Catatan Kecil ~ My 7 days of Tapa

Leave a comment

Wessss, tidak sadar ternyata sudah lama sekali saya tidak berbagi pengalaman melalui tulisan di catatan / note FB dalam bentuk ‘sharing santai’, mungkin ini saat yang pas dan semoga masih bisa menulis dengan lancar, hehe.. seperti biasa, sharing santai akan saya bawakan juga dalam gaya bahasa yang santai, silahkan dibaca pelan-pelan sambil menikmati hidangan ‘chicken soup for the soul’ nya yang masih hangat.. ^^

NB : it will take some time to finish the reading.. disarankan agar membaca dalam keadaan pikiran yang betul-betul rileks dan perlahan-lahan saja..

Background Story

Ceritanya hari Minggu 23-10-2016 lalu saya baru saja kembali dari menjalani pelatihan meditasi intensif selama 7 hari di sebuah tempat sejuk di kaki gunung pulau Bali, pelatihan ini disebut dengan TAPA BRATA.. Sedikit latar belakang kenapa saya berminat mengikuti pelatihan 7-hari ini, saat-saat terakhir waktu saya tinggal di kota Osaka negeri Sakura (akhir 2011) saya berminat mengikuti pelatihan serupa tapi tak sama selama 10 hari full yang ada di kota Kyoto, cuma waktu itu mungkin saja belum berjodoh karena email pendaftaran saya tidak diterima oleh panitia di Kyoto dan slot jadwal yang available tidak dapat saya ikuti karena sudah harus terbang kembali ke tanah air Indonesia for good.. akhirnya petapaan 10hari itu diikuti oleh kawan saya yang mungkin juga membaca note ini..😉

Setelah kembali ke tanah air, saya mengisi bulan demi bulan untuk memulai proyek ‘bisikan di pagi hari’ yang kelak menjadi usaha pertama saya hingga tulisan ini dituangkan.. Saat itu adalah transisi dimana saya harus kembali menyelami dunia manusia dengan segala interaksi sosialnya, setelah lama berkutat dengan ilmu alam dan batin yang mendalam.. sebelum memulai proyek usaha pertama saya, sejenak sempat saya mengikuti ajakan olah batin bersama rekan-rekan olahraga pernafasan / Prana selama beberapa hari ke Jawa Tengah di awal tahun 2012.. itu adalah kali terakhir saya menyempatkan diri secara khusus untuk pergi sendiri dan menerawang ke dalam diri sebelum terjun ke ilmu bumi dan medan tempur usaha..

Singkat cerita, setelah itu saya harus benar-benar memakai topi sebagai seorang entrepreneur pemula dan fokus mengamati serta belajar bagaimana caranya sebuah entitas usaha / bisnis bisa dirintis, dan bisa terus berkembang.. masa-masa ini adalah masa penyatuan dan masa penerapan dari semua konsep2 abstrak batin yang telah dipahami dengan mendalam, masa penerapan itu terhitung sejak awal tahun 2012 dan seterusnya hingga saat ini, dan berbagai kisahnya sempat saya tuliskan dalam beberapa note juga.. hingga akhirnya usaha ini berkembang dan bisa meluaskan sayapnya ke pulau dewata, pulau Bali di pertengahan tahun 2016..🙂

Di pulau dewata ini tentu saja atmosfir atau suasananya sangat berbeda dengan kota-kota besar lainnya, there’s art and spirituality in the air.. it’s in the air.. ^^ yup, pulau ini memang sengaja dipilih sebagai basis berikutnya karena memang faktor potensi lahir ~ batin yang dimilikinya.. Kemudian, suasana kondusif ini benar saja turut mengetuk pintu pikiran dan batin saya untuk kembali melakukan pendalaman personal, dan akhirnya membuat saya teringat kembali dengan pertapaan insentif seperti di Kyoto dahulu, dan setelah saya cari-cari ternyata ada ! walaupun hanya 7 hari saja.. Tidak apalah, pikir saya saat itu daripada terus penasaran sejak akhir tahun 2011.. sudah hampir 5 tahun berselang dan sepertinya cukup untuk mengobati rasa penasaran yang tertunda tempo dahulu, hehe..

Kemudian selagi saya menuliskan note ini serta paragraf ini, saya baru menyadari, jangan-jangan ini adalah salah satu cara ‘bisikan di pagi hari’ itu untuk meneruskan pendalaman saya di negeri Sakura dahulu yang saat itu untuk sementara waktu harus di pause untuk dilanjutkan bertahun-tahun kemudian di tanah air, di pulau Bali.. dilanjutkan dalam keadaan duniawi (survival matters) yang sudah lebih mendukung.. kalau memang benar demikian, sungguh indah aliran kehidupan itu ya buat yang menjalaninya.. ^_^

Sekilas TapaBrata

Oke, lanjut cerita, di Bali acara ini disebut dengan TapaBrata diorganisir oleh Bali Usada Meditation, bermeditasi intensif selama 7 hari di sebuah bangunan di kaki gunung. Jadwal hariannya kurang lebih seperti ini : 04.30 Bel Bangun Pagi

05.00 – 06.00 Meditasi Pagi [ 60 menit ]

06.00 – 06.20 Sarapan Buah

06.20 – 07.00 Olah Raga Kesadaran

07.00 – 08.00 Sarapan + Mandi

08.00 – 09.00 MEDITASI DENGAN TEKAD KUAT

09.00 – 10.00 Meditasi

10.00 – 11.00 Ceramah

11.00 – 12.00 Meditasi

12.00 – 14.00 Makan Siang + Istirahat

14.00 – 15.00 MEDITASI DENGAN TEKAD KUAT

15.00 – 16.00 Meditasi

16.00 – 17.00 Meditasi

17.00 – 18.15 Snack + Mandi

18.15 – 19.15 MEDITASI DENGAN TEKAD KUAT

19.15 – 20.15 Ceramah

20.15 – 21.15 Meditasi

21.15 Istirahat

Banyak sekali ya meditasinya ? Iya, hehe.. Ditekankan juga bawah tujuan teknik meditasi yang kali ini adalah agar seluruh komponen badan dapat berfungsi baik, pikiran harmonis menjadi lebih tajam, serta penyembuhan penyakit yang muncul di badan dan memori terjadi.. Kondisi yang keras di jaman modern ini, ketegangan, kesibukan sehari-hari, keinginan untuk maju mencapai prestasi maupun kekayaan dapat memberikan pengaruh yang buruk bagi kesehatan tubuh dan pikiran. Makanan dan minuman yang mengandung zat kimia, udara yang terpolusi, temperatur yang cepat berubah juga memperburuk kesehatan. Semua ini tanpa kita sadari akan dapat menyebabkan sakit dan ketidakseimbangan..

Oh ya buat yang penasaran kegiatan meditasi itu apa ya ? aktifitas ini tidak berhubungan dengan aliran kepercayaan atau agama tertentu jadi bisa dilakukan oleh siapapun dan kapanpun.. setiap agama keyakinan memiliki bentuk tapa masing-masing yang bertujuan serupa.. Jika bicara bermeditasi, mungkin sebagai gambarannya seperti gambar di bawah ini, duduk manis tenang diam konsentrasi..

 

Tentu saja realita yang saya alami ruangan meditasi tidak sedramatis ilustrasi foto diatas dan begitu pula saya tidak sekeren model tersebut.. *peace* jadi ya hanya untuk ilustrasi saja.. Nah, kalau menurut jadwal harian tersebut, agenda utamanya adalah duduk manis bermeditasi setiap hari, dari bangun jam 04.30 dini hari hingga beristirahat jam 21.15 malam.. oh ya bagian Meditasi Tekad Kuat adalah bagian meditasi dimana peserta tapa tidak boleh menggerakkan tangan dan kaki, jadi benar-benar diam duduk manis.. Aturan lainnya adalah makanan vegetarian (2x sehari), no talk, no write, no read, no smoking, no digital device selama seminggu dengan tujuan memaksimalkan meditasi dan tenangnya pikiran.. emm.. walau sederhana namun terkesan sulit ya.. ?! Iya sebetulnya sangat mudah karena seharian hanya duduk manis dan diam, tetapi bagi yang belum siap / tidak cocok lebih baik jangan dipaksakan, cukup dibayangkan saja kan tidak sulit ya..😉 Ketika latihan berakhir para peserta diharapkan akan mendapatkan 3 hal yaitu: kesadaran positif bertambah kuat, badan sehat, dan reaksi buruk yang mengikuti memori akan berkurang..

Dalam Wikipedia disebutkan mengenai TapaBrata ini : Dalam kesusateraan kuno orang kuno, konsep tapa dan tapabrata diambil langsung dari konsep Hindu, yaitu tapas, yang berasal dari buku-buku Weda. Selama berabad-abad para pertapa dianggap sebagai orang keramat, dan anggapan bahwa dengan menjalankan kehidupan yang ketat dengan disiplin tinggi, serta mampu menahan hawa nafsu, orang dapat mencapai tujuan-tujuan yang sangat penting

Metode Meditasi Tapa Brata ini telah menunjukkan hasil yang menggembirakan pada mereka yang menderita penyakit kronis seperti: penyakit yang disebabkan oleh virus; herpes, hepatitis, penyakit keturunan, kanker, tumor, gangguan reproduksi, kencing manis, darah tinggi, kolestrol, tidak mempunyai keturunan dan lain-lain serta menghilangkan reaksi buruk yang ada di memori seperti : gelisah, marah, benci, cemas, kecanduan, kemelekatan, trauma dan lain sebagainya.

 

Sebelum memulai Tapa

Pada siang hari H-1, para peserta termasuk saya berkumpul di tempat yang telah disepakati dan kami berangkat ke lokasi di kaki gunung.. Saat itu saya mengamati total peserta kali ini adalah 34 orang, dengan komposisi 60% wanita dan 40% pria, dan beragam rentang usia 22 tahun – 66 tahun, dari berbagai kota di Indonesia (Sumatera, Jabodetabek, Solo, Jogja, Surabaya, Malang, Sulawesi), dan dari berbagai keyakinan agama… yang cukup unik bagi saya adalah juga adanya beberapa ibu-ibu berhijab non-WNI yang sengaja terbang dari Malaysia dan Singapura untuk mengikuti meditasi ini.. dalam perjalanan bersama ke lokasi, seperti biasa dengan penasaran saya bertanya kepada ibu-ibu berhijab tersebut bagaimana ceritanya mereka bisa berminat mengikuti kegiatan ini, dan mereka sebagian besar menjawab memang mereka sudah rutin mencari kegiatan-kegiatan seperti ini untuk diikuti, mereka bahkan telah ke India, ke Myanmar, Thailand, dan akhirnya ke Indonesia, Bali.. Dari rentang usia, ibu-ibu ini berkata bahwa mereka berusia 40-60 tahun, dan saat melihat penampilan saya mereka balik bertanya kepada saya “berapa usia kamu nak..? kok masih muda sudah menjalani jalan seperti ini..”.. emmm… iya bu…^^’

Anyway, saya bertanya apakah ini tidak akan menghalangi ritual sholat 5-waktu mereka dan mereka jawab bahwa hal ini tidak akan menganggu karena tetap bisa dilakukan disela-sela istirahat.. jadi untuk para sahabat yang juga penasaran, itulah jawaban yang disampaikan mereka dengan tenang dan tersenyum.. =)

Rombongan kami tiba di tempat lokasi pada sore hari, sembari menunggu pengarahan saya sempat berkenalan sejenak dengan para peserta lainnya, yang termuda adalah wanita usia 22 tahun yang baru saja lulus S1 Fakultas Hukum, dan yang paling senior adalah bapak pensiunan guru SD berusia 66 tahun.. tidak lama setelahnya, seluruh peserta berkumpul untuk diberikan briefing, perkenalan dengan denah bangunan (ruang meditasi – kamar tidur – meja makan – toilet – dsb), aturan harian no talk-no write-no read-no smoking-no digital device, perkenalan singkat tentang meditasi dan juga dengan para instruktur.. 1 kamar tidur rata-rata terdiri dari 3-4 orang, dengan peserta pria dan perempuan tentu saja di kamar yang terpisah.. setelah itu para peserta diberikan waktu untuk istirahat yang cukup agar siap bangun dini hari berikutnya.. dini hari jam 04.30 akan ada lonceng kecil didentangkan 3x untuk membangunkan seluruh peserta.. bagaimana perasaan saya waktu malam H-1 ? tantangan terberat tentu saja harap-harap cemas bisa menidurkan diri, kemudian bangun pagi tepat waktu.. karena saya sudah bertahun-tahun tidak pernah sengaja melakukan rutinitas tidur awal ~ bangun dini hari.. biasa saya aktif malam hari ~ terlelap pagi hari, namun saat ini harus bertekad menjalani siklus kebalikannya.. tetapi walaupun harap-harap cemas tentu saja tetap optimis bisa melakukannya..^^’

Realita hari H-1 hingga H-3

Syukurlah ternyata saya sanggup merubah siklus tidur dan tidak pernah terlambat bangun dini hari.. Hari pertama H-1 dini hari saya dan sebagian para peserta masih belum terlalu paham bagaimana praktik bermeditasi yang baik, namun meditasi tetap dilakukan dengan tenang.. banyak yang juga merasakan sakit serta kesemutan di kaki karena posisi duduk yang salah dan postur badan yang belum terlatih, termasuk saya..

Untuk sarapan buah, ada 5 jenis potongan buah yang dihidangkan setiap hari, berwarna warni dari kuning-orange-merah-putih-hingga ungu, yaitu : Pisang-Pepaya-Semangka-Pir-Buah Naga, disajikan dengan mangkok kecil-sendok-dan madu sebagai pemanis.. Untuk sarapan vegetarian terdiri dari nasi merah, dipadukan sayur-sayuran seperti sapo tahu, cap cay, jamur, kerupuk beras, dan sebagainya..

Untuk ceramah meditasinya, dijelaskan berbagai hal dari awal. Posisi duduk adalah bersila senyamannya, bisa seperti gambar foto ilustrasi meditasi yang diatas atau bawah, punggung tegak agar membantu aliran energi tubuh, lidah dilangit-langit mulut agar bernafas tetap melalui hidung dan membantu menyambungkan energi ke kepala, tangan diletakkan di pangkuan kaki dengan telapak tangan bertumpuk, telapak tangan kiri dibawah, telapak tangan kanan diatas, dan ibu jari dipertemukan / disentuhkan agar menyambung energi tubuh bagian kiri dan kanan, pejamkan mata, dan rilekskan seluruh bagian tubuh, pejamkan mata, dan mulai bernafas secara alami tanpa ditarik (hisap) ataupun didorong (hembus).. Setelah secara fisik sudah siap, maka secara mental / pikiran serta emosi mulai bisa disiapkan, dimulai dengan menyiapkan pikiran yang positif bahwa meditasi ini adalah untuk berlatih pikiran harmonis, menyehatkan badan, dan melepaskan reaksi buruk dari memori, lalu dilanjutkan dengan berdoa sesuai kepercayaan masing-masing, lalu dari dalam dada / jantung rasakan perasaan cinta kasih dan rasakan cinta kasih ini meluas seluas-luasnya melingkupi badan sendiri – ruangan meditasi – bumi dan alam semesta seluas-luasnya.. dan meditasi bisa dimulai seperti model berikut..🙂

sit and be happy

 

Ditekankan juga bahwa tapabrata meditasi ini adalah meditasi kesehatan yang dilakukan dalam keadaan tubuh rileks, sehingga tidak perlu menghisap ataupun menghembuskan nafas secara aktif, biarkan sistem bawah sadar yang melakukan nafas masuk-keluar sebagaimana seperti biasanya ketika kita ingin berbaring tidur pada malam hari, hanya saja kita sadari dengan kelembutan hati bahwa nafas kita masuk-keluar apa adanya.. jadi fokus ada pada nafas masuk-keluar secara alami di hidung dan lembut tetapi dengan pikiran sadar (tidak melamun), bagaikan memperhatikan pasang-surut gelombang air laut yang selalu datang silih berganti di badan kita, tidak memikirkan masa depan dan memikirkan yang sudah berlalu, be here and at present.. dan yang terpenting adalah tetap mempertahankan kelembutan hati dan cinta kasih di pikiran ketika kita melamun dan kembali melanjutkan konsentrasi alami di nafas tanpa ada rasa negatif (rasa sebal, menghukum diri, marah dsb), lupakan kesalahan melamun tersebut dan lanjutkan berfokus nafas dengan cinta kasih dan kelembutan hati.. ketika kita awal-awal lakukan latihan ini maka 15 menit – 30 menit bisa saja berlalu.. akhiri dengan ucapan dalam hati ‘semoga semua hidup berbahagia’ 3x yang bertujuan menguatkan kelembutan hati dan cinta kasih..

