata yang mencakup kecerdasan dan perasaan, hati dan pikiran. Secara umum, kita seharusnya dapat mengenali faktor-faktor yang membawa kebahagiaan dan faktor-faktor yang membawa penderitaan. ( Harusnya kita sudah merenungkan hal ini kalau kita sudah beranjak dewasa, hehehe… )
Dengan demikian, kita bisa melatih diri kita dan pikiran kita untuk menyuburkan faktor-faktor yang membawa kebahagiaan dan menghilangkan faktor-faktor yang membawa penderitaan. Dan itulah yang dimaksudkan hak untuk hidup bahagia !! setiap orang bisa melatih diri sendiri tanpa perlu berkeluh kesah tentang segala hal yang tidak berkenan di hatinya, segala perlakuan orang lain dan dunia kepada kita.. !
