Wessss, tidak sadar ternyata sudah lama sekali saya tidak berbagi pengalaman melalui tulisan di catatan / note FB dalam bentuk ‘sharing santai’, mungkin ini saat yang pas dan semoga masih bisa menulis dengan lancar, hehe.. seperti biasa, sharing santai akan saya bawakan juga dalam gaya bahasa yang santai, silahkan dibaca pelan-pelan sambil menikmati hidangan ‘chicken soup for the soul’ nya yang masih hangat.. ^^

NB : it will take some time to finish the reading.. disarankan agar membaca dalam keadaan pikiran yang betul-betul rileks dan perlahan-lahan saja..

Background Story

Ceritanya hari Minggu 23-10-2016 lalu saya baru saja kembali dari menjalani pelatihan meditasi intensif selama 7 hari di sebuah tempat sejuk di kaki gunung pulau Bali, pelatihan ini disebut dengan TAPA BRATA.. Sedikit latar belakang kenapa saya berminat mengikuti pelatihan 7-hari ini, saat-saat terakhir waktu saya tinggal di kota Osaka negeri Sakura (akhir 2011) saya berminat mengikuti pelatihan serupa tapi tak sama selama 10 hari full yang ada di kota Kyoto, cuma waktu itu mungkin saja belum berjodoh karena email pendaftaran saya tidak diterima oleh panitia di Kyoto dan slot jadwal yang available tidak dapat saya ikuti karena sudah harus terbang kembali ke tanah air Indonesia for good.. akhirnya petapaan 10hari itu diikuti oleh kawan saya yang mungkin juga membaca note ini..😉

Setelah kembali ke tanah air, saya mengisi bulan demi bulan untuk memulai proyek ‘bisikan di pagi hari’ yang kelak menjadi usaha pertama saya hingga tulisan ini dituangkan.. Saat itu adalah transisi dimana saya harus kembali menyelami dunia manusia dengan segala interaksi sosialnya, setelah lama berkutat dengan ilmu alam dan batin yang mendalam.. sebelum memulai proyek usaha pertama saya, sejenak sempat saya mengikuti ajakan olah batin bersama rekan-rekan olahraga pernafasan / Prana selama beberapa hari ke Jawa Tengah di awal tahun 2012.. itu adalah kali terakhir saya menyempatkan diri secara khusus untuk pergi sendiri dan menerawang ke dalam diri sebelum terjun ke ilmu bumi dan medan tempur usaha..

Singkat cerita, setelah itu saya harus benar-benar memakai topi sebagai seorang entrepreneur pemula dan fokus mengamati serta belajar bagaimana caranya sebuah entitas usaha / bisnis bisa dirintis, dan bisa terus berkembang.. masa-masa ini adalah masa penyatuan dan masa penerapan dari semua konsep2 abstrak batin yang telah dipahami dengan mendalam, masa penerapan itu terhitung sejak awal tahun 2012 dan seterusnya hingga saat ini, dan berbagai kisahnya sempat saya tuliskan dalam beberapa note juga.. hingga akhirnya usaha ini berkembang dan bisa meluaskan sayapnya ke pulau dewata, pulau Bali di pertengahan tahun 2016..🙂

Di pulau dewata ini tentu saja atmosfir atau suasananya sangat berbeda dengan kota-kota besar lainnya, there’s art and spirituality in the air.. it’s in the air.. ^^ yup, pulau ini memang sengaja dipilih sebagai basis berikutnya karena memang faktor potensi lahir ~ batin yang dimilikinya.. Kemudian, suasana kondusif ini benar saja turut mengetuk pintu pikiran dan batin saya untuk kembali melakukan pendalaman personal, dan akhirnya membuat saya teringat kembali dengan pertapaan insentif seperti di Kyoto dahulu, dan setelah saya cari-cari ternyata ada ! walaupun hanya 7 hari saja.. Tidak apalah, pikir saya saat itu daripada terus penasaran sejak akhir tahun 2011.. sudah hampir 5 tahun berselang dan sepertinya cukup untuk mengobati rasa penasaran yang tertunda tempo dahulu, hehe..

Kemudian selagi saya menuliskan note ini serta paragraf ini, saya baru menyadari, jangan-jangan ini adalah salah satu cara ‘bisikan di pagi hari’ itu untuk meneruskan pendalaman saya di negeri Sakura dahulu yang saat itu untuk sementara waktu harus di pause untuk dilanjutkan bertahun-tahun kemudian di tanah air, di pulau Bali.. dilanjutkan dalam keadaan duniawi (survival matters) yang sudah lebih mendukung.. kalau memang benar demikian, sungguh indah aliran kehidupan itu ya buat yang menjalaninya.. ^_^

Sekilas TapaBrata

Oke, lanjut cerita, di Bali acara ini disebut dengan TapaBrata diorganisir oleh Bali Usada Meditation, bermeditasi intensif selama 7 hari di sebuah bangunan di kaki gunung. Jadwal hariannya kurang lebih seperti ini : 04.30 Bel Bangun Pagi

05.00 – 06.00 Meditasi Pagi [ 60 menit ]

06.00 – 06.20 Sarapan Buah

06.20 – 07.00 Olah Raga Kesadaran

07.00 – 08.00 Sarapan + Mandi

08.00 – 09.00 MEDITASI DENGAN TEKAD KUAT

09.00 – 10.00 Meditasi

10.00 – 11.00 Ceramah

11.00 – 12.00 Meditasi

12.00 – 14.00 Makan Siang + Istirahat

14.00 – 15.00 MEDITASI DENGAN TEKAD KUAT

15.00 – 16.00 Meditasi

16.00 – 17.00 Meditasi

17.00 – 18.15 Snack + Mandi

18.15 – 19.15 MEDITASI DENGAN TEKAD KUAT

19.15 – 20.15 Ceramah

20.15 – 21.15 Meditasi

21.15 Istirahat

Banyak sekali ya meditasinya ? Iya, hehe.. Ditekankan juga bawah tujuan teknik meditasi yang kali ini adalah agar seluruh komponen badan dapat berfungsi baik, pikiran harmonis menjadi lebih tajam, serta penyembuhan penyakit yang muncul di badan dan memori terjadi.. Kondisi yang keras di jaman modern ini, ketegangan, kesibukan sehari-hari, keinginan untuk maju mencapai prestasi maupun kekayaan dapat memberikan pengaruh yang buruk bagi kesehatan tubuh dan pikiran. Makanan dan minuman yang mengandung zat kimia, udara yang terpolusi, temperatur yang cepat berubah juga memperburuk kesehatan. Semua ini tanpa kita sadari akan dapat menyebabkan sakit dan ketidakseimbangan..

Oh ya buat yang penasaran kegiatan meditasi itu apa ya ? aktifitas ini tidak berhubungan dengan aliran kepercayaan atau agama tertentu jadi bisa dilakukan oleh siapapun dan kapanpun.. setiap agama keyakinan memiliki bentuk tapa masing-masing yang bertujuan serupa.. Jika bicara bermeditasi, mungkin sebagai gambarannya seperti gambar di bawah ini, duduk manis tenang diam konsentrasi..