Lalu di akhir hari H-2 dan H-3 diberitahukan bahwa pada umumnya banyak reaksi bawah sadar yang muncul sebagai rasa sakit yang muncul di sekujur tubuh atau memori tidak menyenangkan yang muncul di pikiran. Apabila banyak menyimpan ketidakseimbangan dibawah sadar maka di 3 hari pertama ini reaksi buruk (rasa sakit dan memori buruk) akan muncul dan peserta meditasi tetap diharapkan untuk menyadarinya dengan penuh cinta kasih..

Kemudian di setiap harinya, selain berisi ceramah tentang meditasi juga ada beberapa ceramah pemahaman tentang kesehatan manusia, diantaranya adalah tentang susunan energi yang membentuk tubuh manusia, susunan tubuh manusia seutuhnya, pintu pikiran yang dapat mempengaruhi tubuh manusia.. saya akan coba mengingat dan menuliskan ulang ulasannya secara garis besar, semoga tepat dan bermanfaat..

 

* Susunan Energi yang Membentuk Tubuh Manusia

Dalam penjelasan meditasi ini, dijelaskan bahwa tubuh manusia dari bayi hingga dewasa disusun atas beberapa sumber energi, yaitu :

1. Genetik — bahwa setiap individu mendapatkan energi awal / energi bawaan asal dari peleburan sel ovum dan sel sperma kedua orang tua, energi awal ini bersifat unik dan berbeda-beda, dan akan mempengaruhi kekuatan fisik serta perkembangan pikiran individu yang bersangkutan. Energi genetik ini hanya bersifat potensi, dan sayangnya banyak disia-siakan oleh individu ybs dengan cara hidup yang tidak baik dan menguras energi genetik yang telah dimiliki..

2. Makanan — kalau hal ini sudah jelas, dalam sehari rata-rata manusia saat ini makan total sekitar 1.5kg bahan makanan, minum sekitar 2kg air, dan membutuhkan 13,5 kg udara untuk mendukung semua metabolisme sel-sel tubuh..

3. Suhu / Temperatur — hal ini mungkin terdengar aneh karena kita tidak terlalu merasakan dampaknya di iklim tropis Indonesia, tetapi tubuh manusia / sel-sel tubuh yang tidak dilatih tidak memiliki kekuatan untuk bertahan hidup di suhu ekstrim dingin atau panas tanpa perlindungan.. perubahan temperatur yang mendadak juga sering mengakibatkan goncangan pada tubuh, gangguan pada sel-sel reproduksi, sel-sel pencernaan, hingga bisa mengakibatkan kematian secara keseluruhan.. rata-rata kita yang hidupnya nyaman lupa memperhatikan ini dan take-it-for-granted..

4. Pikiran — tentu kita familiar dengan istilah ‘menguras tenaga dan pikiran’, atau ‘letih pikiran’, yang mengakibatkan sistem kesehatan tubuh menurun dan tidak optimal.. secara teori kita sudah tahu pikiran baik membantu badan kita sendiri, sebaliknya pikiran buruk membunuh kita.. saat kita sakiti orang lain kita sakiti badan kita sendiri, tetapi banyak individu yang tidak sadar akan kondisi pikiran yang dialaminya..

5. Perbuatan — perbuatan ini bersifat sebagai gerbang terakhir atau buah dari pikiran baik atau buruk yang dilakukan seseorang, energi perbuatan ini akan menguatkan semua pikiran baik dan buruk yang dilakukan melalui ucapan ataupun laku, dan bila tidak disadari dan disalahgunakan bisa sangat merusak tubuh karena rasa-rasa negatif seperti rasa bersalah ataupun rasa membenci diri sendiri bisa menghantui atau bersemayam dalam hidup seseorang seumur hidupnya, membunuh sel-sel darah, penyakit mudah muncul, dan wajah cepat menua.. sebaliknya juga demikian, tubuh bisa menjadi sehat dengan getaran ucapan atau laku yang baik..

 

* Susunan Tubuh Manusia

1. Badan Kasar — badan fisik kasat mata di depan cermin, terdiri dari organ-organ fisik yang bisa diraba..

2. Badan Meridian — badan aliran energi yang terdapat di pembuluh darah manusia dan menghubungkan seluruh organ dalam tubuh, konsep ini sangat dipakai dalam dunia akupuntur dan didasarkan pemahaman bahwa setiap organ / bagian tubuh memiliki kondisi optimum seimbang serta fungsi yang berbeda-beda, antara panas-dingin, antara kering-basah, antara Yin-Yang dalam tubuh.. ketidakseimbangan aliran energi serta hambatan energi di badan meridian ini akan tampak pada badan kasar dan sebaliknya penyalahgunaan badan kasar mempengaruhi badan meridian.. badan meridian sering diilustrasikan dengan istilah sebagai Badan Kawat..

Ilustrasi Tubuh Meridian

 

3. Badan Cakra — tubuh getaran energi yang berada didalam manusia, sering digambarkan dengan adanya 7 titik utama sepanjang tulang belakang manusia hingga ke kepala (cakra dasar – cakra seks – cakra ulu hati / solar plexus – cakra dada – cakra tenggorokan – cakra kepala – cakra mahkota). Getaran sekujur tubuh ketika sedang berdoa atau mendapatkan eyes-opening-experience misalnya adalah getaran yang mengalir di badan cakra ini.. Getaran dari titik-titik utama cakra ini juga akan mempengaruhi organ-organ tubuh fisik yang ada disekitarnya. Badan cakra sering diilustrasikan dengan istilah sebagai Badan Vibrasi..

Ilustrasi posisi cakra dan organ

 

4. Badan Mental — tubuh halus yang berisikan pikiran-pikiran sadar atau bawah sadar yang tersimpan sebagai memori dalam tubuh manusia.. ada organ untuk melakukan fungsi indera, ada tubuh mental yang berfungsi sebagai tempat organ tersebut berdiam ~ yang dalam bahasa Indonesia disebut sebagai ‘Landasan Indera’. Misalnya kebencian yang diarahkan dan dipancarkan dengan ekstrim ke mata bisa mengakibatkan ‘Landasan Penglihatan’ lumpuh dan seseorang menjadi kehilangan penglihatannya / kebutaan walaupun organ mata / tubuh kasar mata baik-baik saja, hal ini dikisahkan pernah terjadi pada seorang ibu Karyawati di Bali.. dan dikisahkan ada seorang gadis yang tuli karena trauma mendengar sahabat kecilnya terkurung reruntuhan gempa bumi dan terbakar hidup-hidup didepan matanya.. badan mental ini bersifat abstrak dan sulit untuk divisualisasikan.. badan mental sering diilustrasikan dengan istilah sebagai Badan Kapas..

 

* Pintu Pikiran Manusia

Dijelaskan terdapat 52 bentuk atau karakter pikiran yang dapat mempengaruhi tubuh manusia, terbagi dalam 3 kelompok besar yaitu pikiran buruk (14 macam), pikiran netral (13 macam), dan pikiran baik (25 macam). Pembahasan lebih ditekankan pada pikiran-pikiran buruk dimana karakter dampak negatif yang ditimbulkan berbeda-beda, terdiri dari Blok Energi (Kebodohan, Liar, Kurang Ajar, Gelisah); Energi Panas (Marah, Benci/Dendam, Iri Hati, Khawatir); Energi Dingin (Kemelekatan, Kesombongan, Kekikiran); dan Kelompok yang mengikuti Energi Panas dan Dingin (Malas, Ragu-ragu, Letih). Untuk contoh kasusnya dikisahkan seorang ibu yang selalu rutin setiap tahunnya menjalani operasi miom (tumor dinding rahim) yang belakangan diketahui karena kemelekatannya pada boneka yang telah dilakukannya sejak remaja, sedemikian hingga tidak seorang pun boleh menyentuh boneka-boneka miliknya. Contoh kasus lainnya terjadi di Bali dimana seorang pemuda 32 tahun berbaring di rumah sakit dengan keluhan mengalami pengeroposan tulang, ternyata pemuda ini memiliki sifat pendendam yang berlebihan. Pikiran manusia sangat mempengaruhi kondisi tubuh fisik, dan manusia memiliki kekuatan untuk memilih pikiran netral, buruk, ataupun baik dalam menjalani hidupnya.

Berulang kali dijelaskan bahwa salah satu hasil dari latihan H-1 hingga H-3 ini adalah semakin sensitifnya tubuh serta timbulnya rasa sakit disekujur tubuh untuk melepaskan segala ketidakseimbangan yang ada dalam seluruh tubuh manusia, baik disebabkan oleh tubuh fisik yang tidak baik, ataupun disebabkan oleh memori bawah sadar yang bisa tiba-tiba muncul saat bermeditasi..

 

Personal Story di hari H-1 hingga H-3

Tulisan ini saya buat dengan 2 sudut pandang agar tidak membingungkan dalam membacanya, yaitu bagian realita yang menceritakan secara kilas balik apa saja yang terjadi dan personal story yang menceritakan sudut pandang saya secara pribadi menyikapinya. Ok, Kali ini saya coba berbagi cerita dari sudut pandang pribadi mengenai hari H-1 hingga hari H-3.

Kesadaran saya memang ternyata sedikit tipis pada pagi hari tetapi tidak saya sadari selama beberapa hari pertama, tetapi kemudian saya sadari. Jadi dengan kesadaran saya menyadari ketidaksadaran saya..🙂 saya berpikir mungkin karena jam tubuh biologis saya masih terbawa dengan suasana istirahat di pagi hari seperti yang selama ini saya lakukan, sehingga pada awalnya setiap meditasi dini hari dan pagi hari pikiran saya masih mudah melamun atau tidak terlalu kuat. Hal ini kemudian berhasil saya atasi dengan cara melakukan meditasi dengan sedikit membuka mata dan fokus rileks menatap jauh ke depan, cara ini efektif tetap menjaga pikiran saya dari lamunan indah di pagi hari..

 

Latihan di H-1 hingga H-3 ini lebih ditekankan pada konsentrasi napas yang bertujuan melatih sifat sebagai observer / pengamat dalam kehidupan; merasakan karakter napas yang bertujuan meningkatkan kesadaran diri individu; dan mengikhlaskan perubahan-perubahan yang terjadi pada nafas dengan tujuan melatih kebijaksanaan diri dengan cara tidak melekat pada suatu kondisi yang diinginkan, bahwa segala sesuatunya selalu berubah atau tidak kekal (annica).. Tentu saja latihan-latihan tersebut sangat bermanfaat bagi banyak orang pada umumnya, namun bagi saya secara pribadi hal ini tidak terlalu berdampak banyak karena memang saya sudah melakoni tujuan-tujuan latihan yang dimaksud dalam kehidupan sehari-hari.. Tetapi saya berpikir mungkin saja akan ada kejutan lain menanti, dan lagipula sudah terlanjur mengikuti maka mari ikuti hingga selesai dengan hati iklhas dan lapang, hehe..

Begitu pula soal rasa sakit menyiksa yang katanya bisa muncul tiba-tiba di beberapa bagian tubuh saat meditasi , selama tiga hari ini saya tidak merasakan rasa sakit selain kesemutan pada saat duduk bermeditasi. Mungkin tidak ada ketidakseimbangan fisik-energi-emosi-memori yang besar, atau ada faktor lainnya yang saya tidak tahu tetapi saya cukup bingung dan penasaran apa iya terjadi rasa sakit menyiksa itu ? (namun rasa sakit yang muncul ini dibenarkan oleh para peserta tapa lainnya pada saat hari terakhir tapabrata..) Jadi dari ketiga hari pertama ini, sesi duduk tenang bermeditasi kurang memberikan kesan emosi yang kuat, sehingga yang paling saya nanti-nantikan justru malah sesi ceramahnya, karena berisikan beberapa konsep dan insight baru yang belum pernah saya ketahui sebelumnya.. ibarat tahu praktik tetapi tidak teori, kali ini saya mendapatkan gambaran penjelasan terhadap beberapa konsep yang telah saya jalani / melakoni..

Deskripsi tentang susunan tubuh manusia cukup menarik bagi saya, terutama karena dijelaskan bahwa Indonesia cukup beruntung mengeal ke 4 tubuh badan manusia tersebut secara lengkap, karena kita mendapatkan pengetahuan tentang tubuh cakra dari India melalui kerajaan-kerajaan hindu kuno di nusantara, dan juga mendapatkan pengetahuan tentang tubuh meridian dari hubungan dengan kerajaan Cina dimasa lampau.. sehingga orang India bahkan hingga ke tingkat guru spiritual hanya mengenal 3 tubuh (tanpa tubuh meridian), dan orang Cina hanya mengenal 3 tubuh juga (tanpa tubuh cakra).. Indonesia mendapatkan pemahaman yang lebih menyeluruh yang merupakan gabungan dari A dan dari B.. dan dalam hati saya berpikir 1) beruntung juga saya bisa bertemu dengan orang yang menyadari hal ini dan berpikir kalau begitu potensi untuk belajar mendalami bidang-bidang seperti ini ternyata sangatlah baik di tanah air, hehe.. 2) dan mungkin begitu juga dengan agama, tanpa kita sadari Indonesia yang sangat beragam agama ini memberikan kesempatan sangat besar untuk memahami kebenaran dengan lebih utuh / komplit tentang divinity, dan memang hal tersebut juga terjadi pada kehidupan saya.. so what a blessing to be here in Indonesia, or are we knowing this good potential chance chose to be born in this country from very beginning..😉

From A and From B

 

Deskripsi tentang tubuh meridian ~ di tapa 7 hari ini kami juga ada beberapa sesi latihan olahraga kesadaran dan olahraga gerak dengan olah nafas yang bertujuan untuk melancarkan energi pada tubuh meridian, dikatakan oleh pengajar bahwa dia mendapatkan tiga gerakan olahraga ini langsung dari seorang guru Nei Kung / NeiGong di Cina dekade silam (Nei Kung is an internal system of Chi Kung, employing slow, deep breathing and requiring a relaxed physical stance and mental attitude). Yang paling menarik adalah gerakan-gerakan menarik nafas-tahan nafas-hembus nafas di tapa brata ini sangatlah serupa dengan gerakan-gerakan olahraga pernafasan Hawa Prana yang dahulu selalu saya lakukan secara intensif dengan kawan-kawan semasa SMU, membuat saya sejenak mengenang masa lalu dan melakukan kilas balik dengan tersenyum. Waktu dahulu tentu saja kami melakukan gerakan-gerakan tersebut tanpa terlalu tahu pemahaman konsep mendalamnya, namun tetap merasakan efek positifnya yaitu sekujur tubuh terasa segar sekali, terasa aliran energi dalam tubuh mengalir dengan baik. Kemudian baru pada tapa ini saya menyadari kalau gerakan-gerakan olahraga nafas ini memiliki jebakan bagi para praktisi pemula, yaitu apabila tidak dilakukan dengan kesadaran mengamati jalur otot/pembuluh darah/energi yang terjadi dari telapak tangan menuju lengan menuju badan menuju kepala maka gerakan-gerakan ini hanya akan menjadi gerakan senam otot belaka.

Deskripsi tentang badan cakra ~ saya telah mengetahui dan merasakan sebelumnya tentang titik-titik cakra ini, tetapi kali ini mendapat kesempatan untuk merasakan lebih dalam lagi.. pada tapabrata ini sungguh terasa getaran-getaran di tempat-tempat yang lebih spesifik (misal di tengah tenggorokan, antara pusar dengan organ kelamin), rasanya seperti ada pusat titik energi yang bergetar atau berputar, entahlah karena hanya bersifat perasaan di dalam tubuh jadi hanya deskripsi abstrak.. memang dalam bahasa aslinya, cakra berarti ‘‘Wheel of spinning Energy’ / cakram energi.. terakhir kali saya merasakan dengan intens adalah ketika olah batin di Jawa Tengah tahun 2012, berikut cuplikannya dari note tahun 2012 (dibawah ini), dan situasi yang kondusif di tapabrata kali ini membuat saya bertekad ingin mencoba ‘mengakses’ dan merasakannya lagi..

 

Tahun 2012 ~ (ada pengalaman unik disini, saat itu saya mencoba untuk duduk tenang dengan penuh kesadaran dan mencoba ‘mengakses’ ke dalam diri, selama 1/2 jam.. ketika duduk dengan hening, perlahan2 saya merasakan aliran energi yang mengalir.. dari bagian bawah tubuh, terus naik ke atas, dan bermuara di bagian paling atas kepala, ubun2.. ya, persis disekitar tempat cakra ‘itu’ berada.. bagian itu terasa penuh dengan energi, seakan2 seluruh energi dalam tubuh berkumpul disana, seperti ada setruman yang mendesak-desak untuk mengalir keluar.. belum pernah sebelumnya saya merasakan sensasi ini, sebelumnya saya hanya merasakan aliran kuat dari sekitar dada (jantung) sewaktu mendapatkan pemahaman yang melepaskan diri dari hambatan emosional, dan dari sekitar tengah alis ketika mencoba untuk duduk dengan tenang dan hening, kali ini sensasi pengalaman nya cukup unik, aliran energi yang menuju ke puncak kepala.. ketika saya selesai pun ubun2 rasanya masih terasa adanya getaran dan kumpulan energi.)

