Jadi cerita ini dimulai dari akhir tahun 2008. Waktu itu ada masalah komunikasi dan krisis kepercayaan dengan sahabat-sahabat dekat gw di Jakarta. Memang pada saat itu gw jadi terlalu sensitif, dan tanpa sadar kalau memiliki rasa kepercayaan akan persahabatan sebegitu tingginya.. Akibatnya apa ?! Mudah dikecewakan tentu !!
Yup.. setelah akhirnya gw marah ke sahabat gw sendiri karena dia menghilang begitu saja dengan alasan sibuk dengan pacar barunya.. plus ada lagi sahabat gw yang ga konsisten dan mulai ga bener hidupnya dengan alasan patah hati karena putus dengan pacarnya.. pertama gw mikir gw marah karena mereka dengan seenaknya begitu tanpa mikir perasaan orang lain.. mereka dengan enaknya mengumbar perkataan tidak akan melupakan sahabat manakala ada pasangan baru, tidak akan berbuat macem2 disaat lagi patah hati/stres berat.. tapi ternyata perkataan hanyalah perkataan.. tanpa konsistensi.. dan mungkin gw marah karena gw menaruh kepercayaan terhadap kata-kata mereka.. menaruh harapan yang tinggi dan akhirnya dikecewakan..
Akhirnya, nilai persahabatan yang kuat, yang dibangun diatas dasar kepercayaan satu sama lain, yang menjadi pilar kuat dihati gw selama ini, hancur begitu saja.. membuat gw luar biasa lelah secara jiwa dan raga.. sehingga sebuah sajak tercipta begitu saja sebagai note di facebook gw.. saat itu serasa gw hanya sanggup untuk terkulai dan beristirahat.. sebuah pukulan yang sangat keras dibatin gw..
Disaat gw mulai bertanya-tanya.. lohh, ngapain gw harus marah ya… ?! lalu ada suara batin yang menggema dengan begitu kerasnya.. seolah-olah ada yang menegur secara langsung..
“handoko.. buat apa kamu marah.. siapa yang kamu marahi.. apa yang kamu marahi.. mengapa kamu marah.. tidak ada gunanya kamu marah.. tidak ada yang perlu kamu marahi.. tidak ada alasan yang membuat kamu harus marah.. Semua yang ada di dunia ini hanya dititipkan kepadamu saja.. itu bukanlah milikmu.. itu hanyalah titipan padamu.. apapun itu, keluarga, teman dekat, kekasih, kenalan, harta, dan lain, semua itu hanya dititipkan kepadamu untuk sementara saja.. kalau kamu memilikinya sekarang, itu hanyalah karena kamu beruntung.. dan sadarilah semua itu bisa diambil darimu disuatu hari nanti.. Ya, semua yang kau punya bukanlah milikmu.. itu adalah milikNYA.. maka dari itu, hendaklah kamu jangan marah ketika semua itu diambil darimu.. ada pertemuan ada perpisahan.. hendaklah kamu kuat menghadapi semuanya ini.. bertanggungjawablah atas dirimu sendiri.. Jalanilah hidupmu.. “
Weeezzz !! suara batin itu bergema berulang-ulang.. tanpa gw sadari menyembuhkan luka batin gw dan memulihkan jiwa – raga yang terkuras secara perlahan-lahan.. Sekali lagi rasa ego gw ditundukkan.. sekali lagi gw disadarkan akan betapa beruntungnya gw selama ini.. Ya, saat ini gw masih memiliki keluarga, tapi akan ada waktunya saat keluarga gw diambil dan kembali padaNYA.. saat ini gw masih memiliki kekasih, tapi bisa jadi akan ada waktunya juga gw kehilangan hal itu.. tadinya gw memiliki kepercayaan akan persahabatan, dan sekarang hal itu sudah diambil dari gw.. Ya, gw hanya orang yang beruntung memiliki hal2 itu..dan itulah proses kehidupan.. ada pertemuan ada perpisahan..
Semua hal ini mengubah pandangan gw.. setiap orang punya kehidupan masing-masing.. disaat orang-orang terdekat gw satu-satu pergi meninggalkan gw, gw harus kuat berdiri sendiri dimanapun itu.. hati gw yg tadinya hangat akan nilai2 kepercayaan suatu sesuatu, apapun itu, sudah mati.. dan sekarang benar-benar merasa tidak terusik manakala orang-orang itu akan meninggalkan gw / mendekat ke gw.. apakah hal ini buruk ? apakah hal ini baik ? kau boleh mengatakan hal ini baik atau buruk, tapi sesungguhnya kita sendiri tidak tahu apa rencanaNya… tidak ada yang tahu masa depan.. hal ini baik atau buruk, tidak ada yang tahu.. hanya sang waktu yang bisa menjawabnya.. akupun menanti saat itu, saat aku mengetahui hal ini baik atau buruk bagi perkembangan pribadiku..
Lalu, sebuah kalimat bijak muncul seketika dari dalam batin..
‘Ketika kita mempunyai sesuatu artinya kita juga memiliki sesuatu yang bisa hilang.. ! Tidak ada yang abadi ! Jalanilah hidupmu dengan baik ! ‘
.. Terima kasih suara batin..
dan semoga pengalaman gw dapat berguna bagi orang2 yang membaca tulisan ini. Thx.
mmhh..
di dunia ini memang tiada yang abadi dok,, apa apa yang hidup pasti akan mati, apa yang memiliki mula pasti memiliki akhir, dan memang benar semuanya adalah titipan, semuanya bukan punya kita, kita hanya dititipi sama yang punya, kalo mau Dia ambil lagi, maka terserah Dia,,
artinya kalau kau ingin bergantung kepada sesuatu jangan kepada sesuatu yang non eternal, bergantung sekalian kepada Zat yang abadi, Maha Hidup, abadi, dan tidak akan pernah berakhir cintaNya kepada kita..
karena Dia mencintai kita, cinta tulus Sang Pencipta kepada makhluq ciptaannya, lebih dari cinta seorang ibu kepada anaknya.. Cinta abadi yang tidak akan mengecewakanmu…
cinta Tuhan pada Hambanya,,
PS: aku hampir yakin suara batin yang membisik di hatimu itu adalah manifestasi dari cintaNya kepadamu…
By: Kasyfi on January 12, 2009
at 11:36 pm
Yup Kasy. Sudah disadarkan dan karena ini pengalaman pribadi, mendengar suara batin yg begitu jelasnya dan langsung disaat itu, mungkin akan tetap teringat oleh gw..
Re PS : Wah.. bisa jadi tu Kasy.. who knows ?
By: handokoluo on January 13, 2009
at 6:02 am