 

Tentu saja realita yang saya alami ruangan meditasi tidak sedramatis ilustrasi foto diatas dan begitu pula saya tidak sekeren model tersebut.. *peace* jadi ya hanya untuk ilustrasi saja.. Nah, kalau menurut jadwal harian tersebut, agenda utamanya adalah duduk manis bermeditasi setiap hari, dari bangun jam 04.30 dini hari hingga beristirahat jam 21.15 malam.. oh ya bagian Meditasi Tekad Kuat adalah bagian meditasi dimana peserta tapa tidak boleh menggerakkan tangan dan kaki, jadi benar-benar diam duduk manis.. Aturan lainnya adalah makanan vegetarian (2x sehari), no talk, no write, no read, no smoking, no digital device selama seminggu dengan tujuan memaksimalkan meditasi dan tenangnya pikiran.. emm.. walau sederhana namun terkesan sulit ya.. ?! Iya sebetulnya sangat mudah karena seharian hanya duduk manis dan diam, tetapi bagi yang belum siap / tidak cocok lebih baik jangan dipaksakan, cukup dibayangkan saja kan tidak sulit ya..😉 Ketika latihan berakhir para peserta diharapkan akan mendapatkan 3 hal yaitu: kesadaran positif bertambah kuat, badan sehat, dan reaksi buruk yang mengikuti memori akan berkurang..

Dalam Wikipedia disebutkan mengenai TapaBrata ini : Dalam kesusateraan kuno orang kuno, konsep tapa dan tapabrata diambil langsung dari konsep Hindu, yaitu tapas, yang berasal dari buku-buku Weda. Selama berabad-abad para pertapa dianggap sebagai orang keramat, dan anggapan bahwa dengan menjalankan kehidupan yang ketat dengan disiplin tinggi, serta mampu menahan hawa nafsu, orang dapat mencapai tujuan-tujuan yang sangat penting

Metode Meditasi Tapa Brata ini telah menunjukkan hasil yang menggembirakan pada mereka yang menderita penyakit kronis seperti: penyakit yang disebabkan oleh virus; herpes, hepatitis, penyakit keturunan, kanker, tumor, gangguan reproduksi, kencing manis, darah tinggi, kolestrol, tidak mempunyai keturunan dan lain-lain serta menghilangkan reaksi buruk yang ada di memori seperti : gelisah, marah, benci, cemas, kecanduan, kemelekatan, trauma dan lain sebagainya.

 

Sebelum memulai Tapa

Pada siang hari H-1, para peserta termasuk saya berkumpul di tempat yang telah disepakati dan kami berangkat ke lokasi di kaki gunung.. Saat itu saya mengamati total peserta kali ini adalah 34 orang, dengan komposisi 60% wanita dan 40% pria, dan beragam rentang usia 22 tahun – 66 tahun, dari berbagai kota di Indonesia (Sumatera, Jabodetabek, Solo, Jogja, Surabaya, Malang, Sulawesi), dan dari berbagai keyakinan agama… yang cukup unik bagi saya adalah juga adanya beberapa ibu-ibu berhijab non-WNI yang sengaja terbang dari Malaysia dan Singapura untuk mengikuti meditasi ini.. dalam perjalanan bersama ke lokasi, seperti biasa dengan penasaran saya bertanya kepada ibu-ibu berhijab tersebut bagaimana ceritanya mereka bisa berminat mengikuti kegiatan ini, dan mereka sebagian besar menjawab memang mereka sudah rutin mencari kegiatan-kegiatan seperti ini untuk diikuti, mereka bahkan telah ke India, ke Myanmar, Thailand, dan akhirnya ke Indonesia, Bali.. Dari rentang usia, ibu-ibu ini berkata bahwa mereka berusia 40-60 tahun, dan saat melihat penampilan saya mereka balik bertanya kepada saya “berapa usia kamu nak..? kok masih muda sudah menjalani jalan seperti ini..”.. emmm… iya bu…^^’

Anyway, saya bertanya apakah ini tidak akan menghalangi ritual sholat 5-waktu mereka dan mereka jawab bahwa hal ini tidak akan menganggu karena tetap bisa dilakukan disela-sela istirahat.. jadi untuk para sahabat yang juga penasaran, itulah jawaban yang disampaikan mereka dengan tenang dan tersenyum.. =)

Rombongan kami tiba di tempat lokasi pada sore hari, sembari menunggu pengarahan saya sempat berkenalan sejenak dengan para peserta lainnya, yang termuda adalah wanita usia 22 tahun yang baru saja lulus S1 Fakultas Hukum, dan yang paling senior adalah bapak pensiunan guru SD berusia 66 tahun.. tidak lama setelahnya, seluruh peserta berkumpul untuk diberikan briefing, perkenalan dengan denah bangunan (ruang meditasi – kamar tidur – meja makan – toilet – dsb), aturan harian no talk-no write-no read-no smoking-no digital device, perkenalan singkat tentang meditasi dan juga dengan para instruktur.. 1 kamar tidur rata-rata terdiri dari 3-4 orang, dengan peserta pria dan perempuan tentu saja di kamar yang terpisah.. setelah itu para peserta diberikan waktu untuk istirahat yang cukup agar siap bangun dini hari berikutnya.. dini hari jam 04.30 akan ada lonceng kecil didentangkan 3x untuk membangunkan seluruh peserta.. bagaimana perasaan saya waktu malam H-1 ? tantangan terberat tentu saja harap-harap cemas bisa menidurkan diri, kemudian bangun pagi tepat waktu.. karena saya sudah bertahun-tahun tidak pernah sengaja melakukan rutinitas tidur awal ~ bangun dini hari.. biasa saya aktif malam hari ~ terlelap pagi hari, namun saat ini harus bertekad menjalani siklus kebalikannya.. tetapi walaupun harap-harap cemas tentu saja tetap optimis bisa melakukannya..^^’

Realita hari H-1 hingga H-3

Syukurlah ternyata saya sanggup merubah siklus tidur dan tidak pernah terlambat bangun dini hari.. Hari pertama H-1 dini hari saya dan sebagian para peserta masih belum terlalu paham bagaimana praktik bermeditasi yang baik, namun meditasi tetap dilakukan dengan tenang.. banyak yang juga merasakan sakit serta kesemutan di kaki karena posisi duduk yang salah dan postur badan yang belum terlatih, termasuk saya..

Untuk sarapan buah, ada 5 jenis potongan buah yang dihidangkan setiap hari, berwarna warni dari kuning-orange-merah-putih-hingga ungu, yaitu : Pisang-Pepaya-Semangka-Pir-Buah Naga, disajikan dengan mangkok kecil-sendok-dan madu sebagai pemanis.. Untuk sarapan vegetarian terdiri dari nasi merah, dipadukan sayur-sayuran seperti sapo tahu, cap cay, jamur, kerupuk beras, dan sebagainya..

Untuk ceramah meditasinya, dijelaskan berbagai hal dari awal. Posisi duduk adalah bersila senyamannya, bisa seperti gambar foto ilustrasi meditasi yang diatas atau bawah, punggung tegak agar membantu aliran energi tubuh, lidah dilangit-langit mulut agar bernafas tetap melalui hidung dan membantu menyambungkan energi ke kepala, tangan diletakkan di pangkuan kaki dengan telapak tangan bertumpuk, telapak tangan kiri dibawah, telapak tangan kanan diatas, dan ibu jari dipertemukan / disentuhkan agar menyambung energi tubuh bagian kiri dan kanan, pejamkan mata, dan rilekskan seluruh bagian tubuh, pejamkan mata, dan mulai bernafas secara alami tanpa ditarik (hisap) ataupun didorong (hembus).. Setelah secara fisik sudah siap, maka secara mental / pikiran serta emosi mulai bisa disiapkan, dimulai dengan menyiapkan pikiran yang positif bahwa meditasi ini adalah untuk berlatih pikiran harmonis, menyehatkan badan, dan melepaskan reaksi buruk dari memori, lalu dilanjutkan dengan berdoa sesuai kepercayaan masing-masing, lalu dari dalam dada / jantung rasakan perasaan cinta kasih dan rasakan cinta kasih ini meluas seluas-luasnya melingkupi badan sendiri – ruangan meditasi – bumi dan alam semesta seluas-luasnya.. dan meditasi bisa dimulai seperti model berikut..🙂

sit and be happy

 