 

Deskripsi tentang tubuh mental yang halus ini juga sangat menarik, dan juga terdapat ketika saya mempelajari Kashmir Shaivism ~ sebuah ajaran kuno dengan bahasa Sanserkerta / Sanskrit yang berasal dari lembah Khasmir di dataran India. Misalnya dalam Kashmir Shaivism dalam tubuh manusia dibedakan antara organ penglihatan / mata sebagai ‘caksu’, lalu elemen penglihatan sebagai ‘rupa’, lalu adanya ‘rupa tanmantra’ sebagai residence of form/visual, yang tentu saja dalam bahasa Indonesia memiliki arti yang sangat serupa dengan ‘Landasan Penglihatan’. Sebelumnya saat mempelajari Khasmir Shaivism saya sedikit memahami tetapi belum mendalam, tetapi ketika mendengar penjelasan serupa mengenai badan mental di tapabrata ini membuat saya memiliki sebuah pemahaman teori sementara. Ini hanyalah pemikiran saya pribadi yang hanya bersifat rekaan sementara yang bertujuan lebih memperkuat pemahaman mengenai ‘Landasan Indera’ ini. Saya sekarang memahami bahwa proses penglihatan bisa terjadi secara normal apabila organ mata (organ penerimaan sensasi visual) – jalur organ mata ke otak (jalur pengiriman sinyal visual dari luar ke dalam) – otak bagian penglihatan (pusat pemprosesan sensasi visual) seluruhnya dalam kondisi baik dan tidak ada masalah di ketiga bagian tersebut. Ketika kita memiliki emosi negatif yang berlebihan / ekstrim, baik kebencian maupun goncangan trauma, bisa saja mengakibatkan terjadinya malfunction / gangguan tidak sebagaimana mestinya pada sel-sel bagian dalam tubuh, yaitu di jalur syaraf menuju otak atau di bagian otak itu sendiri, sehingga proses penginderaan bisa saja tidak terjadi walaupun organ indera dalam kondisi baik..

Yang paling menyulitkan dari fenomena-fenomena ini, baik segala sesuatu yang terjadi di badan meridian – badan cakra – badan mental adalah kejadian ini sulit untuk dibuktikan dalam ilmu pengetahuan dan dianggap sebagai ilmu tanpa dasar, karena rata-rata bersifat subjektif atau dalam skala kecil disekitar lingkungan orang yang kita kenal saja, sehingga apabila belum mengalami sendiri atau belum membuktikan sendiri, seseorang yang terpaku atau memiliki kekakuan terhadap science akan terasa sangat sulit mempercayai konsep-konsep kuno ini..

OK lanjut, kali ini mengenai pintu pikiran netral~positif~negatif, tentu saja kita tahu pikiran buruk menghancurkan badan kita secara literally dan pikiran baik membuat kondisi tubuh kita dan hidup kita menjadi lebih baik, sehingga orang-orang akan didorong untuk menahan pikiran buruk dan tertarik pada pikiran baik. Ajaran agar seorang manusia menahan / membuang pemikiran buruk dan menumbuhkan pemikiran baik saya rasakan sesuai bagi sebagian besar orang dan tentu saja baik, namun saya memahami ini hanya bersifat di permukaan dan saya sebut sebagai Common Wisdom (kebijaksanaan pada umumnya). Mengapa demikian ? karena saya mengetahui dan mengalami bahwa common wisdom ini tidaklah bersifat mendalam dan mengakar, pemahaman kebijaksanaan ini hanyalah di permukaan atau menengah. Dengan Common Wisdom, seorang manusia bisa melalui berbagai rintangan emosi dalam hidupnya dan terlihat baik-baik saja, hanya saja rintangan emosi yang akan berhasil dilalui adalah rintangan yang ringan-sedang. Common Wisdom hanyalah bersifat memperkuat atau mempertebal dinding hati dan pikiran, namun pertahanan ketenangan batin ini akan luluh lantak saat tembakan besar terjadi (kejadian yang sanggup mengakibatkan trauma besar atau emosi negatif atau godaan besar yang ekstrim).. Cara sejati untuk menghadapi tembakan besar adalah bukan dengan cara menahannya atau membendungnya, karena alam semesta selalu penuh dengan kejutan dan seringkali menghadirkan kekuatan yang di luar bayangan manusia, tetapi dengan cara membiarkan tembakan besar itu menembus batin kita sehingga batin kita bagaikan udara bening yang tidak bisa ditembak.. saya sadari leluhur kita sudah memahami filosofi ini dan menggunakan prinsip kerja fundamental serupa yang hadir dalam seni beladiri Tai Chi atau Aikido, yaitu tidak menahan energi yang datang tetapi membiarkan energi yang datang melalui badan kita dan memanfaatkannya untuk kebaikan kita.. Akan tetapi, cara mentransformasi pikiran dan batin di luar Common Wisdom ini sangatlah sulit karena sudah melampui baik dan buruk, bahwa sejatinya keburukan itu sendiri adalah kebaikan, dan vice -versa atau begitu juga sebaliknya, bahwa hal ini diilustrasikan dalam logo seimbangnya hitam dan putih Yin-Yang yang sangat terkenal.. pemahaman ini saya sebut sebagai ‘Transcending Wisdom’ (kebijaksanaan yang melampaui).. mengenai pemahaman pikiran buruk dan emosi buruk ini sempat saya uraikan secara sederhana dalam tulisan lama 5 tahun lalu di tahun 2011 yang berjudul ‘the wisdom of pain’ (https://handokoluo.wordpress.com/20…).. apabila saya berbicara dengan orang lain, tentu saja saya akan membicarakan dan menyarankan mengenai Common Wisdom terlebih dahulu, yang lebih mudah diterima oleh norma umum dibandingkan dengan Transcending Wisdom yang mudah disalahpahami dan sedikit diluar nalar baik-buruk..

all the life

 

Realita H-4 dan H-5

Dijelaskan bahwa tiga hari pertama H-1 hingga H-3 adalah babak persiapan dan pada Hari H-4 dan H-5 adalah babak eksekusi. Tiga hari pertama para peserta tapa dikondisikan agar memiliki kemampuan berkonsentrasi, kesadaran mengamati, dan keikhlasan dengan lembut, sehingga teknik meditasi yang akan diajarkan pada hari H-4 dan H-5 akan memiliki hasil yang maksimal. Selepas dari babak persiapan tubuh, para peserta tapa mulai dijelaskan tentang beberapa hal yang semuanya bertujuan untuk mengaktifkan self-healing.

 

* Proses Munculnya Energi Baik dan Buruk Dalam Tubuh

Pada tapabrata 7 hari ini dijelaskan bahwa penjelasan ini adalah yang terpenting karena tanpa pemahaman inti ini maka segala persiapan tubuh di tiga hari pertama tidak akan banyak bermanfaat untuk menyehatkan tubuh di hari H-4 dan H-5. Pada umumnya sebagian besar manusia saat ini tidak menyadari banyak melakukan pikiran / perbuatan buruk dalam kehidupan sehari-hari, terutama pikiran / perbuatan buruk yang kecil-kecil. Hal ini dikarenakan minimnya kesadaran seseorang dan karena itu tiga hari pertama tapa berfokus pada meningkatan kesadaran para peserta tapa melalui pengamatan nafas.

diagram pikiran and energi

 

Saya akan mencoba menjelaskan dari pemahaman dan ingatan, semoga tersampaikan dengan baik. Diagram diatas adalah diagram yang menggambarkan bagaimana proses siklus energi yang terjadi dari pikiran manusia mempengaruhi tubuh manusia secara baik (+) atau buruk (-). Dimulai dari kotak “Badan dan Batin”, bahwa setiap manusia pastilah memiliki tubuh fisik dan batin, yang terdiri dari “5 indera +1 pikiran” dan indera serta pikiran ini melakukan “Kontak” (sensing atau pertukaran informasi dengan dunia realita) yang pada akhirnya akan menimbulkan “Sensasi” dalam tubuh yang dirasakan sebagai sesuatu yang enak (menyenangkan), netral (biasa saja), tak enak (tidak menyenangkan). Misalnya ‘indera’ telinga melakukan ‘kontak’ mendengar alunan musik yang indah yang menimbulkan ‘sensasi’ enak dalam tubuh, atau mendengar hentakan gemuruh badai yang menimbulkan ‘sensasi’ tidak enak dalam tubuh, dari sini kuncinya adalah bagaimana kita bereaksi terhadap sensasi yang muncul di tubuh kita, reaksi yang dilakukan ini berasal dari pikiran kita sehingga seorang manusia yang bebas berpikir bisa bereaksi dengan 3 karakter, yaitu netral, buruk, atau baik. Apabila bereaksi dengan pikiran buruk maka energi buruk ini akan tercipta, begitupula sebaliknya apabila bereaksi dengan pikiran baik maka energi baik akan tercipta. Energi buruk atau Energi Baik ini akan diteruskan pada energi tubuh manusia yang terdiri dari “Pikiran-Makanan-Perbuatan-Temperatur”, dan energi ini akan mempengaruhi “Badan dan Batin” individu yang bersangkutan, dan siklus ini akan berulang. Sehingga apabila reaksi kita menimbulkan energi buruk secara terus-menerus maka energi buruk ini akan terakumulasi / terkumpul pada energi badan manusia dan mempengaruhi kondisi badan fisik menjadi tidak sehat. Sebaliknya demikian juga apabila reaksi kita menimbulkan energi baik secara terus-menerus maka energi baik ini akan terakumulasi / terkumpul pada energi badan manusia dan mempengaruhi kondisi badan fisik menjadi sehat. Maka dari itu sangatlah penting untuk meningkatkan kesadaran dan meminimalkan kecenderungan untuk melakukan reaksi buruk serta dengan kesadaran memilih reaksi baik atas segala sensasi yang diterima oleh indera dan pikiran kita.

Masalah utama yang sering terjadi adalah begitu banyaknya orang yang tidak sadar bahwa 1) kita secara terus-menerus tanpa sadar melakukan reaksi buruk atas segala informasi yang diterima oleh indera dan pikiran kita sehingga mengakibatkan kita menyakiti diri sendiri, dan terkadang sulit juga disadarkan oleh orang lain.. 2) kita memiliki kuasa penuh untuk mengubah keadaan dengan kesadaran yang dimiliki untuk memilih melakukan reaksi baik atas segala informasi yang diterima oleh indera dan pikiran kita, dan dengan demikian terjadi siklus energi positif yang bermanfaat bagi badan dan batin kita..

Baik, semoga penjelasan diatas tidak membingungkan. Setelah memahami penjelasan tersebut, para peserta memulai sesi praktiknya dengan menerapkan pikiran yang positif dalam teknik meditasi memeriksa badan sendiri.

 

* Praktik Meditasi Self-Healing

Inilah bagian meditasi kesehatan yang sesungguhnya. Sebelum memulai panduan praktik meditasi ini, kondisi badan diharapkan sudah dalam keadaan yang sensitif karena gaya hidup yang sehat serta pikiran harmonis yang secara terus-menerus telah dilatih selama tiga hari pertama. Pikiran harmonis yang dimaksud adalah :

1) konsentrasi napas yang bertujuan melatih sifat sebagai observer / pengamat dalam kehidupan;

2) merasakan karakter napas yang bertujuan meningkatkan kesadaran diri individu;

3) dan mengikhlaskan perubahan-perubahan yang terjadi pada nafas dengan tujuan melatih kebijaksanaan diri dengan cara tidak melekat pada suatu kondisi yang diinginkan, bahwa segala sesuatunya selalu berubah atau tidak kekal (annica)

Pikiran harmonis ini kemudian digunakan untuk merasakan bagian tubuh bagian demi bagian. Ketika kita duduk bermeditasi dengan tekad kuat dan memejamkan mata, tenangkan pikiran dahulu beberapa menit, lalu setelah itu kita bisa gunakan pikiran harmonis ini untuk merasakan salah satu bagian tubuh, lalu kemudian pindah ke bagian tubuh lain, dan seterusnya..

Ketika bermeditasi, diarahkan untuk melakukan scanning dengan pikiran ke bagian tubuh sesuai urutan dan dengan cara berpindah melompat (bukan ditarik / digeser) karena dalam tubuh ada beberapa organ yang memiliki aliran energi berbeda-beda, dikhawatirkan apabila perpindahan energi pikiran ini dilakukan dengan cara ditarik akan melawan aliran energi alami salah satu organ tubuh.. Peserta tapa kembali diingatkan selalu bahwa sensasi apapun yang muncul ditubuh (baik enak ataupun tidak enak) harus ditanggapi dengan reaksi pikiran yang baik/positif, kelembutan, dan keikhlasan.

Rincian tahapnya adalah sebagai berikut :

1) Kondisikan badan agar rileks seluruhnya, posisi duduk benar-benar rileks, lalu seluruh ketegangan juga dilepaskan, pejamkan mata..

2) Berdoa sesuai keyakinan masing-masing dan kembangkan getaran kelembutan dan cinta kasih (bisa dengan ucapan ‘semoga semua hidup berbahagia’) dalam dada berulang kali dan seluas-luasnya hingga meliputi bumi..

3) Sejenak perhatikan nafas masuk dan keluar dengan setenang-tenangnya tanpa diatur, setelah benar-benar damai dan tenang, proses merasakan badan bisa dimulai. Masing-masing bagian badan bisa dirasakan selama 10-20 detik.

Untuk memudahkan membayangkan, saya telah membuat visualisasi sederhana atau penggambaran urutan scanning tubuh seperti gambar dibawah ini

Aliran Pikiran Meditasi Kesehatan

 

Kita mulai, urutannya : Kepala – leher – [BAGIAN A] bahu kanan – lengan atas – lengan bawah – tangan – kembali ke lengan bawah – lengan atas – bahu kanan – pangkal leher – [BAGIAN B] bahu kiri – lengan atas – lengan bawah – tangan – kembali ke lengan bawah – lengan atas – bahu kiri – DADA – PERUT – organ kelamin – [BAGIAN C] paha kanan – betis – telapak kaki – betis – paha kanan – organ kelamin – [BAGIAN D] paha kiri – betis – telapak kaki – betis – paha kiri – [BAGIAN BELAKANG] pantat – punggung bawah – punggung tengah – punggung atas – leher – kepala – mengulangi siklus kepala – leher – BAGIAN A-B-C-D dan seterusnya..

Panduan bermeditasi :

*) Bila nafas terasa pendek atau berat, kembalilah ke merasakan nafas dan setelah tenang kembali baru dilanjutkan proses merasakan badannya..

*) Bila melamun, dengan pikiran harmonis segera kembali ke proses merasakan badan tanpa mengulang dari awal..

*) Bila muncul sakit ditempat yang lain, usahakan perhatian tidak teralihkan dan tetap mengikuti urutan merasakan badan bagian demi bagian..

Setelah melakukan scanning yang bersifat luar dan umum ini, para peserta tapa melanjutkan meditasi di hari ke-5 dengan cara yang lebih detil lagi yaitu satu per satu merasakan bagian tubuh dari dalam dan juga organ tubuh serta titik-titik cakra di seluruh tubuh.. inilah pemeriksaan yang komplit, dan ketika kita bermeditasi dengan tekun, sungguh-sungguh, dan perlahan-lahan dengan penuh cinta kasih, kita membuat energi baik dan energi baik ini paling mudah masuk ke badan cakra, kemudian ke badan kasar, maka efeknya dapat sangat menyembuhkan diri sendiri / terjadi self-healing..

Kaitan 7 Cakra dengan penyakit di tubuh :

1) Cakra dasar — yang berhubungan dengan tulang, otot, dan ginjal. Misalnya rematik, asam urat

2) Cakra seks — yang berhubungan dengan reproduksi. Misal penyempitan rahim, benjolan payudara, pembengkakan prostat

3) Cakra solar plexus — yang berhubungan dengan organ dalam perut (empedu, usus, hati, lambung, dsb)

4) Cakra dada — berhubungan dengan dada dan seluruh tubuh, seperti jantung, paru-paru, kulit yang awet muda / cepat tua

5) Cakra tenggorokan — yang berhubungan dengan tenggorokan, termasuk kelenjar tiroid

6) Cakra kepala — memimpin 5 cakra lainnya (no1-5 dibawah), juga berhubungan dengan seluruh isi kepala dan sistem hormon dalam kepala

7) Cakra mahkota — bersama cakra kepala memimpin 5 cakra lainnya, berhubungan dengan hormor keseimbangan tubuh dan kortek yang berhubungan dengan memori

*. Penyebab Penyakit dan Penyembuhan Holistik

Pada dasarnya ada penyakit yang disebabkan oleh energi kasar ~ yang dapat disembuhkan dengan bantuan dokter dan obat-obatan, dan disebabkan oleh energi halus ~ yang lebih mudah diatasi dengan meditasi. Penggabungan kedua cara penyembuhan ini disebut dengan penyembuhan holistik.

