Happiness I — Hak Untuk Hidup Bahagia

Dalam blog yang memuat tentang tulisan2 kehidupan ini, aku ga akan menyinggung2 tentang masalah kerohanian, biarlah itu secara pribadi masing2 orang yang mengatur dan aku akan memandang dalam konteks masyarakat yang luas pada umumnya..

1st — TUJUAN HIDUP

Hak Untuk Hidup Bahagia

Blog yang beda ini kuawali dgn tulisan yg berjudul Hak Untuk Hidup Bahagia (dan akan terus berlanjut tentunya ) , karena aku percaya setiap manusia yg ada bs dan memang merupakan haknya untuk mendapatkan kebahagiaan ! Tapiiii.. wait dulu saodara2.. ketika aku mengatakan memang hak setiap manusia, jangan berpikir ” ya memang benar ! karena itu aku berhak menuntut sana-sini kepada orang lain dan sekitar agar aku bahagia ! ” huhuhu…
definitely not like that friends.. we’ll find out why.. ! =)

Aku percaya bahwa salah satu tujuan utama hidup kita adalah mencari kebahagiaan. Itu jelas. Entah orang mempercayai agama atau tidak, entah orang menganut agama ini atau agama itu, kita semua mencari sesuatu yang lebih baik untuk kehidupan kita ( bukankah demikian !? ).
Sedangkan hari-hari kita dibatasi oleh waktu !! Tepat pada saat ini, entah berapa ribu bayi terlahir ke dunia, ada yang ditakdirkan hidup hanya beberapa hari atau beberapa minggu, kemudian secara tragis harus kalah oleh penyakit atau kemalangan lain. Yang lainnya ditakdirkan untuk bisa menyaksikan pergantian abad, dan menjalani hari-hari berikutnya.. mencicipi segala sesuatu yang dapat diberikan oleh hidup : kemenangan, keputusasaan, kegembiraan, kebencian, dan kasih sayang. Kita tidak akan pernah tahu. Akan tetapi entah kita hidup sehari atau seabad, pertanyaan pokok yang selalu ada adalah : Apakah tujuan hidup kita ? apa yang menjadikan hidup kita berarti ?

Salah satu tujuan keberadaan kita adalah mencari kebahagiaan. Ini sepertinya sesuatu yang biasa-biasa saja, dan para pemikir dari Aritoteles sampai William James semuanya sependapat soal gagasan ini. Akan tetapi, bukannya hidup ini didasarkan pada pencarian kebahagiaan pribadi dengan adanya sifat mementingkan diri sendiri dan mau menang sendiri ??? ( yeahh.. itulah fakta yang terjadi ! semuanya di dunia ini penuh dengan kemunafikan untuk diri sendiri, tapi buat apa kau mengikuti orang lain dan melanggar prinsip diri sendiri hanya karena alasan ini ? ) Akan tetapi, sesungguhnyalah, orang-orang yang tidak bahagialah yang cenderung paling mementingkan diri sendiri, menjauhkan diri dari pergaulan, selalu cemas, bahkan membenci orang lain. Sebaliknya orang-orang yang bahagia umumnya lebih mudah bergaul, luwes, kreatif serta jauh lebih mampu mengatasi kekesalan-kekesalan sehari-hari daripada mereka yang tidak bahagia. Dan yang paling penting, mereka ternyata lebih penyayang dan pemaaf dibanding orang-orang yang tidak bahagia.

Konsep tentang pencarian kebahagiaan ini sering kali tidak populer dan dianggap mustahil. Bahkan kata “happy” diturunkan dari kata Islandia “happ” yang berarti keberuntungan atau kemujuran. ( hu3.. jadi memang nasib tiap orang dalam mendapatkan kebahagiaan berbeda-bedakah ? think about it.. =P ) Dalam saat-saat kegembiraan yang dihadirkan oleh kehidupan, kebahagiaan terasa seperti sesuatu yang datang entah dari manadan tidak dapat diperkirakan. Bagi orang Barat, kebahagian bukan sesuatu yang dapat dikembangkan dan dipertahankan hanya dengan cara “training the mind” kendati hal sebaliknya dipercayai oleh orang Timur.

Dalam artian bahwa konteks ‘pikiran’ yang dimaksud bukanlah kecerdasan kognitif ( IQ ) karena maknanya lebih luas lagi yaitu dekat dengan kata ‘spirit’ kata yang mencakup kecerdasan dan perasaan, hati dan pikiran. Secara umum, kita seharusnya dapat mengenali faktor-faktor yang membawa kebahagiaan dan faktor-faktor yang membawa penderitaan. ( Harusnya kita sudah merenungkan hal ini kalau kita sudah beranjak dewasa, hehehe… )

Dengan demikian, kita bisa melatih diri kita dan pikiran kita untuk menyuburkan faktor-faktor yang membawa kebahagiaan dan menghilangkan faktor-faktor yang membawa penderitaan. Dan itulah yang dimaksudkan hak untuk hidup bahagia !! setiap orang bisa melatih diri sendiri tanpa perlu berkeluh kesah tentang segala hal yang tidak berkenan di hatinya, segala perlakuan orang lain dan dunia kepada kita.. !

That’s all topik pertama yang ingin kutulis.. smoga memberi inspirasi kepada temen2 smua..