Ditekankan juga bahwa tapabrata meditasi ini adalah meditasi kesehatan yang dilakukan dalam keadaan tubuh rileks, sehingga tidak perlu menghisap ataupun menghembuskan nafas secara aktif, biarkan sistem bawah sadar yang melakukan nafas masuk-keluar sebagaimana seperti biasanya ketika kita ingin berbaring tidur pada malam hari, hanya saja kita sadari dengan kelembutan hati bahwa nafas kita masuk-keluar apa adanya.. jadi fokus ada pada nafas masuk-keluar secara alami di hidung dan lembut tetapi dengan pikiran sadar (tidak melamun), bagaikan memperhatikan pasang-surut gelombang air laut yang selalu datang silih berganti di badan kita, tidak memikirkan masa depan dan memikirkan yang sudah berlalu, be here and at present.. dan yang terpenting adalah tetap mempertahankan kelembutan hati dan cinta kasih di pikiran ketika kita melamun dan kembali melanjutkan konsentrasi alami di nafas tanpa ada rasa negatif (rasa sebal, menghukum diri, marah dsb), lupakan kesalahan melamun tersebut dan lanjutkan berfokus nafas dengan cinta kasih dan kelembutan hati.. ketika kita awal-awal lakukan latihan ini maka 15 menit – 30 menit bisa saja berlalu.. akhiri dengan ucapan dalam hati ‘semoga semua hidup berbahagia’ 3x yang bertujuan menguatkan kelembutan hati dan cinta kasih..

Lalu di akhir hari H-2 dan H-3 diberitahukan bahwa pada umumnya banyak reaksi bawah sadar yang muncul sebagai rasa sakit yang muncul di sekujur tubuh atau memori tidak menyenangkan yang muncul di pikiran. Apabila banyak menyimpan ketidakseimbangan dibawah sadar maka di 3 hari pertama ini reaksi buruk (rasa sakit dan memori buruk) akan muncul dan peserta meditasi tetap diharapkan untuk menyadarinya dengan penuh cinta kasih..

Kemudian di setiap harinya, selain berisi ceramah tentang meditasi juga ada beberapa ceramah pemahaman tentang kesehatan manusia, diantaranya adalah tentang susunan energi yang membentuk tubuh manusia, susunan tubuh manusia seutuhnya, pintu pikiran yang dapat mempengaruhi tubuh manusia.. saya akan coba mengingat dan menuliskan ulang ulasannya secara garis besar, semoga tepat dan bermanfaat..

 

* Susunan Energi yang Membentuk Tubuh Manusia

Dalam penjelasan meditasi ini, dijelaskan bahwa tubuh manusia dari bayi hingga dewasa disusun atas beberapa sumber energi, yaitu :

1. Genetik — bahwa setiap individu mendapatkan energi awal / energi bawaan asal dari peleburan sel ovum dan sel sperma kedua orang tua, energi awal ini bersifat unik dan berbeda-beda, dan akan mempengaruhi kekuatan fisik serta perkembangan pikiran individu yang bersangkutan. Energi genetik ini hanya bersifat potensi, dan sayangnya banyak disia-siakan oleh individu ybs dengan cara hidup yang tidak baik dan menguras energi genetik yang telah dimiliki..

2. Makanan — kalau hal ini sudah jelas, dalam sehari rata-rata manusia saat ini makan total sekitar 1.5kg bahan makanan, minum sekitar 2kg air, dan membutuhkan 13,5 kg udara untuk mendukung semua metabolisme sel-sel tubuh..

3. Suhu / Temperatur — hal ini mungkin terdengar aneh karena kita tidak terlalu merasakan dampaknya di iklim tropis Indonesia, tetapi tubuh manusia / sel-sel tubuh yang tidak dilatih tidak memiliki kekuatan untuk bertahan hidup di suhu ekstrim dingin atau panas tanpa perlindungan.. perubahan temperatur yang mendadak juga sering mengakibatkan goncangan pada tubuh, gangguan pada sel-sel reproduksi, sel-sel pencernaan, hingga bisa mengakibatkan kematian secara keseluruhan.. rata-rata kita yang hidupnya nyaman lupa memperhatikan ini dan take-it-for-granted..

4. Pikiran — tentu kita familiar dengan istilah ‘menguras tenaga dan pikiran’, atau ‘letih pikiran’, yang mengakibatkan sistem kesehatan tubuh menurun dan tidak optimal.. secara teori kita sudah tahu pikiran baik membantu badan kita sendiri, sebaliknya pikiran buruk membunuh kita.. saat kita sakiti orang lain kita sakiti badan kita sendiri, tetapi banyak individu yang tidak sadar akan kondisi pikiran yang dialaminya..

5. Perbuatan — perbuatan ini bersifat sebagai gerbang terakhir atau buah dari pikiran baik atau buruk yang dilakukan seseorang, energi perbuatan ini akan menguatkan semua pikiran baik dan buruk yang dilakukan melalui ucapan ataupun laku, dan bila tidak disadari dan disalahgunakan bisa sangat merusak tubuh karena rasa-rasa negatif seperti rasa bersalah ataupun rasa membenci diri sendiri bisa menghantui atau bersemayam dalam hidup seseorang seumur hidupnya, membunuh sel-sel darah, penyakit mudah muncul, dan wajah cepat menua.. sebaliknya juga demikian, tubuh bisa menjadi sehat dengan getaran ucapan atau laku yang baik..

 

* Susunan Tubuh Manusia

1. Badan Kasar — badan fisik kasat mata di depan cermin, terdiri dari organ-organ fisik yang bisa diraba..

2. Badan Meridian — badan aliran energi yang terdapat di pembuluh darah manusia dan menghubungkan seluruh organ dalam tubuh, konsep ini sangat dipakai dalam dunia akupuntur dan didasarkan pemahaman bahwa setiap organ / bagian tubuh memiliki kondisi optimum seimbang serta fungsi yang berbeda-beda, antara panas-dingin, antara kering-basah, antara Yin-Yang dalam tubuh.. ketidakseimbangan aliran energi serta hambatan energi di badan meridian ini akan tampak pada badan kasar dan sebaliknya penyalahgunaan badan kasar mempengaruhi badan meridian.. badan meridian sering diilustrasikan dengan istilah sebagai Badan Kawat..

Ilustrasi Tubuh Meridian

 

3. Badan Cakra — tubuh getaran energi yang berada didalam manusia, sering digambarkan dengan adanya 7 titik utama sepanjang tulang belakang manusia hingga ke kepala (cakra dasar – cakra seks – cakra ulu hati / solar plexus – cakra dada – cakra tenggorokan – cakra kepala – cakra mahkota). Getaran sekujur tubuh ketika sedang berdoa atau mendapatkan eyes-opening-experience misalnya adalah getaran yang mengalir di badan cakra ini.. Getaran dari titik-titik utama cakra ini juga akan mempengaruhi organ-organ tubuh fisik yang ada disekitarnya. Badan cakra sering diilustrasikan dengan istilah sebagai Badan Vibrasi..