Penyebab penyakit yang bersifat energi kasar dapat dikarenakan : Genetik, Makanan (salah pola makan, keracunan, malnutrisi, dsb) , Temperatur (perubahan suhu mendadak, dsb). Sedangkan penyebab penyakit yang bersifat energi halus antara lain :

*) Pikiran / Memori — trauma besar di pengalaman masa kecil dapat dengan mudah mengendap dalam tubuh dan menimbulkan reaksi fobia / ketakutan berlebihan pada suatu benda tanpa kita sadari, walaupun kita tahu benda tersebut tidak berbahaya, misal kapuk atau janur.. Hal ini terjadi pada seorang guru wanita di Bali berusia 60 tahun yang memiliki ketakutan pada janur sesajen / banten Bali. Lalu saat bermeditasi diketahui bahwa sewaktu berusia 6 tahun dia terpaksa mengerjakan banten Bali dengan penuh rasa benci karena dipaksa oleh ibunya walaupun dia sangat ingin bermain dengan teman-temannya saat itu.

*) Perbuatan — banyak perbuatan tidak baik yang seharusnya dihindari dan menimbulkan energi tidak baik ke tubuh.. Misalnya, perbuatan yang disertai dengan kemarahan/kebencian akan menimbulkan energi panas yang merusak badan dan sanggup membuat tulang rapuh/keropos, perbuatan yang disertai keserakahan berlebihan (termasuk korupsi dan mencuri) menimbulkan energi dingin yang menciutkan badan / organ tubuh, perbuatan yang disertai sifat liar (melanggar norma / janji seperti berselingkuh / berzina) akan menimbulkan rasa bersalah, dan lain sebagainya..

*) Benda mati (seperti radiasi elektromagnetik HP yang berlebihan, virus, dsb), dan Makhluk Hidup (seperti emosi negatif dari lingkungan kerja yang tidak baik, dsb)..

 

Personal Story di hari H-4 hingga H-5

Mari kita istirahat sejenak sebelum kita lanjutkan ceritanya.. silahkan tarik nafas dalam.. hembuskan pelan.. regangkan badan.. kini giliran saya bercerita kembali dari sudut pandang pribadi saya terhadap apa yang terjadi di hari ke-4 dan ke-5.. ^^

Mengenai proses siklus energi buruk dan baik yang terjadi dalam badan, tentu saja saya sudah mengetahui dan melakoninya sejak bertahun-tahun silam, termasuk kesadaran kita dapat berkuasa atas reaksi positif / negatif yang akan kita pilih sebagai reaksi atas indera dan pikiran kita.. hanya saja mungkin karena waktu yang sangat terbatas (7hari), para peserta tapa hanya ditekankan akan pentingnya menjauhi pikiran yang buruk, mendekati pikiran yang baik tanpa bisa dijelaskan dengan dalam mengapa pikiran buruk ini bisa muncul, atau darimanakah asal mula pikiran buruk ini berasal.. Tentu saja 14pikiran buruk yang dimaksudkan masih bisa dipahami dalam bahasan common wisdom.. tanpa pemahaman mendalam mengenai sebab utama / akar utama munculnya pikiran buruk, pikiran buruk ini hanya akan dipendam masuk ke dalam alam bawah sadar dan bisa sewaktu-waktu menyeruak muncul lagi ketika ada kesempatan atau momennya tiba.. Misalnya mengenai iri hati, pikiran ini sebaiknya jangan ditahan atau dihindari tetapi harus dihadapi dengan kebijaksanaan dan pemahaman mendalam, mengapa saya iri ? apa untungnya saya iri ? apa untungnya saya mendapatkan yang saya irikan ? apakah pikiran iri ini saya benar-benar kehendaki ? apakah iri hati itu ? dan ajukan berbagai pertanyaan lainnya serta cobalah temukan jawabannya satu per satu yang memberikan sinar dalam kegelapan relung hati.. niscaya setelah hal ini terjadi, maka perkara yang ada bukanlah kesulitan memilih antara reaksi dengan pikiran buruk atau pikiran baik lagi (hal ini sering membuat diri frustasi), atau mempertahankan kesadaran pikiran untuk menjauhi yang buruk dan memilih yang baik (hal ini menguras tenaga kesadaran), tetapi secara alamiah akan selalu berpikir dan bertindak yang baik karena paham akan kefanaan atau kesia-siaan berpikir buruk..

Mengenai praktik meditasi self-healing, fiuhhh… akhirnya sesuatu yang seru tiba juga, ini adalah teknik yang baru saya ketahui dan sangat menyenangkan menjalaninya.. seperti yang sudah saya kemukakan sebelumnya kalau saya tidak terlalu menyadari ternyata sesi tapa 7 hari ini berfokus pada kesehatan, namun pengalaman scanning tubuh ini cukup berkesan bagi saya.. kalau ditanya apa rasanya saat melakukan proses scanning tubuh, mungkin setiap orang akan berbeda-beda penjelasannya karena memang bersifat subjektif kepada individu ybs.. kalau bagi saya sendiri rasanya ada aliran gelombang energi yang mengalir atau berputar dibawah kulit (swirling) atau di seputar organ atau di dalam tubuh.. apabila saya visualisasikan dalam pikiran saya kurang lebih seperti gambar berikut aliran gelombang energinya..

aliran gelombang energi

 

Ini hanya sekedar share pengalaman saja, itulah yang saya rasakan dan bayangkan ketika aliran ini berputar-putar dan merambat di dalam kepala, di leher, di lengan, di telapak, di dada, di perut dsb, atau juga saat saya berfokus pada organ hati / lever, organ tersebut teasa dibungkus / diputari oleh aliran ini.. Yang paling terasa dengan jelas adalah saat saya tiba memfokuskan pikiran ke telapak kaki kanan dan kaki kiri, sekujur pembuluh darah dalam kaki terasa seperti melonjak-lonjak atau berdenyut-denyut dengan cepat, bukan 1 denyutan tetapi beberapa denyutan sekaligus diberbagai pembuluh darah dalam telapak kaki, rasanya sangat nyaman sekali seperti dipijat refleksi tetapi dari dalam kulit kaki, aneh ya..? dalam pemahaman dan pikiran saya, seluruh pembuluh darah manusia saling berhubungan, melewati organ-organ, dan bermuara di telapak kaki, sehingga bisa banyak bagian dari dalam tubuh bisa distimulasi dengan getaran-getaran lembut di telapak kaki, bayangan dalam pikiran saya adalah sebagai berikut

pembuluh darah kaki

Jadi terkadang saya suka berhenti agak lama di telapak kaki karena sensasi denyutan-denyutan berbagai pembuluh darah yang sangat nyaman ini, walaupun akhirnya tetap saja harus melanjutkan proses scanning tubuh secara menyeluruh, hehehe.. kemudian setelah melakukan proses scanning tubuh secara umum beberapa kali, saya juga coba lakukan proses scanning tubuh cakra sesuai pengarahan.. saya juga baru paham kalau titik-titik energi ini tidak hanya terasa nyaman / enak di dalam tubuh tetapi mereka juga mempengaruhi organ sekitar di seluruh tubuh, dan mungkin saja berbagai kelenjar yang ada di tubuh manusia. saya coba sisipkan kutipan yang saya dapat apa yang akan terjadi apabila tubuh cakra ini memang mempengaruhi sistem kelenjar di tubuh : “the endocrine system is important because it regulates tissue function, mood, metabolism, growth and development, sexual function and reproductive processes. It influences nearly all cells, organs and functions of the human body.”

Saya mengira-ngira proses 1x siklus scanning tubuh ini bisa memakan waktu hingga 30 menit, kalau memang begitu maka tidak heran kalau seseorang bisa duduk dengan tenang selama 30 menit atau 1 jam bahkan lebih karena memang menikmati proses yang terjadi ketika mata terpejam.. saat itu dalam benak saya bercampur antara penasaran dengan rasa kagum bagaimana seorang manusia dengan kesadarannya bisa memiliki cara untuk melakukan self-healing, bagaimana sel-sel tubuh manusia memiliki intelligence dengan caranya sendiri.. setelah menyadari akan hal ini, proses tapa selama hari H-4 dan hari H-5 ini saya jalani dengan cukup bersemangat, sebelum jeda istirahat berakhir saya sudah duduk manis di dalam ruang meditasi menunggu sesi dimulai kembali, hehe.. kadang beberapa kali saya keasikan dengan proses scanning tubuh ini dan harus terhenti karena sudah time-out atau habis waktu sesi meditasinya…

Lalu ketika hari di akhir malam hari H-5 ternyata ada sesi meditasi terbuka, yaitu sesi meditasi yang tidak dibatasi waktunya, peserta tapa dipersilahkan bermeditasi secukupnya, bahkan apabila mau bermeditasi hingga dini hari pun tidak apa-apa.. pengajar telah memberi tahu kalau sesi ini bukanlah kompetisi atau pertandingan duduk lama, namun dalam hati saya hanya ingin mengetes sejauh mana dan selama apa saya bisa mengakses ke dalam apabila tidak dibatasi oleh waktu, maka saat itu saya niatkan dengan sungguh-sungguh.. saya berpikir mungkin saja kali ini kalau ditekadkan saya bisa mengakses lagi daerah atas kepala yang seperti pengalaman tempo dahulu.. saya mulai duduk dan pejamkan mata, kemudian memulai.. kali ini seluruh proses scanning tubuh terasa lebih intens.. dan saya lakukan hingga beberapa kali siklus.. dan ketika daerah atas kepala rasanya penuh getaran-getaran serupa walau tidak sama seperti pengalaman saya tahun 2012, saat itu saya senang bisa merasakannya lagi.. lalu setelahnya saya terpikir untuk mencoba meletakkan kalung kristal amethyst ke atas kepala untuk lihat apakah ada pengaruhnya.. dan benar saja terjadi getaran-getaran / denyutan yang semakin kuat di sekitar kepala dan terutama daerah ubun-ubun.. setelah beberapa saat menikmati, saya mendapatkan beberapa visual yang tidak terlalu jelas, bukan sekedar terang-gelap namun gambar visual yang memang masih kabur dan cepat berlalu, dan saya iseng mengetes untuk mengajukan beberapa pertanyaan untuk melihat apakah keluar jawaban visualnya, beberapa pertanyaan yang saya familiar jawabannya keluar jawaban visualnya dan pertanyaan yang saya belum familiar tidak terlalu jelas jawaban visualnya, jadi saya mengira mungkin ini hanya mengambil gambar-gambar visual yang tersimpan dalam bawah sadar saya, tetapi apabila memang betul demikianpun rasanya unik sekali jikalau bisa mengakses memori visual dengan cara seperti ini, dan apakah ini cara para cenayang atau psychic itu bekerja..? barangkali saya belum terlatih melakukannya atau barangkali hanya tipuan pikiran saja, entahlah.. lalu setelah itu saya penasaran bagaimana kalau saya coba dorong seluruh pikiran dan kesadaran saya ke titik di ubun-ubun ini… dan… wuzzz.. rasanya saya seperti mendapatkan visualisasi kalau tubuh kasar saya tersedot dan berputar masuk ke dalam sebuah pusaran… saat ini terjadi dan tentu saja dalam keadaan terpejam, saya tidak dapat merasakan bagian tubuh saya dari leher ke bawah, tidak juga merasakan keberadaan kaki dan tangan, sampai saya dalam pikiran sejenak mencari dimanakah letak tangan saya.. rasanya bukan kesemutan tetapi seperti lenyap atau tidak terasa ada tangan dan kaki, hanya leher dan kepala saja yang masih terasa keberadaannya, ini pengalaman unik yang baru saya alami pertama kali.. saya berpikir apakah kali ini berarti hanya bagian atas kepala, cakra kepala dan cakra mahkota saja yang betul-betul aktif sehingga yang lainnya seperti tidak terasa..? tapi pikir saya ya sudahlah tidak apa saya coba saja kembali fokus kepada aliran pusaran ini.. sejenak saya sempat ragu tetapi saya berpikir apabila terjadi apa-apa maka saya tidak sedang sendirian dan bisa ada orang yang akan membantu, jadi saya putuskan untuk coba saja masuk ke dalam pusaran itu toh ini adalah pengalaman pertama kali.. pusaran itu bukan pusaran putih tetapi lebih ke arah titik tidak jelas dan saya bisa melihat seolah-olah tubuh saya seperti dalam kisah Gennie in the Lamp / Jin lampu yang berputar masuk ke dalam titik tersebut, atau seperti aliran vortex (atau spiral).. ilustrasinya seperti gambar dibawah ini.. tidak terjadi apa-apa hanya sensasi dan pengalaman unik saja terasa seperti tersedot perlahan-lahan, dan seluruh kepala seperti aktif berdenyut.. waktu begitu lama terasa berlalu, sampai saya merasa cukup sudah berusaha dan memutuskan untuk pelan-pelan menenangkan diri, menenangkan pikiran, dan mengakhiri sesi meditasi intensif malam itu.. saat membuka mata dalam ruangan yang remang-remang gelap, ternyata saya adalah peserta tapa yang duduk terakhir kali, dan semua orang telah pergi meninggalkan ruangan untuk beristirahat.. upsss..

vortex

 

Anehnya sudah duduk selama itu kaki tidak terasa kesemutan.. kemudian saya beranjak pelan-pelan sambil meredakan seluruh sisa vibrasi yang masih ada di badan dan kepala.. pelan-pelan menuruni tangga untuk sejenak ke kamar kecil atau menyegarkan muka.. saat itu ternyata semua orang sudah terlelap dan lampu beberapa dimatikan membuat suasana terasa kian larut.. saya melihat ke jam dinding perlahan dan mengamati kalau saat itu sudah mendekati jam 22.30 malam.. saya lupa tepatnya kapan sesi meditasi terbuka itu dimulai, mungkin jam 20.30 atau 20.45 karena biasanya pukul 21.15 para peserta telah beristirahat.. jadi hampir 2 jam saya duduk berhasil duduk bermeditasi, cukup terkejut juga karena tidak menyangka bisa melakukannya selama itu..

Saatnya beristirahat dan tertidur, tetapi kisah hari H-5 ternyata belum selesai.. saya merebahkan badan ke kasur jam 22.30, namun terjaga dengan sisa berbagai vibrasi di kepala yang masih terus terasa.. saya coba nikmati dan amati.. nikmati dan amati.. nikmati dan amati.. kok lama ya sensasinya reda.. akhirnya saya pasrahkan saja barangkali bisa membantu menidurkan tubuh.. pasrahkan rileks.. pasrahkan rileks.. pasrahkan rileks.. ternyata tetap saja vibrasi di kepala ini tetap aktif, saat itu denyut jantung bisa terasa sampai atas kepala.. wah gawat ini tidak bisa tidur pikir saya, sudah berasa lama ini tidak tertidur dan tidak terasa letih.. akhirnya saya keluar dari kamar dan mengamati sudah jam 00.30.. wah 2 jam berlalu hanya berbaring saja di kasur..^^’ lalu saya menyeduh air jahe hangat dengan gular merah, pergi ke balkon di lantai atas untuk menikmati semilir angin tengah malam untuk mendinginkan tubuh dan kepala.. segar juga rasanya angin dingin di kaki gunung pada malam tengah hari membalut tubuh, ada suara keras tenggeret dari pepohonan sekitar, jangkrik yang saling sahut-menyahut, serta gonggongan anjing menggema berulang di kejauhan.. langit malam cukup berawan tetapi menyisakan pemandangan indah bulan malam hari dan beberapa bintang dapat terlihat.. di kejauhan bukit dan gunung membentuk bayangan hitam.. beberapa rumah dan perumahan di kejauhan juga membentuk cahaya kerlap-kerlip malam hari.. deskripsi-deskripsi ini hanya menunjukkan begitu aktifnya otak / kepala pada malam hari itu, seakan kesadaran masih penuh dan aktif merasakan.. tarik nafas.. hembuskan nafas.. nikmati alam sekitar.. seruput demi seruput tidak terasa pelan-pelan air jahe panas telah habis hingga tetes terakhir dan saya hanya memegang gelas kosong.. baiklah saya lebih baik turun saja dan coba berbaring lagi barangkali sekarang bisa tertidur, dan ternyata… saya sukses terjaga lagi *tepuk jidat*.. mengulangi siklus seruputan air jahe panas di balkon untuk kedua kalinya sendiri di keheningan malam.. saya sungguh tidak meyangka meditasi terbuka itu bisa mengakibatkan kepala terjaga seperti ini.. saat terakhir kali melihat jam dinding sebelum kembali memutuskan untuk ke kamar dan berbaring lagi, waktu sudah mendekati pukul 02.30 pagi.. sementara para peserta akan dibangunkan dengan bel pada pukul 04.30 tepat untuk memulai aktifitas tapa lagi dihari berikutnya.. ya sudahlah saya berbaring saja hingga terasa tidur-tidur ayam.. dan sejenak terdengar bunyi lonceng keras berdentang….. TENG… TENG… TENG.. menandakan tapa hari ke-6 sudah dimulai dan saya bangun juga dengan sedikit nuansa zombie atau kepala berat..

 

Hari H-6 dan H-7 (Realita & Personal Story)

Mungkin ada baiknya saya gabungkan saja dua hari terakhir ini karena klimaks telah terlewati. Pada hari H-6 ternyata sesi tapa berfokus pada persiapan mengakhiri pertapaan dan mempersiapkan para peserta untuk kembali ke hiruk-pikuk duniawi. Fokus setengah hari di H-6 hingga sore hari adalah mengembangkan pikiran welas asih / kelembutan cinta kasih dalam diri sehingga pikiran harmonis yang telah dilatih selama 5 hari ini tidak mudah goyah dalam kehidupan sehari-hari.. pikiran welas asih ini ditujukan ke siapa ? terutama ke diri sendiri, ke keluarga, ke sahabat, ke orang sekitar yang dikenal, ke orang sekitar yang tidak kita sukai.. terutama ke diri sendiri dilakukan dengan penekanan karena banyak yang menutup aliran keberkahan atau positif karena dalam bawah sadar tidak terlalu mencintai diri sendiri atau tidak mau berbahagia..ucapan yang dilatih berulang kali adalah “Semoga Saya Berbahagia”.. saya mendengarkan penjelasan akan hal tersebut, tetapi pada dini hari dan pagi hari pikiran saya agak melayang karena tersisa efek kurang tidur kemarin malam.. dan lagi bicara mengenai cinta kasih serta bahagia diri, saya rasanya sudah cukup terlatih, tidak sulit melakukannya dan punya trik pribadi tersendiri yang seketika dapat mengaktifkan rasa tenang berbahagia, hehehe (agak pede).. jadilah saya agak curi-curi mengistirahatkan pikiran dan badan pada saat duduk manis.. ^^”

Pada saat siang hari, pikiran sudah agak segar dan sudah bisa menganalisa lagi. Saya merasakan proses hari ke-6 ini adalah proses yang sedikit menyerupai proses self-suggestion yang kuat.. dengan ucapan berulang kali “Semoga Saya Berbahagia”, “Semoga Saya Berbahagia”, “Semoga Saya Berbahagia”.. diharapkan pikiran bahagia ini dapat masuk ke dalam bawah sadar peserta tapa dan membuat para peserta lebih fleksibel, penuh keikhlasan hati, dan ingat mengutamakan rasa bahagia selalu dalam menghadapi naik-turun atau beragam warna kehidupan.. proses pengucapan dan perasaan berulang ini kalau boleh dikatakan ingin dijadikan sebagai sebuah kebiasan alamiah, atau reflex tubuh dan pikiran.. sehingga prosesnya yang saya lihat adalah : words (kata-kata) –> habit (kebiasaan) –> character (karakter).. Bagi banyak orang atau mayoritas orang, menurut saya ini adalah hal yang baik-baik saja dan positif, karena lebih mudah dilakukan dan kalau dilakukan bermodalkan ketekunan mungkin saja bisa betul-betul merubah karakter diri, dan dengan demikian juga akan mengubah nasib hidup ke depan.. Namun saya mengenali diri sendiri dan mengetahui bahwa metode ini tidak cocok dengan saya secara pribadi.. pertama-tama saya tidak akan mengatakan kata ‘semoga’ karena kata ini membawa energi bersifat pengharapan, pengharapan akan suatu kondisi yang akan terjadi dikemudian waktu nanti.. sejak mengalami realisasi diri di negeri sakura 2010 silam, saya telah memahami dengan mendalam apa itu bahagia dan bagaimana seni hidup bahagia sejati, dan bukan saja memahami tetapi juga menyatu menjadi kebahagian itu sendiri, pengalaman ini juga telah saya tuliskan cukup panjang dalam tulisan pada tahun 2011 silam.. sehingga sekalipun memerlukan kata-kata afirmasi, maka kata-kata yang lebih tepat saya ucapkan dalam hati adalah “Saya Bahagia” atau “Yah, Saya Kebahagiaan”.. saya paham kedua kata tersebut cukup berat untuk diucapkan dengan penuh keyakinan, membawa energi ‘tanggung jawab / kredibilitas / integritas diri’ yang tinggi, dan apabila kata-kata tersebut diucapkan namun individu yang mengucapkannya belum benar-benar merasa bahagia maka akan timbul rasa denial atau penyangkalan / membohongi diri sendiri, rasa bahwa hal ini tidak tepat untuk diucapkan karena pada kenyataannya saat ini belum betul-betul bahagia.. timbulnya rasa penyangkalan diri ini berpotensi untuk menghambat menumbuhkan rasa cinta kasih diri dalam diri sendiri, dan dengan demikian maka lebih aman kepada para peserta untuk mengucapkan “Semoga Saya Berbahagia” berulang kali dengan energi rasa tanggung jawab yang lebih ringan dan bersifat pengharapan positif..

Jadi apabila dalam tapa 7 hari ini dikembangkan : words (kata-kata) –> habit (kebiasaan) –> character (karakter).. namun metode yang saya sarankan bagi para pencari kebenaran atau efek lebih permanen adalah masuk ke lapisan terdalam and meet your destiny maker : pemahaman sejati (wisdom / right thoughts) –> words –> habit –> character… hmmm… hmmm… ini tentu saja lebih mudah diucapkan daripada dilakukan, ya.. ? Iya betul lebih mudah diucapkan dan berteori, tetapi sulit untuk melakukannya.. namun apabila dilakukan dengan pencarian tanpa henti maka harta karun batin itu pasti akan ditemukan, dan apabila telah ditemukan maka segala ucapan dan tindakan akan mengalir dengan alamiah tanpa pemaksaan, tidak akan ada konflik batin antara apa yang dipikirkan dengan apa yang dirasa dengan yang dilakukan, akan akan ada perasaan emosi negatif yang harus dilawan dengan afirmasi kata-kata positif, dan tidak akan lagi dengan mudahnya terseret dalam derasnya emosi serta pikiran negatif yang berseliweran di kehidupan duniawi sehari-hari kita..

 

“Watch your thoughts, they become words;
watch your words, they become actions;
watch your actions, they become habits;
watch your habits, they become character;
watch your character, for it becomes your destiny.”

 

Pada sore hari H-6 noble silence atau pertapaan tanpa bicara telah dibuka, sehingga pada saat makan malam terakhir semua para peserta tapa terlihat begitu bahagia saling berkenalan dan bertukar cerita.. jeda waktu istirahat dirasakan menjadi sangat singkat karena begitu senangnya semua peserta tapa bertukar pikiran.. saya sendiri berbicara dengan group bapak-bapak dan beberapa membicarakan efek positif kesehatan yang telah mereka rasakan dan dapatkan..

FINAL DAY

Pada hari H-7, sesi meditasi pagi hari adalah sesi meditasi terakhir, suasananya begitu menyenangkan dan sangat mudah untuk mengembangkan rasa kebahagian dalam diri karena lingkungan yang begitu kondusif.. kami juga diberitahukan bahwa pagi hari ini akan ada bhikkhu asli, iya bhikkhu asli yang sehari-hari melakukan petapaan siang-malam dan tinggal di kuil kuno sekitar, yang akan melewati tempat tapabrata kami, dan cukup jarang hal ini bisa terjadi bertepatan dengan berakhirnya sesi tapabrata serta dianggap sebagai kebetulan yang membawa berkah.. maka beberapa yang ingin menyumbangkan sesuatu bisa mendonasikan kepada bhikkhu tersebut, bhikku tersebut menjadi sarana untuk berbuat baik.. guru meditasi pun sempat terabadikan berpapasan dengan sang bhikku..

guru meditasi dan sang bhikku

 

 

Pertapaan 7 hari sudah mendekati babak penutupannya.. sebagai penutupan siang harinya kami semua diajak ke suatu tempat petapaan yang saat ini sedang dibangun di tengah-tengah pulau Bali yang diberi nama Forest Island.. tempat seluas 2 hektar ini dikelilingi oleh jurang / lereng kecil dan dikabarkan memiliki energi geografis bumi yang sangat kuat dan sangat cocok sebagai tempat bermeditasi.. saat ini sudah beberapa rumah joglo yang dibangun dan juga ada area bermeditasi spesial yang akan saya ceritakan sesaat lagi.. saat saya keluar dari kendaraan, saya memang merasakan sesuatu / feeling yang berbeda di tempat Forest Island ini, kemudian mata saya tertuju pada suatu pohon besar dengan banyak kursi disekitarnya..inilah area spesial itu, rupa-rupanya dijelaskan pohon ini adalah pohon bodhi dan bibitnya diambil langsung berasal dari India, dari pohon bodhi yang sama saat Sang Buddha Gautama mendapatkan pencerahan ketika bermeditasi 2500 tahun silam.. kelak para peserta tapa akan bisa bermalam disini dan bebas duduk bermeditasi dibawah pohon bodhi yang sama.. membayangkannya saja tentu sudah memberikan sensasi yang berbeda bukan..😉

pohon bodhi dan tempat meditasi

 

oh ya, tidak jauh dari lokasi ini saya bertemu dengan biksu orang Barat yang juga sedang dalam pertapaan di area Forest Island ini, kesan yang diberikan semacam bertemu dengan Ajahn Brahm yang jadi pengarang buku “Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya” yang sadar dengan berbagai cerita bijaksana.. tampaknya tempat ini memang kelak akan menjadi salah satu pusat pertapaan di Bali atau Indonesia.. Sesi terakhir diisi oleh berbagi kesan oleh para peserta selama 7 hari tapa ini.. ada yang bilang 7hari ini hanyalah penderitaan / suffering, hehehe.. ada yang menyampaikan kesembuhan yang secara nyata dirasakannya.. ada yang menyampaikan perubahan cara pandang menjadi positif secara drastis dalam dirinya.. dan berbagai kesan lainnya.. dan tentu saja akhirnya tiada kesan terabadikan tanpa foto bersama bukan, hehehe..😉

foto bersama

 

Kesimpulan :

*) Bagi yang ingin merasakan dan mendalami Common Wisdom, maka saya rasa sesi tapa 7 hari ini akan bisa sangat membantu dan sangat saya anjurkan untuk ikuti, namun bagi para pencari kebenaran yang lebih tinggi rasanya kurang tepat untuk ikut di tapa paling dasar ini.. bagi saya sendiri tapabrata 7 hari ini membantu memperkuat pemahaman konsep-konsep abstrak yang telah saya lakukan / lakoni hingga saat ini, ibarat membaca manual guide setelah mengetahui praktik dilapangan yang tentunya pemahaman keseluruhan menjadi lebih utuh lagi..

*) Sesi tapa 7hari ini cocok bagi individu yang betul-betul ingin menyehatkan badan.. Bayangkan selama seminggu melakukan siklus istirahat atau tidur yang sehat (tidur cepat – bangun awal), makan vegetarian dan buah-buahan yang akan membersihkan racun-racun dalam tubuh, serta terhindar dari berbagai pikiran pekerjaan / tuntutan yang menyita pikiran, emosi, serta energi.. serta sesi meditasi rutin yang membantu menyehatkan badan..

*) Serta bagi praktisi meditasi pemula yang ingin belajar bermeditasi atau merasakan apa rasanya meditasi dengan fokus tentu saja sangat cocok, ada banyak kesempatan untuk berlatih sikap duduk – nafas – pikiran – dan tekad yang tepat, disertai lingkungan yang sangat kondusif dan membantu memperkuat tekad..

Saya sendiri sedikit lega karena merasa telah menuntaskan rasa penasaran akan rencana tapa 10hari di Kyoto yang tidak terjadi tahun 2011 lalu.. tentu saja juga ada perasaan telah melanjutkan inner journey yang sempat terhenti sejenak sejak bertahun-tahun lalu, dan jadi memiliki landasan pemahaman dan pengalaman yang lebih utuh lagi untuk meneruskan melakukan perjalanan kedepannya.. semoga kedepannya akan banyak meneruskan perjalanan batin seorang diri ini lagi..

Sekian ‘sharing santai’ nya.. semoga sharing pengalaman ini berguna bagi yang membacanya.. dan doumo arigatou atas kesediaannya membaca tulisan yang tidak begitu singkat ini.. kepada para pembaca yang berhasil menamatkan sharing ini, ditunggu dengan sangat comment & kesan pesan panjang x lebar x tinggi nya (kesan lengkap dan detil)..😉

Semoga Semua Hidup Berbahagia

Handoko Luo

Oct 2016

Sun’s Halo

Leave a comment

At Bangka Island, an island located at mid south east of Sumatra Island – Indonesia, 18 August 2012 – 11.40 local time, the sky was bright and clear, a rare phenomenon occurred. It was a sun’s halo, a rainbow-like ring around the sun, the ring was so big that you need to move your head to see its full ring..

The phenomenon surprised many local people, made them stopped their vehicles and captured the sight by their mobile phone or cameras.. many of them couldn’t capture its full ring because its radius/diameter was so big..

Apparently the ring was created from interaction between the light and water crystal in the sky.. Point your thumb to the sun and open your index finger 22 degree relative to thumb, theoretically it’s the diameter of the ring..

Impression :
It was so huge, bright, and colorful.. Never in my life I watched that phenomenon in front of my own eyes directly.. Simply breathtaking ! My uncle who is aged more than half of a century said it was his first experience to watch it directly..  The ring was so huge and colorful, although it was a natural phenomenon, surely it had a magical feeling in it.. as if the entire island was covered by huge ring above..  I don’t know whether I can see it again for the second time.. the trip this time left an unforgettable memory..

How To Create The Photo :
I was accidentally there too and trying to capture the phenomenon by my camera. I immediately set my lens to 18mm (at 1.5x cropped sensor), and pointed it to the sky. To my astonishment, 18mm (correspond to around 75 degrees field of view in my camera) couldn’t capture its full ring beautifully.. :O 18mm / 75 degree FOV was sufficient to capture the ring up to its border, but it was too tight and leave no space at up and bottom of viewfinder.. As I noticed this, I changed my normal lens immediately with wide angle lens (10-20mm) and finally able to capture it with enough space at up and bottom.. Since it’s the sun, lowest ISO and fast shutter speed can be attained, giving excellent image quality without tripod..  hehehe..

Since I was away from city and proper internet connection at that time, I waited departure from Bangka Island and back to big cities to share the photo.. Quite a holiday, quite a memorable experience.. I know this natural phenomenon often occur at many places all over the world, but it’s still unpredictable when and where..  you still have to try your luck to get first experience of it and if you do get it, believe me, it’s felt magical..

*moral of the story –> bring your camera and lenses anytime.. you wouldn’t know when miracles will happen.. when you’re ready and it happens, then you’re on the right time and at the right place..

– Handoko luo, Aug 2012

Lesson 0 — Hold Your Camera Properly

2 Comments

Welcome to the Learning Corner ! This is my first post in this photography learning.

Introduction

When people telling me that they do not know anything about photography, and want to learn it from the most basic thing, this is the first thing that I always tell them before anything else, regardless their cameras/lenses — Hold Your Camera Properly. This principle can be applied universally to every form of camera : handphone camera, small & compact camera, big DSLR camera, anything. Hence, it is a fundamental lesson in every form of photography..

I remember said this as the first lesson to someone when she got her first DSLR camera, then she was surprised and said to me : “ohhh, you’re kidding me..” and I said, “No, I’m not..” with a big grin on my face, he3..😀

Sounds like a silly idea, who need a simple lesson about how to hold a camera ? just grab it, and press the button, that’s all, right ?! Right, but as simple as it may seems, the missing link is : grab it properly, and press the button properly.. and what I mean by properly is, as steady(still/stable) as possible..