Ilustrasi posisi cakra dan organ

 

4. Badan Mental — tubuh halus yang berisikan pikiran-pikiran sadar atau bawah sadar yang tersimpan sebagai memori dalam tubuh manusia.. ada organ untuk melakukan fungsi indera, ada tubuh mental yang berfungsi sebagai tempat organ tersebut berdiam ~ yang dalam bahasa Indonesia disebut sebagai ‘Landasan Indera’. Misalnya kebencian yang diarahkan dan dipancarkan dengan ekstrim ke mata bisa mengakibatkan ‘Landasan Penglihatan’ lumpuh dan seseorang menjadi kehilangan penglihatannya / kebutaan walaupun organ mata / tubuh kasar mata baik-baik saja, hal ini dikisahkan pernah terjadi pada seorang ibu Karyawati di Bali.. dan dikisahkan ada seorang gadis yang tuli karena trauma mendengar sahabat kecilnya terkurung reruntuhan gempa bumi dan terbakar hidup-hidup didepan matanya.. badan mental ini bersifat abstrak dan sulit untuk divisualisasikan.. badan mental sering diilustrasikan dengan istilah sebagai Badan Kapas..

 

* Pintu Pikiran Manusia

Dijelaskan terdapat 52 bentuk atau karakter pikiran yang dapat mempengaruhi tubuh manusia, terbagi dalam 3 kelompok besar yaitu pikiran buruk (14 macam), pikiran netral (13 macam), dan pikiran baik (25 macam). Pembahasan lebih ditekankan pada pikiran-pikiran buruk dimana karakter dampak negatif yang ditimbulkan berbeda-beda, terdiri dari Blok Energi (Kebodohan, Liar, Kurang Ajar, Gelisah); Energi Panas (Marah, Benci/Dendam, Iri Hati, Khawatir); Energi Dingin (Kemelekatan, Kesombongan, Kekikiran); dan Kelompok yang mengikuti Energi Panas dan Dingin (Malas, Ragu-ragu, Letih). Untuk contoh kasusnya dikisahkan seorang ibu yang selalu rutin setiap tahunnya menjalani operasi miom (tumor dinding rahim) yang belakangan diketahui karena kemelekatannya pada boneka yang telah dilakukannya sejak remaja, sedemikian hingga tidak seorang pun boleh menyentuh boneka-boneka miliknya. Contoh kasus lainnya terjadi di Bali dimana seorang pemuda 32 tahun berbaring di rumah sakit dengan keluhan mengalami pengeroposan tulang, ternyata pemuda ini memiliki sifat pendendam yang berlebihan. Pikiran manusia sangat mempengaruhi kondisi tubuh fisik, dan manusia memiliki kekuatan untuk memilih pikiran netral, buruk, ataupun baik dalam menjalani hidupnya.

Berulang kali dijelaskan bahwa salah satu hasil dari latihan H-1 hingga H-3 ini adalah semakin sensitifnya tubuh serta timbulnya rasa sakit disekujur tubuh untuk melepaskan segala ketidakseimbangan yang ada dalam seluruh tubuh manusia, baik disebabkan oleh tubuh fisik yang tidak baik, ataupun disebabkan oleh memori bawah sadar yang bisa tiba-tiba muncul saat bermeditasi..

 

Personal Story di hari H-1 hingga H-3

Tulisan ini saya buat dengan 2 sudut pandang agar tidak membingungkan dalam membacanya, yaitu bagian realita yang menceritakan secara kilas balik apa saja yang terjadi dan personal story yang menceritakan sudut pandang saya secara pribadi menyikapinya. Ok, Kali ini saya coba berbagi cerita dari sudut pandang pribadi mengenai hari H-1 hingga hari H-3.

Kesadaran saya memang ternyata sedikit tipis pada pagi hari tetapi tidak saya sadari selama beberapa hari pertama, tetapi kemudian saya sadari. Jadi dengan kesadaran saya menyadari ketidaksadaran saya..🙂 saya berpikir mungkin karena jam tubuh biologis saya masih terbawa dengan suasana istirahat di pagi hari seperti yang selama ini saya lakukan, sehingga pada awalnya setiap meditasi dini hari dan pagi hari pikiran saya masih mudah melamun atau tidak terlalu kuat. Hal ini kemudian berhasil saya atasi dengan cara melakukan meditasi dengan sedikit membuka mata dan fokus rileks menatap jauh ke depan, cara ini efektif tetap menjaga pikiran saya dari lamunan indah di pagi hari..

 

Latihan di H-1 hingga H-3 ini lebih ditekankan pada konsentrasi napas yang bertujuan melatih sifat sebagai observer / pengamat dalam kehidupan; merasakan karakter napas yang bertujuan meningkatkan kesadaran diri individu; dan mengikhlaskan perubahan-perubahan yang terjadi pada nafas dengan tujuan melatih kebijaksanaan diri dengan cara tidak melekat pada suatu kondisi yang diinginkan, bahwa segala sesuatunya selalu berubah atau tidak kekal (annica).. Tentu saja latihan-latihan tersebut sangat bermanfaat bagi banyak orang pada umumnya, namun bagi saya secara pribadi hal ini tidak terlalu berdampak banyak karena memang saya sudah melakoni tujuan-tujuan latihan yang dimaksud dalam kehidupan sehari-hari.. Tetapi saya berpikir mungkin saja akan ada kejutan lain menanti, dan lagipula sudah terlanjur mengikuti maka mari ikuti hingga selesai dengan hati iklhas dan lapang, hehe..

Begitu pula soal rasa sakit menyiksa yang katanya bisa muncul tiba-tiba di beberapa bagian tubuh saat meditasi , selama tiga hari ini saya tidak merasakan rasa sakit selain kesemutan pada saat duduk bermeditasi. Mungkin tidak ada ketidakseimbangan fisik-energi-emosi-memori yang besar, atau ada faktor lainnya yang saya tidak tahu tetapi saya cukup bingung dan penasaran apa iya terjadi rasa sakit menyiksa itu ? (namun rasa sakit yang muncul ini dibenarkan oleh para peserta tapa lainnya pada saat hari terakhir tapabrata..) Jadi dari ketiga hari pertama ini, sesi duduk tenang bermeditasi kurang memberikan kesan emosi yang kuat, sehingga yang paling saya nanti-nantikan justru malah sesi ceramahnya, karena berisikan beberapa konsep dan insight baru yang belum pernah saya ketahui sebelumnya.. ibarat tahu praktik tetapi tidak teori, kali ini saya mendapatkan gambaran penjelasan terhadap beberapa konsep yang telah saya jalani / melakoni..

Deskripsi tentang susunan tubuh manusia cukup menarik bagi saya, terutama karena dijelaskan bahwa Indonesia cukup beruntung mengeal ke 4 tubuh badan manusia tersebut secara lengkap, karena kita mendapatkan pengetahuan tentang tubuh cakra dari India melalui kerajaan-kerajaan hindu kuno di nusantara, dan juga mendapatkan pengetahuan tentang tubuh meridian dari hubungan dengan kerajaan Cina dimasa lampau.. sehingga orang India bahkan hingga ke tingkat guru spiritual hanya mengenal 3 tubuh (tanpa tubuh meridian), dan orang Cina hanya mengenal 3 tubuh juga (tanpa tubuh cakra).. Indonesia mendapatkan pemahaman yang lebih menyeluruh yang merupakan gabungan dari A dan dari B.. dan dalam hati saya berpikir 1) beruntung juga saya bisa bertemu dengan orang yang menyadari hal ini dan berpikir kalau begitu potensi untuk belajar mendalami bidang-bidang seperti ini ternyata sangatlah baik di tanah air, hehe.. 2) dan mungkin begitu juga dengan agama, tanpa kita sadari Indonesia yang sangat beragam agama ini memberikan kesempatan sangat besar untuk memahami kebenaran dengan lebih utuh / komplit tentang divinity, dan memang hal tersebut juga terjadi pada kehidupan saya.. so what a blessing to be here in Indonesia, or are we knowing this good potential chance chose to be born in this country from very beginning..😉