The way you hold your camera and press the button will affect your image quality forever, especially your image sharpness.. so if from now on you really want to learn how to take / produce a sharper photo (and be a better / more skillful photographer also), using any camera, you have to be aware about this fundamental thing.. it is so important that I call it as Lesson Zero.. 😉

BASIC EXPLANATION

1) Every camera need time to record the light (called as : shutter speed) , this can be as fast as blink of an eye in bright condition (1/500 second, for example) to as slow as your breath in dark/dim condition (1/2 second (o.5″), for example).

2) In that duration of time, if there’s any movement (mostly from hand), it will introduce blur. The result is a less sharp photo than it potentially can be.

And getting stable/motionless hand-held shot is near impossible, due to human biology system (heartbeat, breath, internal vibration, etc).. and if you doubt, let’s do a simple experiment to prove this, seeing is believing, they say..😉

Experiment –> grab a laser pointer and point it to a wall.. you’ll see that the laser spot is not stable, but slightly vibrating.. or grab a pencil/ballpoint, point it above a paper but do not let the tip of your hand/pencil/ballpoint touch the paper, just slightly floating above the paper without touching it, and stop  !! tell your hand to stop.. try it again.. stoppp.. !! (kinda like a psychic concentration training !?) Observe your hand, try as you may, you’ll see that you’ll not be able to make it completely stop (at least while you’re alive )

Effect from this small hand movement is not obvious in bright condition (fast shutter speed) and wide angle shooting (zoom out shooting), but become obvious in dim condition (slow shutter speed) and narrow angle shooting (zoom in/telephoto shooting).. However, in each cases, it is better to recognize this small movement, and minimize it affecting our image quality (sharpness).. usually there are general cases related to this small movement blur..

a) You took a photo, it seemed fine/nice/good on your camera display (LCD review screen), but when you transferred the photo into your big computer screen (or upload it to a website in a size bigger than your camera LCD screen), you were disappointed to see your photo now looks slightly blurry / less sharp than you thought it would be (because it was good/great on LCD screen)..  and you were wondering why is that..???

b) Your friend borrowed your camera to take photo(s), and after he/she returned the camera to you, and you checked the photo(s), you were confused/surprised to see that the photo(s) your friend took are sharper than you normally can take/produce.. and you were wondering why is that.. ???

Well.. for both cases above, the problem is the man behind the gun..😀
the difference can be between seems good to really good photo, seems sharp to really sharp photo..

Solution

Now we’re moving to solution part of this topic. The premise is, it is impossible to stop our hand completely. Right, so hand-held shoot is always less than ideal, you will need stable platform (such as tripod or table) do to that ideal shooting. So, the idea is to minimize the vibration / movement, as stable as one can.. There are many ways to do this, but the essential lesson is to be aware, to pay attention every time you take a camera and press the button..

There’s no absolute single solution to this hand-held shooting problem, what work for me maybe do not work for you, vice-verse.. so you have to find your own personal and most comfortable shooting style for yourself.. find the best for yourself, but do pay attentions to these things..

*. Be aware of your body gesture and hand position — is it more stable for you to use one hand, or two hands is better ? is it more stable if your elbow are floating, or your elbow are touching your body (chest) ? usually body contact is more stable way to do this.. is it more stable for you to hold the camera firmly and strongly ? or just hold it gently ? you can try it..

*. Be aware of your breath rhythm and your body vibration — is it more stable for you to hold your breath while pressing the shutter button ? or maybe during/after you inhale ? or during/after you exhale ? breath slowly and see what is the best way for yourself.. your awareness of your breath indeed will make a difference..

*. Be aware of your finger when pressing the shutter button — don’t use too much force to press the button, instead press it gently, as gentle as possible, because too much force will introduce unnecessary vibration to your camera.. while pressing the button, you also can leave your finger there (still on the shutter button), until the camera finish its job recording the light.. and check which part of your finger give you more stability, the tip of finger ? or slightly behind the tip ? or side of your finger ? slight vibration from your finger can ruin image sharpness..

“Special Homework”

not a homework actually, he3.. but you can spend some time (several minutes or hours perhaps) if you really want to have a better and solid understanding in great detail about this fundamental lesson.. for those who want to know more, I suggest you to do these things below..
1) google –> search image –> type “how to hold a camera”, you will find endless illustrations and explanations how to do this in detail, according to your type of camera (compact or DSLR), read it one by one..
2) take your camera, try it and practice it, and observe the differences in detail (important : inspect the photo using zoom feature in your review screen/computer)..

Closing Words

*) Do not ever skip this fundamental and foremost lesson (lesson zero, lol).. mastering hold-a-camera-properly is the best and cheapest way for you to get a sharper hand-held photo (≈ to be a better photographer) without buying new camera/lens/using editing program.. it is a way to get the most out of your camera and lenses, thus affecting your image quality forever..

*) The essence of this topic is all about awareness.. be more aware of your body, of your breath, of your mind, of your camera, of the result you will produce.. be authentic as you can be, you don’t need to follow other’s way, find the best way for yourself and master it..

*) Anytime you forget or need to remember about this, you can always come back here.. feel free to put any comment / feedback, I’d love to have an open communication..😉

be aware of how you hold your camera and press the button

Thank you for reading, and my warmest greetings to you..
— Handoko Luo, Jan/2012

Memoir of Japan

Leave a comment

come.. come..
this is the place that you always dream of..
the place where you want to fulfill your dream..
the place where you want to know how far you can go..

you know you will face many challenges..
and you know you will be alone again..
but you say you have to keep walking..
because it is only a battle with yourself..

you sealed the past and run away from it..
start a new blank page might be better, you said..
with hope that the everything can be forgotten as time goes by..
and the new future will bring the happiness to your door..

what you do not know is..
inside your greatest pain, there is your greatest teacher..
and the future can be as flexible as wind..
and it is not a battle with yourself.. it is a reunion..

then there you are.. finding yourself disconnected..
as if you are on your own solitary path..
as if your screaming echo hit nobody but you..
and you are wondering if you should follow the crowd..

you are wondering where the road might lead you..
wondering is it a real road for you.. or just a fantasy..
but no one can tell you.. they do not see what you see..
and you keep hearing that gentle whisper calling you..

tormented between fear and hope..
between the sealed past and the promising future..
try as you may, you can not find the answer..
and you keep hearing that gentle whisper calling you..

you are afraid.. but you decided to go..
because you are tired guessing.. and struggling..
because you are tired fighting.. and slashing your sword..
without knowing the real meaning of your own journey..

and you do not know..
that the path that you have chosen..
is the path where you will meet me..
the path that will change you forever..

as you go, you are shocked to your core..
by your own discoveries and realizations..
you can’t believe it to be true..
but it hit the bell in you.. and it ring true..

it seems impossible and unimaginable before..
way beyond your reach to grasp it..
but you have grown enough through the journey..
enough for you to understand the whole picture..

so finally you found the missing pieces of your life..
the puzzle pieces that fit together in harmony one by one..
making a very beautiful weaving..
of the tapestry of life..

you found the light in the darkness..
you found the darkness in the light..
and you realized how they are just identical twin..
that keep dancing, playing, reflecting, loving, and together forever..

the beautiful things that you loved and treasured so dearly before..
the ugly things that you hated and fought so hard before..
now show themselves as projections and illusions..
when you have the realization.. the illusion of life has been broken..

as you do this, you heal the sealed past..
and realized there’s really nothing to forgive.. and be forgiven..
no longer your future is fixed on your sealed past..
the past and the future meld together in the now moment..

it fill you with the joy of life.. a feeling of complete..
so happy that you’d call it as a bliss..
because you can see how perfect everything is..
how lively and sacred everything is..

there is an explosion of joy inside.. to celebrate and to share..
for how can you do not laugh at the entire cosmic joke..
and how can you do not share it to other..
so you choose visual way as an expression.. and to tell that to the world..

at this point.. you have chosen a new way for your life..
filled not only with information, but also consciousness and feeling..
the philosophy is dead.. and replaced by experience and wisdom..
the old circle is closed.. and the new adventure is begun..

time goes by.. and here you are now..
it is time to say goodbye now.. and say thank you..
it is time to honor everything.. and smile at them..
it’s been a wonderful journey here.. isn’t it..

it is a place where we had our reunion..
it is a place that you will never forget..
who knows we will be here again..
to unfold another story of life..

so let’s cherish the moment now.. like a saying goes..
the music has ended.. but the melody is linger on..
everything here are gone.. but the melody is linger on..
honor and gratitude.. to those who have crossed the path together..

Welcome Home..

‘I Am’
— 2011/12/24

Finding Your “Photo-Groove” — Your Own Unique Style

Leave a comment

*A brief yet wonderful article from Digital Photo Magazine, August 2011. This article speak on a deeper level, and I do agree with it, such feeling is indeed true.. make us feel so alive, and free to express ourselves.. what we got in return : the photographs that sing of what we absolutely love to do.. when you lose yourself in your art, your photographs will reflect that undeniable feeling of shooting your bliss..😉

=========================================

Finding Your “Photo-Groove” — Your Own Unique Style

I got an email the other day asking me my opinion about how photographers find their own unique style of photography. Does one happen upon it eventually, perhaps even unknowingly after a certain amount of time behind the camera, or should one have a vision in mind and work to achieve it ?

It’s a really good question, one that has come up a number of times, and although I don’t think there’s any tried-and-true way to approach it, I do have my suspicions. I know that over the years I’ve gone in and out of phases with my own work. I’ve seen my own preferences and personal tendencies ebb and flow like a creative tide. I’ve been both thrilled by my work and terribly disappointed by it. That’s only natural. But one thing is for sure : I absolutely, positively know that my most favorite images are those that come from shooting what I really and truly love.

Allowing yourself to shoot whatever moves you, regardless of the reason or the outcome, can help you to focus on what your true photographic passions are. You can feel when it’s right, when you lose yourself in your art. And, most likely, your photographs will reflect that undeniable feeling of shooting your bliss. I’ve found this to be true in my own work.

And, yet, if I really thought it was that simple, I’d just tell you to shoot what you love, and the rest will follow. I know from years of doing this for both a profession and a hobby, it’s not always that easy. Being an artist of any kind takes more than just passion. Even amid great satisfaction and unspeakable joy, there are nerves and frustration, disappointments and self-doubts to battle.

Being a photographer takes time, energy, perseverance, patience, and internal force that drive you to want to keep going, keep challenging yourself, keep learning, and keep expressing your own point of view. That stuff never goes away, and it can be very tiring.

But, when we get down, we get back up again. We move from wanting to throw in the towel to using that towel to dust ourselves-and-our-lenses off and return to shooting again, even when we feel uninspired or disheartened. We love what we do. We couldn’t stop even if we tried. It’s that kind of determination that, along with our passion, can keep us capturing the kinds of images that matter to us and the kind that are ours alone.

When you’re in your “photo-groove” you know it. And when what you get in return are the photographs that sing of what you absolutely, without a doubt love to do, you can’t hide it. That’s when you see your imagery shine, and that’s when you notice your own photographic uniqueness emerge.

by Tracey Clark of Shutter Sisters

Happy 25th Year — a wonderful spiritual journey of life

Leave a comment

Another year has come, I really celebrate this day deep down inside.. this particular month always make me stop for a moment and do a deep contemplation.. this is also a beautiful reminder to myself in the future..

This one year is really a processing and integration year for me.. started almost exactly from last year, it was totally amazing.. invaluable and immeasurable.. it started when I stop for a moment from absorbing-daily-activities, when I began to question things that I’ve never questioned before, when I felt all of the old beliefs didn’t seem to be so true anymore, when I had the feeling there’s a greater way, but I didn’t know what that is.. when I had the feeling there’s a whole new level of living and understanding but didn’t know how to get there, and when I gave a message totally from my heart, from the truest part of my being saying “I’m ready..” and yes it occurred afterward through synchronicity.. this process shifted my core beliefs about everything in this world.. during that process, my old world was totally shattered, it made me miserable and it brought me the fear of change, trembling alone from the core.. it was very emotional and at times very dramatic.. it was such overwhelming changes.. I’ve been trying to figure it out in my mind, and analyze it, but couldn’t.. the remained option was only to feel and experience it.. I didn’t know what was it’s going to be.. but there was a feeling, there was a voice of trust that I have to dare myself and to experience it.. it was like revelations of everything inside the dark room of my old world..

and in the end, I accepted and acknowledged the change as a real part of me.. it is no longer merely abstract concepts or words, but it’s integrated within me as a new way of life to stay on this Earth.. the way I experience my reality from now on.. I looked back, and I know it was like a change of new operating system of myself, totally new perspective of everything.. it’s a goodbye to my old consciousness as I have known it, a death of old consciousness.. it provided new space for new consciousness to come in..

within this 1 year, the most profound revelations were..

*. Duality / Yin – Yang — represent the understanding how natural order of things work.. represent interaction of two complementary opposite energies which cause everything to happen, that we’re experiencing everyday in our life, including every emotion.. what humans have been experiencing in their life, what they have been observing all around them has been duality of light and dark, right and wrong, good and bad.. I too have lived with this constant conflict of light and dark, good/bad, masculine/feminine, positive/negative, villain/victim, of dynamics of opposites.. this duality is really about separation verses unity.. on earth, it is when human beings divide themselves by applying term ‘a good person’/ light side, or ‘a bad person’/dark side.. by saying ‘this is good, that is evil.. I welcome this, I hate that..’ but then I realized that things are co-originating, intertwined, and mutually defining.. existence and non-existence co-create each other.. there’s no light without dark, there’s no happiness without sadness, there’s no friends without enemies, there’s no bravery without cowardice, there’s no pleasure without pain, there’s no love without hatred, there’s no life without death, there’s no creation without destruction, there’s no positive without negative, no ‘light’ side without ‘dark’ side.. vice versa.. the opposite aspects are not enemy, they’re always together.. they are not meant to fight and annihilate each other.. in order for one to exist, the opposite must exist.. they are reflection of each other.. what is called as negativity and darkness is an inseparable part of the reality, it is not a ‘cursed’ part, but it is a ‘blessed’ part that give a depth to the whole experience of a being.. this wisdom and realization brought me a feeling of harmony and appropriateness of life.. it was the first deep understanding about life and reality..

*. Transcending Duality / Nondualism / Christ Consciousness —  from duality to oneness.. oh, it was really hard for me to understand this before.. it was out of logic, and beyond the mind.. after seeing those opposite sides are reflection each other, then I realized they are two sides of a very same coin of reality, facets of the very same diamond, they’re two yet also one.. as a saying goes, “emptiness is form, form is emptiness”.. they are illusions of reality.. the opposite sides, light/dark – positive/negative – yin/yang, they are really not meant to fight each other, they are meant to be integrated together, to be melded.. they are like two lovers sharing an experience together, committing to be together forever, to be in service and love each other unconditionally.. they’re not only co-create each other, they’re same.. this understanding greatly changed my perspective about life, it really shocked me to see how I played this game of illusions on earth, without realizing that what I praised and what I cursed were the very same thing.. what I hated and loved were the very same thing.. the divinity that I looked for was located inside the darkness.. the answer to my prayers, has always been right there, hidden behind the things I didn’t like about myself and the world around me.. the darkness is my divinity, the divine is the darkness.. they emanate from the same source.. they are same.. it is the reality of what light and dark energies are.. it is just a game of duality.. this duality, illusions of reality, keep human beings from seeing who they really are.. oh, since this realization, I smiled and welcomed those opposite sides into my life.. the duality of life, they evaporated.. no longer there is separation.. now, they’re integrating and dancing together.. no longer term ‘good/bad’ can be applied.. no longer there’s a need to fight for one side.. there’s no reason to fight anymore.. there’s no reason to struggle anymore.. I put down my ‘righteous sword’ to fight for one side and become part of both sides.. that I am a Warrior of the Light, and Warrior of the Dark as well.. as I realized this, I felt the real beauty and the real art of the human experiences, the beautiful weaving of duality – the weaving of the tapestry of life.. now, it just is.. it was just a profound knowingness beyond definition.. this insight expanded to a feeling of oneness in all universe.. as inseparable part of universe, the consciousness within all universe.. this feeling of interconnectedness really amazed me.. long time ago, I thought it was a just an abstract concept.. but even until now, it’s still an ineffable realization, can’t be put into words.. all are connected.. all is one, all is different..

*. There’s nothing to forgive and be forgiven.. because there’s no bad things, there’s no mistake at all, no one made mistake, so there’s no victim or villain.. there’s no villain, there’s no victim, then who is apologizing and who is being given the apology? who is there to apologize to, and who is there to forgive?.. no one can be blamed anymore.. all is innocent, no matter what action is taken.. everything is just IS.. I understood that guilty feeling is not needed anymore.. anger is not needed anymore.. anger is imbalance, getting angry is not natural emotion for a human being, love is.. this is a matter of the heart and the heart alone.. this is, really a huge leap of understanding and consciousness for me, a direct practical result from integrated duality.. really a profound shift of perspective, shift of perception.. this realization suddenly made all of my emotional pains as a victim and guilty feelings as a villain disappeared suddenly, naturally and totally disappeared without struggling or affirmation or denial.. those bitter emotions were transmuted suddenly into big joy, and bliss.. what was a deep pain, now it is really a precious jewel of experience.. what was an undesirable trauma, now it is a laughable experience.. it’s like letting go of the past, free from burdens of the past.. it made me realized that emotional pain is really just an illusion.. I was the bad guy or the victim, but when I realized they’re actually one same aspect, that actually I was both of them, and that actually there is no villain and victim, then what is the reason to be angry or guilty ?! when the reason was lost, when the reason to blame (someone or self) was disappeared, guilty feeling and anger were naturally disappeared, they’re not able to be exist anymore.. the illusions are dissolving.. imagine, a day when you can’t see any fault at all in everyone, when you really fall in love with everyone you meet and think, no matter what they do they will never be able to make you feel down because you understand the illusion game, when everyone seems perfect in your eyes.. at that moment, I really wanted to hug all people without exception and share this art of happiness, actually more than happiness – it is a bliss.. this wonderful understanding alone was enough to make me remember this whole process of transformation.. but I also realized, without a deep understanding about integrated duality, many people will insist there’s still a need or a reason to hate someone or feel guilty, then indeed this concept become really difficult to be shared to others..

*. Religion, it start to cease naturally when I realized there is no separation.. there’s no more struggling about human, religion/beliefs, and ‘the divine’.. some call it God, Source, Spirit, Brahman, the Intelligent Force, Cosmic Consciousness, the One, the absolute, the Tao, the Universe, and it doesn’t matter what it’s called by human.. there were the search for it through attendance, through joining, through worship, through doctrine.. but, ultimately there’s no separation between ‘lowly human’ and ‘divine all-that-is’, they’re one.. there’s self-awareness, human’s divine nature, and divine nature within all things, as trinity aspect.. this understanding has been achieved millenniums ago and misunderstood many times in the past, even until now.. there’s no sin or sinner or salvation, there’s no judgement at all afterlife, the day of judgement is not exist — no reward and punishment as most humans would believe, even for the most wicked one who killed millions.. there is only unconditional love and understanding, not a distorted love and limited understanding based on concept of good and evil, sin and virtue.. concept of good and evil is just the duality set-up within planet Earth for the sake of experience to be a human being and has nothing whatsoever to do with the divine culture.. heaven and hell is inner state of mind, not a place afterlife, it’s metaphor for reflection of inner state to the reality, it’s within self and can be experienced anytime.. even the fallen angel is the metaphor of a human being who falls from their mastery with choice.. religion is not an issue, for the core is all the same as given by the creators of every major religion on Earth, buddha(siddharta) – jeshua(jesus/isa) – muhammad, and others.. all have the same core message to share.. behind every their words, the core is same, it’s about unity, wisdom, and love for ‘the divine’.. and ‘the divine/creator-self’ doesn’t care how human-self get to that place of reunion, it is a loving ‘Source’ and it is beyond separation of races and beliefs.. human being often put ‘god’ in a box and separate themselves, but seldom look and realize that ‘god’ is in all the boxes, there have been miracles in all of them, there is the very same family there.. all is divine and pure.. everything is sacred when eyes see the sacred in all.. without words, without thoughts or rituals or worship of any kind, without the binding of ‘holy book’.. they’re no longer needed.. the way that all religious texts/scriptures on Earth were written is through channeling, by human beings and their natural connection with their spirit aspect, and it is without any label at all.. everyone is unconditionally loved, wholly and completely loved and will be forevermore, regardless any actions or beliefs.. this whole realization was the most difficult part of this process for me, it also made many people around me stay back in fear and be alarmed.. it shattered my world and it brought a great fear to the surface just to look every core beliefs that I had, and it made me stirred by great emotions and weep deep inside.. yet, I couldn’t deny the release and tremendous liberating feeling, the vibration that could be felt over and over again, the feeling of pure unconditional love that came along, and other indescribable feelings as this moment happens.. no longer can I put my identity into a particular religion.. no longer I search which path is true and which path is false.. it was the end of searching, the end of struggling about ‘human self’ and ‘divinity’.. it was like a revealed essence and made all of my conflicts about religion disappear, it was like the puzzles were connected each other and showed a big picture about journey of humanity in order to search re-connection with ‘the divine’..

*. Love – the essence of love.. in the past, I was puzzled by this feeling, I said it to other being with my limited understanding about it.. sure it is a concept that can only truly be felt and can never adequately be expressed in the written word..  but now, I understood it’s not merely a word that is associated only with a comfortable feeling inside the heart, or simple word that can be used easily without understand its essence.. in its core, it is the highest vibration and joy, the vibration of universe.. it is a vibration of peace when you totally accept the other person for what they are, when you totally accept yourself for what you are.. it is an acceptance of everything as they are.. it is a joy of being.. of Being Love itself.. it is the true nature, it is the divinity, it is the Oneness, the loving ‘divine’ and has no agenda.. it is an understanding.. it is compassion.. it is a wisdom.. it is a knowing from within.. Love need not be directed at anyone, is it the Source loving itself, emanate from within and permeate all things.. Love is more than just a word, it is way of Being.. and it begin within self, for without self-love, one can not know what true love can be.. love based relationship is not about gender or sexual preference or physical contact.. it is about sharing the divinity, the inner balance of masculine and feminine energy — not about gender but about consciousness and energy..  love based relationship is not based on neediness and lack, mutual exploitation of give and take, fear of future or worldly needs.. there is no agenda, there is no investment, no business or stipulation involved.. it is not about searching the fulfillment from another that will fill the void within, it is not about searching the other half.. because every human being is complete, there is soul-mate within.. the relationship is spiritual and heart-based, rather than physical attraction and emotional bonding.. it is based in feelings, compassion, connection, mutual respect and support.. love based relationship is not competitive, jealous, or possessive, if these feelings are there, know well there is not love, because the product of those things is pain, and it is not love, it is just misunderstanding about love, done in the name of love..there is sharing and caring, yet both partners will be independent and self-reliant within themselves, there can be no co-dependency.. there is commitment and trust, and trust has to be a state of your being that you are loving, that you are trusting, it has no relationship with your partner, that whatever happens your loving and your trusting will remain the same, that you trust his/her freedom, intelligence, loving capacity whatever he/she choose for himself/herself.. in this way there can be no word ‘deceived or betrayed by someone’, it can not be, because there is no control and agenda in love, yet there is deep compassion and wisdom.. the relationship will be deep and meaningful.. Love surpasses the duality, it is beyond the role of ‘the lover and beloved’, beyond ‘the masculine and feminine’..  This realization opened my heart to everything.. before this, I understood love up to a certain point, but this deeper understanding of love greatly remodeled all my previous thoughts about it and greatly changed how I view all my relationships, with my self, with partner, with everyone and everything.. this realization enabled me to experience what the unconditional love mean is.. the overflowing emotion that has taken place is really wonderful, it is beyond words..

*. Vanity of indulgence in worldly desires — the eye has never enough of its seeing, or the ear of its hearing, thirsty for riches/money, indulgence in sexual desire, desires for fame, greediness for power will never be satisfied.. all is vain.. it always want to be fulfilled, but limitless.. indulgence in sexual desires can satisfy only the body and it’s temporary, but never pleases the soul.. power is addictive and exhilarating, but it is also an illusion, there is simply energy and it is not measured by how much of it we can contain or control, it is not to be used against another, not to be accumulated and stored, not to be used to try to show others that someone is grander.. there is a new consciousness where power is not needed or wanted.. for many, having money is a measure of worth.. it is not financial worth, but self-worth.. they search it in form of riches..  same like many desires above, attachment in those desires make them are easy to be controlled.. it’s a hidden string to control someone’s life.. and whenever humans think they’ll feel a fulfillment because of these external things, they will certainly feel empty when they lost it, then they will search these external source of fulfillment again only to be disappointed and feel empty again when they lost it, it repeat over and over again until they have realized the vanity and stop the pattern.. it also took me a very long time to really experience this realization, now it’s no longer just a theory from ancient wisdom.. furthermore, this realization brought me to a deep feeling of content and balance, and released me from many attachments to the world.. oh yes it’s still okay to get the abundance, see what I want to see – like beautiful things through eyes, hear anything, feel the sexual desire, enjoy delicious food or luxury, etc..  but those things won’t be a control mechanism anymore for my life.. there’s an awareness that I can enjoy them in a beautiful way, but with a deeper understanding.. indeed, they serve human experiences, to some extent..

*. Have no agenda — another direct practical result of integrated duality.. agenda is having a specific desired outcome of a situation (e.g. like a desire of the way others behave), regardless in the name of the light or the dark.. it is the core energy of duality, because when someone have agenda, it energizes one of the elements of duality.. it limit the experience and hide the whole picture.. it’s like boulders in the river of life, blocking the natural flow of energy.. it’s also stated in very first chapter of Chinese ancient text – Tao Te Ching (道德經) : “Free from desire, you realize the mystery. Caught in desire, you see only the manifestation”  have an agenda towards one thing, and it has an equal and opposite energetic reaction towards the other.. when you place all the emphasis on the light, that also builds the dark, there will be yin for every yang, vice versa.. that’s why there’s no one side will be able to dominate another side.. it’s about integrate them and have no agenda, it also mean to bless and give freedom to something or situation that has been created by self.. never control it.. and never has expectation of it.. just letting things be as they are – they will find their own way to freedom and resolution.. when you try to restrict or control others, indicating a certain direction for them that you consider appropriate, then it limit your understanding of them and their understanding of themselves.. this perspective was really challenging, but it also lead me into an another new consciousness and realization.. no longer can I say, ‘it should be like this, it should be like that, you should be like this, you should do that, etc”, even it’s for the ‘good’.. everything has to be free, let it find its way, love it and honor it.. this understanding released me from lot of great anxieties, conflicts, and worries in daily lives.. including when I had to really release someone who really dear to me..

*. Everything — every human, every life form —  is exactly where they choose to be.. all is well in all of creation.. everything is perfect.. how true is this.. everything is as they’re right now, even if it looks like it’s a big matter, disaster, or even the end of the world.. everything is appropriate.. love them and honor them.. accept things as they are.. everything is not what it seems, there is another layer beneath a layer.. there hasn’t been a single wrong turn.. nothing done wrong.. no mistakes.. it’s just the awareness hasn’t been there about the true perfection of everything.. anything can happens, and it doesn’t matter.. this understanding is another implication of integrated duality, when I can no longer lay any judgement anymore that based on right or wrong.. based on acceptable or unacceptable.. it brought me a flow of inner quiet and tranquility.. first and foremost it brought a feeling of compassion for self — compassion for every experience that I have ever had that I’ve made in my life; compassion for every person – an understanding that they are making decision based on what they want to learn, experience, and share with others; and compassion to everything in this world – an understanding that there is truly nothing wrong with it, that every human has planned their own path.. Compassion is acceptance, it is the wisdom and the understanding that everything is appropriate, no matter how it appears on the outside.. it is also about honoring humans’ choice and about smiling on the homeless person, smiling on one who is handicapped or crippled, smiling on those who are rich and powerful, smiling on all.. not trying to change them and not feeling sorry for them.. to be there with love no matter what, even when they’re thinking about taking their own lives – or the life of another.. some people will view this as a heartless perspective, or even cruel.. how can you accept and stand still when there are so many chaos or ‘wrong’ things.. but it’s otherwise.. it’s very deep.. it is an understanding that everything is being chosen and acted out appropriately.. it’s the ability to honor and love unconditionally.. what was a matter for me before became doesn’t matter anymore.. it doesn’t matter.. it’s perfect.. there’s no more demand, expectation, judgement, or struggle to/with myself, others, and the world.. outer struggles only mirrored my inner conflicts.. when fighting with self and with the world are stopped, struggling with the illusions are also stopped..

*. and many other deep understandings, either esoteric or practical wisdom, about connectedness of human being – lively Gaia – whole universe – all there is, about evolution of the spirit, about emotions and feelings, about existence and non-existence of time, about a cycle of energy repetition called ‘karma’, about life and cycle life on earth, about everything.. each can be explained in a great detail of length or just by realization without words.. but all of those ‘esoteric terms’ are not needed when wisdom, understanding, and integration is achieved.. it is matter not whether those things can be proved scientifically or not, since the understanding effects are real..

life is even getting richer and deeper.. now there’s a depth in everything in life.. suddenly there was a burst of creativity and perhaps it’s expressed in my sudden exploration of photography until now.. and there was a ‘creative knowingness’, it was going beyond what my mind can perceived before.. it’s somehow like sensitivity increase.. eyes no longer only see the physical appearance but also into the depth.. voice communication  is no longer only words, but there is a package of feeling and whole information beneath it.. especially music, it’s no longer just melody and notes, but there is capability to convey a very feeling energy and consciousness that can take somebody beyond the mind.. the very same thing with picture and other forms or art.. it’s a media to convey the consciousness.. here, I learned that communication can be done in a way that is more profound than limited words.. much more than what can be understood by mind.. the essence is consciousness, awareness, sensitivity and feelings..

In the end, I had to release all attached labels to myself.. with the things that I used in the past to define my identity.. the identity of who I thought I was is leaving, along with it leave all of the energies and symbols of the old me.. the human name, yes I’m called by it, but that’s just a label given from my biological parent, that is the label to call my male physical body right now on Earth, that’s not me.. there’s a consciousness that I can’t identify myself anymore with family, job, religion, citizenship, ethnic, etc.. I will become ‘follower of a belief’ when formality need me to fill in the religion, I will become ‘a son from a particular family’ if people need an answer about my biological relative, I will become ‘someone with a job’ if they ask me my job, I will become ‘someone from a specific land, country, with specific ethnic’ if they ask me about my citizenship or ethnic, but those are just labels.. in deep within, my sense of belonging increased, from a part of biological family, to a part of an ethnic or belief or country, to a part of whole humanity and earth, to a part of everything.. no longer can I use labels to identify myself.. I will use them to explain myself to other people who still need it to identify someone, however I am not them.. no longer bounded to any separated labels.. it is a profound answer to a simple yet wonderful question, “Who Am I ?” furthermore, when I see all of this, it also greatly changed my view about humanity on earth.. now it transcends gender, belief, country-ethnic-language, or any labels..

for myself, I acknowledge this whole process as Awakening process.. the name or term is not important though, the experience and realization is important.. the process is challenging, can be deceiving, and can be beautiful all at the same time.. “Am I crazy?” is often the top question of a person who’re going through this process.. it’s also really difficult to explain this to others.. so people can say I’m being delusional or getting off track, some of them are worry or afraid, and it doesn’t matter.. it’s full nature can’t be analyzed, defined, and dissected by mind, it is beyond.. the mind cannot ever grasp this whole concept of ‘divinity’.. the mind puts ‘divinity’ outside of itself to try to understand, but it really doesn’t work well.. it must be undefined, undone, then and only then, its true nature can be understood.. there will be ‘a-ha’ moment or realization moment and the whole concept suddenly can be understood without words.. it takes a good going out of mind – a good mental breakdown – to really understand that there is something outside of the mind.. it takes that shattering of the illusion of the mind, the total meltdown of that old way basis for understanding life.. I realized how limited I was before, always using mind – ratio or philosophy – to analyze the universe and to ponder everything and put it into words, by definition and systematically, to go very mental and discuss with someone else.. but after this whole process, I acknowledged the mind is a beautiful thing, but it’s limited, and there’s so much more, so much more precious.. there’s something much grander.. beyond it are new frontiers of consciousness.. it can be felt and known in heart.. it’s not about being intelligent or smart.. it’s about being the self.. the philosophy is dead, it’s replaced by experience and wisdom..

Nevertheless, this whole process make my life on Earth become deeper, simpler, clearer, grounded, and has more freedom.. so many revealed wisdom and it made the total basis of all my thinking changes.. I left the old perspectives and welcome the new self in every aspects.. These transformations have led my human aspect to reconsider the way it acts, not only with my partner, but also in relationship with others – and most importantly, in relationship with myself.. everything was affected and changed, there were relationships that left or came or refreshed.. I’m really grateful for that and regret nothing.. Indeed, this inner transformation greatly change my life.. it is a major turning point.. and from now on, I will keep improving.. the consciousness will always evolve and grow, it will always want to express itself, and move itself into levels never realized before.. the old circle is closed. The new adventure has begun, to live a life without a mission, where the only purpose is to Be That Life.. being in this state is not about being superior or have more authority in any way, it is not about to be a super human, it is not about knowing more than any one else, it is not about preaching or evangelize, it is simply about being grounded and integrated in all situations.. it is about re-melding of the masculine/feminine – light/dark – up/down aspect.. it is about back to the simplicity of life.. it is also about accept the blessings of life.. simply said, it is about compassion for everything, balancing-expandingexpressing the energies, and embrace life.. every breathing moment of life..