From A and From B

 

Deskripsi tentang tubuh meridian ~ di tapa 7 hari ini kami juga ada beberapa sesi latihan olahraga kesadaran dan olahraga gerak dengan olah nafas yang bertujuan untuk melancarkan energi pada tubuh meridian, dikatakan oleh pengajar bahwa dia mendapatkan tiga gerakan olahraga ini langsung dari seorang guru Nei Kung / NeiGong di Cina dekade silam (Nei Kung is an internal system of Chi Kung, employing slow, deep breathing and requiring a relaxed physical stance and mental attitude). Yang paling menarik adalah gerakan-gerakan menarik nafas-tahan nafas-hembus nafas di tapa brata ini sangatlah serupa dengan gerakan-gerakan olahraga pernafasan Hawa Prana yang dahulu selalu saya lakukan secara intensif dengan kawan-kawan semasa SMU, membuat saya sejenak mengenang masa lalu dan melakukan kilas balik dengan tersenyum. Waktu dahulu tentu saja kami melakukan gerakan-gerakan tersebut tanpa terlalu tahu pemahaman konsep mendalamnya, namun tetap merasakan efek positifnya yaitu sekujur tubuh terasa segar sekali, terasa aliran energi dalam tubuh mengalir dengan baik. Kemudian baru pada tapa ini saya menyadari kalau gerakan-gerakan olahraga nafas ini memiliki jebakan bagi para praktisi pemula, yaitu apabila tidak dilakukan dengan kesadaran mengamati jalur otot/pembuluh darah/energi yang terjadi dari telapak tangan menuju lengan menuju badan menuju kepala maka gerakan-gerakan ini hanya akan menjadi gerakan senam otot belaka.

Deskripsi tentang badan cakra ~ saya telah mengetahui dan merasakan sebelumnya tentang titik-titik cakra ini, tetapi kali ini mendapat kesempatan untuk merasakan lebih dalam lagi.. pada tapabrata ini sungguh terasa getaran-getaran di tempat-tempat yang lebih spesifik (misal di tengah tenggorokan, antara pusar dengan organ kelamin), rasanya seperti ada pusat titik energi yang bergetar atau berputar, entahlah karena hanya bersifat perasaan di dalam tubuh jadi hanya deskripsi abstrak.. memang dalam bahasa aslinya, cakra berarti ‘‘Wheel of spinning Energy’ / cakram energi.. terakhir kali saya merasakan dengan intens adalah ketika olah batin di Jawa Tengah tahun 2012, berikut cuplikannya dari note tahun 2012 (dibawah ini), dan situasi yang kondusif di tapabrata kali ini membuat saya bertekad ingin mencoba ‘mengakses’ dan merasakannya lagi..

 

Tahun 2012 ~ (ada pengalaman unik disini, saat itu saya mencoba untuk duduk tenang dengan penuh kesadaran dan mencoba ‘mengakses’ ke dalam diri, selama 1/2 jam.. ketika duduk dengan hening, perlahan2 saya merasakan aliran energi yang mengalir.. dari bagian bawah tubuh, terus naik ke atas, dan bermuara di bagian paling atas kepala, ubun2.. ya, persis disekitar tempat cakra ‘itu’ berada.. bagian itu terasa penuh dengan energi, seakan2 seluruh energi dalam tubuh berkumpul disana, seperti ada setruman yang mendesak-desak untuk mengalir keluar.. belum pernah sebelumnya saya merasakan sensasi ini, sebelumnya saya hanya merasakan aliran kuat dari sekitar dada (jantung) sewaktu mendapatkan pemahaman yang melepaskan diri dari hambatan emosional, dan dari sekitar tengah alis ketika mencoba untuk duduk dengan tenang dan hening, kali ini sensasi pengalaman nya cukup unik, aliran energi yang menuju ke puncak kepala.. ketika saya selesai pun ubun2 rasanya masih terasa adanya getaran dan kumpulan energi.)

 

Deskripsi tentang tubuh mental yang halus ini juga sangat menarik, dan juga terdapat ketika saya mempelajari Kashmir Shaivism ~ sebuah ajaran kuno dengan bahasa Sanserkerta / Sanskrit yang berasal dari lembah Khasmir di dataran India. Misalnya dalam Kashmir Shaivism dalam tubuh manusia dibedakan antara organ penglihatan / mata sebagai ‘caksu’, lalu elemen penglihatan sebagai ‘rupa’, lalu adanya ‘rupa tanmantra’ sebagai residence of form/visual, yang tentu saja dalam bahasa Indonesia memiliki arti yang sangat serupa dengan ‘Landasan Penglihatan’. Sebelumnya saat mempelajari Khasmir Shaivism saya sedikit memahami tetapi belum mendalam, tetapi ketika mendengar penjelasan serupa mengenai badan mental di tapabrata ini membuat saya memiliki sebuah pemahaman teori sementara. Ini hanyalah pemikiran saya pribadi yang hanya bersifat rekaan sementara yang bertujuan lebih memperkuat pemahaman mengenai ‘Landasan Indera’ ini. Saya sekarang memahami bahwa proses penglihatan bisa terjadi secara normal apabila organ mata (organ penerimaan sensasi visual) – jalur organ mata ke otak (jalur pengiriman sinyal visual dari luar ke dalam) – otak bagian penglihatan (pusat pemprosesan sensasi visual) seluruhnya dalam kondisi baik dan tidak ada masalah di ketiga bagian tersebut. Ketika kita memiliki emosi negatif yang berlebihan / ekstrim, baik kebencian maupun goncangan trauma, bisa saja mengakibatkan terjadinya malfunction / gangguan tidak sebagaimana mestinya pada sel-sel bagian dalam tubuh, yaitu di jalur syaraf menuju otak atau di bagian otak itu sendiri, sehingga proses penginderaan bisa saja tidak terjadi walaupun organ indera dalam kondisi baik..

Yang paling menyulitkan dari fenomena-fenomena ini, baik segala sesuatu yang terjadi di badan meridian – badan cakra – badan mental adalah kejadian ini sulit untuk dibuktikan dalam ilmu pengetahuan dan dianggap sebagai ilmu tanpa dasar, karena rata-rata bersifat subjektif atau dalam skala kecil disekitar lingkungan orang yang kita kenal saja, sehingga apabila belum mengalami sendiri atau belum membuktikan sendiri, seseorang yang terpaku atau memiliki kekakuan terhadap science akan terasa sangat sulit mempercayai konsep-konsep kuno ini..

OK lanjut, kali ini mengenai pintu pikiran netral~positif~negatif, tentu saja kita tahu pikiran buruk menghancurkan badan kita secara literally dan pikiran baik membuat kondisi tubuh kita dan hidup kita menjadi lebih baik, sehingga orang-orang akan didorong untuk menahan pikiran buruk dan tertarik pada pikiran baik. Ajaran agar seorang manusia menahan / membuang pemikiran buruk dan menumbuhkan pemikiran baik saya rasakan sesuai bagi sebagian besar orang dan tentu saja baik, namun saya memahami ini hanya bersifat di permukaan dan saya sebut sebagai Common Wisdom (kebijaksanaan pada umumnya). Mengapa demikian ? karena saya mengetahui dan mengalami bahwa common wisdom ini tidaklah bersifat mendalam dan mengakar, pemahaman kebijaksanaan ini hanyalah di permukaan atau menengah. Dengan Common Wisdom, seorang manusia bisa melalui berbagai rintangan emosi dalam hidupnya dan terlihat baik-baik saja, hanya saja rintangan emosi yang akan berhasil dilalui adalah rintangan yang ringan-sedang. Common Wisdom hanyalah bersifat memperkuat atau mempertebal dinding hati dan pikiran, namun pertahanan ketenangan batin ini akan luluh lantak saat tembakan besar terjadi (kejadian yang sanggup mengakibatkan trauma besar atau emosi negatif atau godaan besar yang ekstrim).. Cara sejati untuk menghadapi tembakan besar adalah bukan dengan cara menahannya atau membendungnya, karena alam semesta selalu penuh dengan kejutan dan seringkali menghadirkan kekuatan yang di luar bayangan manusia, tetapi dengan cara membiarkan tembakan besar itu menembus batin kita sehingga batin kita bagaikan udara bening yang tidak bisa ditembak.. saya sadari leluhur kita sudah memahami filosofi ini dan menggunakan prinsip kerja fundamental serupa yang hadir dalam seni beladiri Tai Chi atau Aikido, yaitu tidak menahan energi yang datang tetapi membiarkan energi yang datang melalui badan kita dan memanfaatkannya untuk kebaikan kita.. Akan tetapi, cara mentransformasi pikiran dan batin di luar Common Wisdom ini sangatlah sulit karena sudah melampui baik dan buruk, bahwa sejatinya keburukan itu sendiri adalah kebaikan, dan vice -versa atau begitu juga sebaliknya, bahwa hal ini diilustrasikan dalam logo seimbangnya hitam dan putih Yin-Yang yang sangat terkenal.. pemahaman ini saya sebut sebagai ‘Transcending Wisdom’ (kebijaksanaan yang melampaui).. mengenai pemahaman pikiran buruk dan emosi buruk ini sempat saya uraikan secara sederhana dalam tulisan lama 5 tahun lalu di tahun 2011 yang berjudul ‘the wisdom of pain’ (https://handokoluo.wordpress.com/20…).. apabila saya berbicara dengan orang lain, tentu saja saya akan membicarakan dan menyarankan mengenai Common Wisdom terlebih dahulu, yang lebih mudah diterima oleh norma umum dibandingkan dengan Transcending Wisdom yang mudah disalahpahami dan sedikit diluar nalar baik-buruk..

all the life

 

Realita H-4 dan H-5

Dijelaskan bahwa tiga hari pertama H-1 hingga H-3 adalah babak persiapan dan pada Hari H-4 dan H-5 adalah babak eksekusi. Tiga hari pertama para peserta tapa dikondisikan agar memiliki kemampuan berkonsentrasi, kesadaran mengamati, dan keikhlasan dengan lembut, sehingga teknik meditasi yang akan diajarkan pada hari H-4 dan H-5 akan memiliki hasil yang maksimal. Selepas dari babak persiapan tubuh, para peserta tapa mulai dijelaskan tentang beberapa hal yang semuanya bertujuan untuk mengaktifkan self-healing.

 

* Proses Munculnya Energi Baik dan Buruk Dalam Tubuh

Pada tapabrata 7 hari ini dijelaskan bahwa penjelasan ini adalah yang terpenting karena tanpa pemahaman inti ini maka segala persiapan tubuh di tiga hari pertama tidak akan banyak bermanfaat untuk menyehatkan tubuh di hari H-4 dan H-5. Pada umumnya sebagian besar manusia saat ini tidak menyadari banyak melakukan pikiran / perbuatan buruk dalam kehidupan sehari-hari, terutama pikiran / perbuatan buruk yang kecil-kecil. Hal ini dikarenakan minimnya kesadaran seseorang dan karena itu tiga hari pertama tapa berfokus pada meningkatan kesadaran para peserta tapa melalui pengamatan nafas.

diagram pikiran and energi

 

Saya akan mencoba menjelaskan dari pemahaman dan ingatan, semoga tersampaikan dengan baik. Diagram diatas adalah diagram yang menggambarkan bagaimana proses siklus energi yang terjadi dari pikiran manusia mempengaruhi tubuh manusia secara baik (+) atau buruk (-). Dimulai dari kotak “Badan dan Batin”, bahwa setiap manusia pastilah memiliki tubuh fisik dan batin, yang terdiri dari “5 indera +1 pikiran” dan indera serta pikiran ini melakukan “Kontak” (sensing atau pertukaran informasi dengan dunia realita) yang pada akhirnya akan menimbulkan “Sensasi” dalam tubuh yang dirasakan sebagai sesuatu yang enak (menyenangkan), netral (biasa saja), tak enak (tidak menyenangkan). Misalnya ‘indera’ telinga melakukan ‘kontak’ mendengar alunan musik yang indah yang menimbulkan ‘sensasi’ enak dalam tubuh, atau mendengar hentakan gemuruh badai yang menimbulkan ‘sensasi’ tidak enak dalam tubuh, dari sini kuncinya adalah bagaimana kita bereaksi terhadap sensasi yang muncul di tubuh kita, reaksi yang dilakukan ini berasal dari pikiran kita sehingga seorang manusia yang bebas berpikir bisa bereaksi dengan 3 karakter, yaitu netral, buruk, atau baik. Apabila bereaksi dengan pikiran buruk maka energi buruk ini akan tercipta, begitupula sebaliknya apabila bereaksi dengan pikiran baik maka energi baik akan tercipta. Energi buruk atau Energi Baik ini akan diteruskan pada energi tubuh manusia yang terdiri dari “Pikiran-Makanan-Perbuatan-Temperatur”, dan energi ini akan mempengaruhi “Badan dan Batin” individu yang bersangkutan, dan siklus ini akan berulang. Sehingga apabila reaksi kita menimbulkan energi buruk secara terus-menerus maka energi buruk ini akan terakumulasi / terkumpul pada energi badan manusia dan mempengaruhi kondisi badan fisik menjadi tidak sehat. Sebaliknya demikian juga apabila reaksi kita menimbulkan energi baik secara terus-menerus maka energi baik ini akan terakumulasi / terkumpul pada energi badan manusia dan mempengaruhi kondisi badan fisik menjadi sehat. Maka dari itu sangatlah penting untuk meningkatkan kesadaran dan meminimalkan kecenderungan untuk melakukan reaksi buruk serta dengan kesadaran memilih reaksi baik atas segala sensasi yang diterima oleh indera dan pikiran kita.

Masalah utama yang sering terjadi adalah begitu banyaknya orang yang tidak sadar bahwa 1) kita secara terus-menerus tanpa sadar melakukan reaksi buruk atas segala informasi yang diterima oleh indera dan pikiran kita sehingga mengakibatkan kita menyakiti diri sendiri, dan terkadang sulit juga disadarkan oleh orang lain.. 2) kita memiliki kuasa penuh untuk mengubah keadaan dengan kesadaran yang dimiliki untuk memilih melakukan reaksi baik atas segala informasi yang diterima oleh indera dan pikiran kita, dan dengan demikian terjadi siklus energi positif yang bermanfaat bagi badan dan batin kita..

Baik, semoga penjelasan diatas tidak membingungkan. Setelah memahami penjelasan tersebut, para peserta memulai sesi praktiknya dengan menerapkan pikiran yang positif dalam teknik meditasi memeriksa badan sendiri.