Life is here to serve everything and filled with blessings — blessings from Gaia, blessings from other humans, blessings that occur in every moment.. every person on the street, every person that I have a relationship with, every animal, every bird, every breeze that caresses face is a blessing. It’s about accept each and every thing as a blessing. Not as an accident, not as something that just happens to happen, but as a synchronous event and blessing in life.. this made me start to appreciate life in a whole new way.. maybe I will miss the old way and do it sometimes, but it doesn’t matter.. there will be ‘the best of times’ and ‘the worst of times’, but it doesn’t matter.. from now on, it will be a wonderful time on earth to integrate everything..

now I understand why some people would spend the rest of their life to devote themselves in the search or worship of ‘god/the divine’ until they die.. why ancient masters always told humans to understand the inner self foremost over and over again like it is a very very important thing to do, and why humans were told to love ‘god’ with with all heart, all soul, all strength, and all mind, with everything 100%.. now I understand, because it is unavoidable and undeniable, in the deepest and truest part…  it is ourselves.. the creator who is also the created..

You’ve been a wanderer many times, and you’ve asked yourself, “where could that source be?” And then you’ve said to yourself: “Well, I’m gonna find it. I know it is there”. So you started your journey. A difficult journey full of paths that leaded in all directions. A journey with many different and colorful beings. And you continued your journey, even if you didn’t know where you are anymore. You even got scared at a moment to continue the journey. And sometimes, you even believed you couldn’t see which way you were taking. You’ve tried to ask some that you’ve met. But you couldn’t understand yourself, or the ones you were talking to. And still, a voice from deep within your heart whispered to you to continue : “Don’t stop. The source you are searching for is close”.

* 知人者智, 自知者明.. (Knowing others is wisdom, Knowing the self is enlightenment)

* Man ‘arafa nafsahu faqad ‘arafa rabbahu..

* Aham Brahmasmi…

* Manunggaling kawula gusti..

*  I and my Father are one..

Am I evil? Am I good? Does it matter?  It is an old game of duality that humans keep playing – separation, division, light, dark. At the core of all things, at the core of all things..  there is no light and dark.. there isn’t..

— There will be a time for a human, when the seeds of truth began to make sense to him/her and grow accordingly, in his/her own time, with his/her own logic, with his/her own heart.. it can’t be forced and there’s no judgement at all..

— Your journey is unique to yourself.. Your understanding will come to you when you are fully ready to receive it.. There are those who are gently helping you to gain knowledge and move forward with your understanding.. But no one can learn your lessons for you..

-* If something does not ring true to you, you do not need to decide if it is right or not according to anyone else. Decide for yourself… If you don’t believe it, then let go of that and find one that resonates for you..

-* Follow your own truth.. following the truth of others leads to a dead end, anxiety, depression, and confusion within yourself. But when you follow your own truth, it is clear, apparent, pure..

welcoming the 25th year..

April 2011

Handoko Luo

The Wisdom of Pain

Leave a comment

This note is about the emotion called pain, not a physical injury one, but something that can be felt inside. Especially intended for those who want to put an end to their deep pains.. because only when a human want to be helped, a help can be given.. take your time and read this slowly..

Purpose of this note..

Oh, by the way, finally I made another note in English again, lol.. usually in my native language, since it’s easier to have a deep communication without language barrier at all, but I will try my best to deliver the information in this common language (please inform me if you find some word-mistakes).. And why I write this topic, it’s due to cumulative events in the past that bring me to this topic.. especially some time ago, a friend of mine showed me the attempt to kill himself/herself.. couldn’t bear the pain, he/she said.. but luckily ended up in a hospital and still alive.. so at its extreme point, this feeling can affect your life entirely..

About this note, some people will do not need this revelation about pain and unhappiness at all, because they already understood it or even do not recognize this feeling.. but perhaps some others really need this information as they feel the pain and unhappiness deep inside and don’t know what to do.. However, please understand that only they who want to help themselves that can be helped, those who don’t need help can’t be helped at all.. (related to the previous note, “The Teaching Begins”)… furthermore, I will share what I capable to share, so if after you read this note you found out that this information is no longer serve you, which is mean you already know the contained wisdom, then just smile and honor everyone that are still in their path of journey of life..

so let’s talk a moment about this feeling called pain.. I will start with my own experience. To some extent, I know this feeling very well. I felt this pain, and I’m seeing it now everywhere. In the past, I struggled with this thing called pain. I felt it, experience it, and I wanted to get rid it. I wondered why this pain is seems so real.. so many questions was asked at those moments..

“what is pain.. this uneasy feeling..; why there is pain.. why it feels so uncomfortable.. ; why it often come with another uneasy feelings, like anger-sadness-sentiment-unhappiness, etc.. ; why it can rob my energy, make me lost control of my self.. ; in some cases, why it can make my eyes full of tears instantly..” , and so many other can’t-be-answered-at-that-moment questions..

.. but is it real ? is the so-called ‘the art of happiness’ even real ? so this thing called pain.. I experienced it, I pondered it, and I learned it.. through several first-hand experiences of pain, deep sadness and deep depression, finally I could figure out some essential aspects about it..
*during the moment we are feeling pain, it seems so real.. the effects are very real and everyone can see it..
*in some cases, the pain can stay several days, or weeks, or months, or years without any clear solutions..
*the pain can be a light pain..and this can be erased or forgotten easily.. or the pain also can be a serious one.. this will create deep wound, so deep that someone can lost his/her will to continue the life..
*it seems there is an instant way to heal the pain, through outer substances or activities or even love from others..

Is that what are you going through.. !? or ever felt like that before ?! different people will have different feelings and stories.. but if you have deep wound in the past, and you still have someone that you’re afraid/dislike/make you remember your trauma/don’t want to meet with, then this reading is suitable for you..

There’s an old story about this pain..

“A Wood and The Hole”

There was once a young boy with a terrible temper. His wise father told him that every time he got angry and do a bad thing he had to hammer a nail into the wood fence in the backyard. The first day the boy hammered many nails into the fence. The next day, he tried to get angry less and hammered less nails into the wood. By the end of a few weeks, the boy proudly went to his dad and told him that he able to control his behavior and had not gotten angry at all that day.

So, the boy’s father told him that now he could start removing the nails from the wood, if the boy apologized sincerely to someone whom he had hurt through his anger/bad acts. So, the boy began to apologize to people whom he had wounded and slowly, slowly, the nails began to get pulled out of the fence. One day, the boy proudly went to his dad and told him that all the nails were out of the fence. He told his dad that his anger and bad acts was “a thing of the past.”

His dad then led the boy by the hand to the wood and showed him how the fence was now riddled with hole. It was no longer the wood it once had been. It was now weakened and damaged. “Do you see that?” The father asked the boy. “For you, anger and bad acts is a thing of the past. Yet, this wood will never recover. Every time you throw your emotion or do bad things at someone it is like driving a nail into them. You may later remove the nail, but the hole is still there. The effect of your acts can not be removed.”

It’s a nice story.. when you put yourself as the little boy, it reminds us to be careful with ourselves.. It consider point of view from the boy, the main actor of this story, and here the wood is only the receiver.. so as the boy, we have to be careful and we have to control our behavior so we won’t hurt anyone.. it will be not good if we hurt someone else.. to some extent, this is appropriate and make you be a better human with good social skill, according common expectation..

but, unnoticeable by many, this story also has its illusive side.. Because, consciously or unconsciously you will also have a tendency to put yourself as the victim ! as the one who get hurt because of someone else’s bad acts/words/emotion, you as the wood that’s fragile and ready to be nailed anytime ! What happen then, you will have a duality, dual case where you are the victim and the other one is the villain, you will consider that the pain is something that can be given from someone to someone else, hence if you have the pain in your heart, deep inside yourself, it must be because of someone else, or from outer side ! This is the common consciousness of humanity, where you can find someone to be blamed, you can think how bad is someone, and how he/she/they inflicted the wound in your heart. Even if the villain already apologized and stop acting bad, you still justify the pain in your heart by associating it with the holes in the wood, the pain and the effect is still there.. you’re feeling the pain and still believe that the hole will never ever can be recovered as before, and it will leave traces that remind you of his/her/their bad acts, for the rest of your life..  so you still find it’s really hard to give true forgiveness, and become the old you who have no wound at all, which mean be your true-self without pain and restrictions.. and here you are, have a pain in your heart now.. oh you tried to hide it, but sometime, someday, it will show up in the surface and you’ll suffer again.. do you see how you play this wonderful game of villain and victim, as the bad boy and the fragile wood ?!

let’s slow down for a moment and see another wise story about this..

“Salt, Glass, and Lake”

A master grew tired of his apprentice fretting about the many complications of his life, and so, one morning, sent him on an errand to gather a small portion of salt. When the apprentice returned, the master instructed the unhappy young man to put a handful of salt in a glass of water and then to drink it. “How does it taste?” the master asked. “Bitter,” spit the apprentice.

The master smiled to himself and then asked the young man to take the same handful of salt and put it in the lake. The two walked in silence to the nearby lake. Leaning carefully over the edge, the apprentice cast his handful of salt into the water. After a few seconds, his elder friend said to him, “Now drink from the lake.” As the water dripped down the young man’s chin, the master asked, “How does it taste?” “Fresh,” remarked the apprentice. “Do you taste the salt?” asked the master. “No,” said the young man.

At this, the master sat beside this serious young man who so reminded him of himself and took his hands: “The pain of life is pure salt; no more, no less. The amount of pain in life remains exactly the same, but the bitterness we taste depends on the container we choose to receive our pain. So when you are hurting, the only thing you can do is to enlarge your sense of things . . . Stop being a glass. Become a lake.”

by now.. maybe you have realized something.. you can see how yourself manage the pain, are you really a fragile wood or limited glass ?! yes, the pain is there because you’re a wood or limited glass, understand this basic concept.. you can’t blame the nail or the salt, being given from outer side to yourself, that responsible for the pain that you have in your heart.. you can change yourself, metaphorically, into a liquid.. where no nail will be able to leave the hole.. into a vast lake, where no small amount of salt can make your life bitter.. and the transformation needs internal change at how you view yourself and other..

If you still in pain now and want to release it, you can see yourself change from a fragile wood that can be nailed and leave a hole afterwards, into a liquid that still can leave ripples when something big is thrown to it, or even to a flexible and transparent gas where no nail or arrow or spear can hurt you or make a hole..  Here, we’re just using simple analogy, so don’t make it complex..

OK Finish.. you can finish reading this note if you get the understanding through those stories.. if you can get that ‘a-ha’ moment, a moment of realization, then further explanation is not needed..🙂

below this is a reading for those who still confuse and want to know the meaning.. even want to get the wisdom beyond those stories.. a bit deep though..

=================================================

so after the basic concept from two stories above, next questions might arise, how can we transform ourselves like that ?! those are only in stories and metaphors, how can we apply that practically in our live ?! is it not easier said than done ?! we’ll continue our talk.. but until this point, if you believe that pain or suffer can not be erased..then you can stop reading.. if that is your belief, then literally it will be your reality.. the world and reality only mirror from your belief.. if you like to believe that pain is inseparable from human life, then shall it be, it’s your choice.. for those who believe otherwise, we’ll try to answer those questions above.. is that self-transformation real !? how can we do that.. ?

Take a deep breath…slow down..

Welcome Every Aspect of Yourself..

First, recognize your pain and unhappiness.. don’t run from it, don’t hide from it.. so usually, you run or hide from your feeling, you’ll cover it by another activity, another substances like foods or medicine, love or attention from another people, or anything that come from outer side, but my dear friend, it’s really a temporary solution and that deep sadness will appear again in another similar situation.. you’ll see the repetitive pattern in your life and you’ll wonder why this kind of situation always disturb your life..  you will say, am I so stupid understanding myself that I can not find the resolution from this situation ?! so, if you found yourself, in the past perhaps, in this very moment perhaps, feeling the pain and you immediately want to discard it by instant way, please stop.. this will bring you to nowhere except a circle of seeking pleasure and hiding pain..

humans are taught for always thinking positive and ignoring the negative side.. so they always run and hide from their pain.. but don’t deny yourself by saying you’re fine only because you don’t want another people to see your weak side, or you try to manipulate your mind by ignoring the pain and trying positive thinking.. well, that denial is good up to an extent, but by doing that you literally suppress yourself and it will explode in another time, it will arise again to the surface..

so, welcome it.. accept it.. feel it.. breathe it.. live it.. it is part of yourself.. it is you ! you feel it.. by recognize it, you make a choice to see the pain, no longer hide from it.. it just need your attention.. the pain is like an alarm in yourself that something need to be taken care of.. especially deep pain or trauma, it’s something crucial for your life.. do you still have one ?! if yes, then it’s time to look at it.. oh actually you can choose any time you want, this day, this year, next years, whenever you want, because it’s your choice and freewill.. you can enjoy the pain until you’re tired of it and want to go beyond it..

there is a wisdom about this part, an important one.. usually human always pursue externally derived pleasure and avoid pain.. they like pleasure, they open their eyes to pleasure, and close their eyes to pain.. they consider one as a good thing and one as a bad thing.. this is one the duality, if you notice.. always chase the good thing, and always stay away from bad thing.. however, if you do this way, whenever you get the pleasure you will be happy, but as a packet with that you will get the possibility to lose the pleasure and be sad.. and when that happens, then the pain will appear again and you will run away again from it, seeking another pleasure to cover the pain..  hence, you repeat the same pattern over and over again.. Here, pleasure is an interval between two pains, vice versa…

so, you might ask, what should I do, it seems whatever I do it will repeat over and over again !? but, the story will be different if you take a look at your pain whenever you feel it.. don’t run from it, but look at it.. you usually hide your uncomfortable feeling deep inside your heart, and have tendency to lock it and never look at it again..  metaphorically, you put it under your carpet or bed and consider it as something that you do not need at all, something that has to be discarded or something that the its existence is considered as bad.. but if you really want to finish the repetitive circle of pain, is it time to look at it closely..  take it from your hiding place and ask it why is it there..

live with it.. it is part of yourself, your aspect.. not to be ignored or denied.. stop for a moment and take time to look at your pain.. why you have pain, ask it to yourself.. why you have the hole in your heart and it taste really bitter.. are you really the victim ?! and who is the villain ?! who give you this pain !? and why is feels so hurt ?!

and I share you this word.. that nothing can be labeled as “bad” or “good”.. everything is just an experience, it just is.. it is just a matter of time when something “bad’ change into something “good” and change again into “bad”.. it really depends on how you look at that label.. you are the one who give that label to a totally pure experience.. every experience that you took will enrich your life.. you put label called ‘victim’ to you, and you put label called ‘villain’ to others.. then you get the product of it as the victim, it is pain..

so, go to the realization that no one is the villain and no one is the victim.. you can’t demand any apology from someone else since there’s no victim and villain.. go beyond the duality and understand that you don’t have to feel this feeling called pain.. it is only yours when you choose it.. be an observer and try to see the whole situation behind the short wall, metaphorically.. let go your expectation of how things should be, because this is also one of the main root of suffering.. with this perspective, you will realize that pain is not something that another can give to you, it is something that you can give to yourself, truly it is something that only you can give to yourself.. much like another bitter emotion.. as you understand this important realization, you will have much compassion and you will be able to release your pain and prevent yourself to play with it anymore.. you also will be able to feel heavy emotions from others, even the harshest words, but you don’t take it as yours..

if you are reading this, however, you should also understand that this reading is about your peaceful heart.. if you say in your mind, “so if there’s no villain and victim is not it better to be the bad guy so we can do whatever we want without any care, because it is better than to be a victim”, then you are not getting the core message of this reading..

the pain is really only an illusion, it is really only an illusion.. it is a projection of how you perceive the reality.. if you still can find a reason to blame someone else for your pain, that means you consider the pain as something that can be given to other, and you are playing ‘victim-villain’ game once again.. If you see the world is really like this, then you really see and live in your illusive world.. that why the pain, as an illusion, will appear to be real, because you choose it to be real.. so take it from your hiding places, look at it, understand it, transmute it, and integrate it into your life.. go beyond duality.. and when that time come, I assure you will be full of love, regardless what is the outer condition.. you will fill yourself and give thanks to the pain for its existence in your life .. it will propels you to new levels of consciousness and self-knowledge..

perhaps now, perhaps later, you will understand all of this..

inside every deep pain there is profound wisdom waiting to be discovered..

every pain is a potential of self awakening..
and so it is..
Love and Peace, One Humanity..

Handoko Luo
February 2011

Older Entries