 

* Praktik Meditasi Self-Healing

Inilah bagian meditasi kesehatan yang sesungguhnya. Sebelum memulai panduan praktik meditasi ini, kondisi badan diharapkan sudah dalam keadaan yang sensitif karena gaya hidup yang sehat serta pikiran harmonis yang secara terus-menerus telah dilatih selama tiga hari pertama. Pikiran harmonis yang dimaksud adalah :

1) konsentrasi napas yang bertujuan melatih sifat sebagai observer / pengamat dalam kehidupan;

2) merasakan karakter napas yang bertujuan meningkatkan kesadaran diri individu;

3) dan mengikhlaskan perubahan-perubahan yang terjadi pada nafas dengan tujuan melatih kebijaksanaan diri dengan cara tidak melekat pada suatu kondisi yang diinginkan, bahwa segala sesuatunya selalu berubah atau tidak kekal (annica)

Pikiran harmonis ini kemudian digunakan untuk merasakan bagian tubuh bagian demi bagian. Ketika kita duduk bermeditasi dengan tekad kuat dan memejamkan mata, tenangkan pikiran dahulu beberapa menit, lalu setelah itu kita bisa gunakan pikiran harmonis ini untuk merasakan salah satu bagian tubuh, lalu kemudian pindah ke bagian tubuh lain, dan seterusnya..

Ketika bermeditasi, diarahkan untuk melakukan scanning dengan pikiran ke bagian tubuh sesuai urutan dan dengan cara berpindah melompat (bukan ditarik / digeser) karena dalam tubuh ada beberapa organ yang memiliki aliran energi berbeda-beda, dikhawatirkan apabila perpindahan energi pikiran ini dilakukan dengan cara ditarik akan melawan aliran energi alami salah satu organ tubuh.. Peserta tapa kembali diingatkan selalu bahwa sensasi apapun yang muncul ditubuh (baik enak ataupun tidak enak) harus ditanggapi dengan reaksi pikiran yang baik/positif, kelembutan, dan keikhlasan.

Rincian tahapnya adalah sebagai berikut :

1) Kondisikan badan agar rileks seluruhnya, posisi duduk benar-benar rileks, lalu seluruh ketegangan juga dilepaskan, pejamkan mata..

2) Berdoa sesuai keyakinan masing-masing dan kembangkan getaran kelembutan dan cinta kasih (bisa dengan ucapan ‘semoga semua hidup berbahagia’) dalam dada berulang kali dan seluas-luasnya hingga meliputi bumi..

3) Sejenak perhatikan nafas masuk dan keluar dengan setenang-tenangnya tanpa diatur, setelah benar-benar damai dan tenang, proses merasakan badan bisa dimulai. Masing-masing bagian badan bisa dirasakan selama 10-20 detik.

Untuk memudahkan membayangkan, saya telah membuat visualisasi sederhana atau penggambaran urutan scanning tubuh seperti gambar dibawah ini

Aliran Pikiran Meditasi Kesehatan

 

Kita mulai, urutannya : Kepala – leher – [BAGIAN A] bahu kanan – lengan atas – lengan bawah – tangan – kembali ke lengan bawah – lengan atas – bahu kanan – pangkal leher – [BAGIAN B] bahu kiri – lengan atas – lengan bawah – tangan – kembali ke lengan bawah – lengan atas – bahu kiri – DADA – PERUT – organ kelamin – [BAGIAN C] paha kanan – betis – telapak kaki – betis – paha kanan – organ kelamin – [BAGIAN D] paha kiri – betis – telapak kaki – betis – paha kiri – [BAGIAN BELAKANG] pantat – punggung bawah – punggung tengah – punggung atas – leher – kepala – mengulangi siklus kepala – leher – BAGIAN A-B-C-D dan seterusnya..

Panduan bermeditasi :

*) Bila nafas terasa pendek atau berat, kembalilah ke merasakan nafas dan setelah tenang kembali baru dilanjutkan proses merasakan badannya..

*) Bila melamun, dengan pikiran harmonis segera kembali ke proses merasakan badan tanpa mengulang dari awal..

*) Bila muncul sakit ditempat yang lain, usahakan perhatian tidak teralihkan dan tetap mengikuti urutan merasakan badan bagian demi bagian..

Setelah melakukan scanning yang bersifat luar dan umum ini, para peserta tapa melanjutkan meditasi di hari ke-5 dengan cara yang lebih detil lagi yaitu satu per satu merasakan bagian tubuh dari dalam dan juga organ tubuh serta titik-titik cakra di seluruh tubuh.. inilah pemeriksaan yang komplit, dan ketika kita bermeditasi dengan tekun, sungguh-sungguh, dan perlahan-lahan dengan penuh cinta kasih, kita membuat energi baik dan energi baik ini paling mudah masuk ke badan cakra, kemudian ke badan kasar, maka efeknya dapat sangat menyembuhkan diri sendiri / terjadi self-healing..

Kaitan 7 Cakra dengan penyakit di tubuh :

1) Cakra dasar — yang berhubungan dengan tulang, otot, dan ginjal. Misalnya rematik, asam urat

2) Cakra seks — yang berhubungan dengan reproduksi. Misal penyempitan rahim, benjolan payudara, pembengkakan prostat

3) Cakra solar plexus — yang berhubungan dengan organ dalam perut (empedu, usus, hati, lambung, dsb)

4) Cakra dada — berhubungan dengan dada dan seluruh tubuh, seperti jantung, paru-paru, kulit yang awet muda / cepat tua

5) Cakra tenggorokan — yang berhubungan dengan tenggorokan, termasuk kelenjar tiroid

6) Cakra kepala — memimpin 5 cakra lainnya (no1-5 dibawah), juga berhubungan dengan seluruh isi kepala dan sistem hormon dalam kepala

7) Cakra mahkota — bersama cakra kepala memimpin 5 cakra lainnya, berhubungan dengan hormor keseimbangan tubuh dan kortek yang berhubungan dengan memori

*. Penyebab Penyakit dan Penyembuhan Holistik

Pada dasarnya ada penyakit yang disebabkan oleh energi kasar ~ yang dapat disembuhkan dengan bantuan dokter dan obat-obatan, dan disebabkan oleh energi halus ~ yang lebih mudah diatasi dengan meditasi. Penggabungan kedua cara penyembuhan ini disebut dengan penyembuhan holistik.

Penyebab penyakit yang bersifat energi kasar dapat dikarenakan : Genetik, Makanan (salah pola makan, keracunan, malnutrisi, dsb) , Temperatur (perubahan suhu mendadak, dsb). Sedangkan penyebab penyakit yang bersifat energi halus antara lain :

*) Pikiran / Memori — trauma besar di pengalaman masa kecil dapat dengan mudah mengendap dalam tubuh dan menimbulkan reaksi fobia / ketakutan berlebihan pada suatu benda tanpa kita sadari, walaupun kita tahu benda tersebut tidak berbahaya, misal kapuk atau janur.. Hal ini terjadi pada seorang guru wanita di Bali berusia 60 tahun yang memiliki ketakutan pada janur sesajen / banten Bali. Lalu saat bermeditasi diketahui bahwa sewaktu berusia 6 tahun dia terpaksa mengerjakan banten Bali dengan penuh rasa benci karena dipaksa oleh ibunya walaupun dia sangat ingin bermain dengan teman-temannya saat itu.

*) Perbuatan — banyak perbuatan tidak baik yang seharusnya dihindari dan menimbulkan energi tidak baik ke tubuh.. Misalnya, perbuatan yang disertai dengan kemarahan/kebencian akan menimbulkan energi panas yang merusak badan dan sanggup membuat tulang rapuh/keropos, perbuatan yang disertai keserakahan berlebihan (termasuk korupsi dan mencuri) menimbulkan energi dingin yang menciutkan badan / organ tubuh, perbuatan yang disertai sifat liar (melanggar norma / janji seperti berselingkuh / berzina) akan menimbulkan rasa bersalah, dan lain sebagainya..

*) Benda mati (seperti radiasi elektromagnetik HP yang berlebihan, virus, dsb), dan Makhluk Hidup (seperti emosi negatif dari lingkungan kerja yang tidak baik, dsb)..

 

Personal Story di hari H-4 hingga H-5

Mari kita istirahat sejenak sebelum kita lanjutkan ceritanya.. silahkan tarik nafas dalam.. hembuskan pelan.. regangkan badan.. kini giliran saya bercerita kembali dari sudut pandang pribadi saya terhadap apa yang terjadi di hari ke-4 dan ke-5.. ^^

Mengenai proses siklus energi buruk dan baik yang terjadi dalam badan, tentu saja saya sudah mengetahui dan melakoninya sejak bertahun-tahun silam, termasuk kesadaran kita dapat berkuasa atas reaksi positif / negatif yang akan kita pilih sebagai reaksi atas indera dan pikiran kita.. hanya saja mungkin karena waktu yang sangat terbatas (7hari), para peserta tapa hanya ditekankan akan pentingnya menjauhi pikiran yang buruk, mendekati pikiran yang baik tanpa bisa dijelaskan dengan dalam mengapa pikiran buruk ini bisa muncul, atau darimanakah asal mula pikiran buruk ini berasal.. Tentu saja 14pikiran buruk yang dimaksudkan masih bisa dipahami dalam bahasan common wisdom.. tanpa pemahaman mendalam mengenai sebab utama / akar utama munculnya pikiran buruk, pikiran buruk ini hanya akan dipendam masuk ke dalam alam bawah sadar dan bisa sewaktu-waktu menyeruak muncul lagi ketika ada kesempatan atau momennya tiba.. Misalnya mengenai iri hati, pikiran ini sebaiknya jangan ditahan atau dihindari tetapi harus dihadapi dengan kebijaksanaan dan pemahaman mendalam, mengapa saya iri ? apa untungnya saya iri ? apa untungnya saya mendapatkan yang saya irikan ? apakah pikiran iri ini saya benar-benar kehendaki ? apakah iri hati itu ? dan ajukan berbagai pertanyaan lainnya serta cobalah temukan jawabannya satu per satu yang memberikan sinar dalam kegelapan relung hati.. niscaya setelah hal ini terjadi, maka perkara yang ada bukanlah kesulitan memilih antara reaksi dengan pikiran buruk atau pikiran baik lagi (hal ini sering membuat diri frustasi), atau mempertahankan kesadaran pikiran untuk menjauhi yang buruk dan memilih yang baik (hal ini menguras tenaga kesadaran), tetapi secara alamiah akan selalu berpikir dan bertindak yang baik karena paham akan kefanaan atau kesia-siaan berpikir buruk..

Mengenai praktik meditasi self-healing, fiuhhh… akhirnya sesuatu yang seru tiba juga, ini adalah teknik yang baru saya ketahui dan sangat menyenangkan menjalaninya.. seperti yang sudah saya kemukakan sebelumnya kalau saya tidak terlalu menyadari ternyata sesi tapa 7 hari ini berfokus pada kesehatan, namun pengalaman scanning tubuh ini cukup berkesan bagi saya.. kalau ditanya apa rasanya saat melakukan proses scanning tubuh, mungkin setiap orang akan berbeda-beda penjelasannya karena memang bersifat subjektif kepada individu ybs.. kalau bagi saya sendiri rasanya ada aliran gelombang energi yang mengalir atau berputar dibawah kulit (swirling) atau di seputar organ atau di dalam tubuh.. apabila saya visualisasikan dalam pikiran saya kurang lebih seperti gambar berikut aliran gelombang energinya..

aliran gelombang energi

 

Ini hanya sekedar share pengalaman saja, itulah yang saya rasakan dan bayangkan ketika aliran ini berputar-putar dan merambat di dalam kepala, di leher, di lengan, di telapak, di dada, di perut dsb, atau juga saat saya berfokus pada organ hati / lever, organ tersebut teasa dibungkus / diputari oleh aliran ini.. Yang paling terasa dengan jelas adalah saat saya tiba memfokuskan pikiran ke telapak kaki kanan dan kaki kiri, sekujur pembuluh darah dalam kaki terasa seperti melonjak-lonjak atau berdenyut-denyut dengan cepat, bukan 1 denyutan tetapi beberapa denyutan sekaligus diberbagai pembuluh darah dalam telapak kaki, rasanya sangat nyaman sekali seperti dipijat refleksi tetapi dari dalam kulit kaki, aneh ya..? dalam pemahaman dan pikiran saya, seluruh pembuluh darah manusia saling berhubungan, melewati organ-organ, dan bermuara di telapak kaki, sehingga bisa banyak bagian dari dalam tubuh bisa distimulasi dengan getaran-getaran lembut di telapak kaki, bayangan dalam pikiran saya adalah sebagai berikut

pembuluh darah kaki

Jadi terkadang saya suka berhenti agak lama di telapak kaki karena sensasi denyutan-denyutan berbagai pembuluh darah yang sangat nyaman ini, walaupun akhirnya tetap saja harus melanjutkan proses scanning tubuh secara menyeluruh, hehehe.. kemudian setelah melakukan proses scanning tubuh secara umum beberapa kali, saya juga coba lakukan proses scanning tubuh cakra sesuai pengarahan.. saya juga baru paham kalau titik-titik energi ini tidak hanya terasa nyaman / enak di dalam tubuh tetapi mereka juga mempengaruhi organ sekitar di seluruh tubuh, dan mungkin saja berbagai kelenjar yang ada di tubuh manusia. saya coba sisipkan kutipan yang saya dapat apa yang akan terjadi apabila tubuh cakra ini memang mempengaruhi sistem kelenjar di tubuh : “the endocrine system is important because it regulates tissue function, mood, metabolism, growth and development, sexual function and reproductive processes. It influences nearly all cells, organs and functions of the human body.”

Saya mengira-ngira proses 1x siklus scanning tubuh ini bisa memakan waktu hingga 30 menit, kalau memang begitu maka tidak heran kalau seseorang bisa duduk dengan tenang selama 30 menit atau 1 jam bahkan lebih karena memang menikmati proses yang terjadi ketika mata terpejam.. saat itu dalam benak saya bercampur antara penasaran dengan rasa kagum bagaimana seorang manusia dengan kesadarannya bisa memiliki cara untuk melakukan self-healing, bagaimana sel-sel tubuh manusia memiliki intelligence dengan caranya sendiri.. setelah menyadari akan hal ini, proses tapa selama hari H-4 dan hari H-5 ini saya jalani dengan cukup bersemangat, sebelum jeda istirahat berakhir saya sudah duduk manis di dalam ruang meditasi menunggu sesi dimulai kembali, hehe.. kadang beberapa kali saya keasikan dengan proses scanning tubuh ini dan harus terhenti karena sudah time-out atau habis waktu sesi meditasinya…

Lalu ketika hari di akhir malam hari H-5 ternyata ada sesi meditasi terbuka, yaitu sesi meditasi yang tidak dibatasi waktunya, peserta tapa dipersilahkan bermeditasi secukupnya, bahkan apabila mau bermeditasi hingga dini hari pun tidak apa-apa.. pengajar telah memberi tahu kalau sesi ini bukanlah kompetisi atau pertandingan duduk lama, namun dalam hati saya hanya ingin mengetes sejauh mana dan selama apa saya bisa mengakses ke dalam apabila tidak dibatasi oleh waktu, maka saat itu saya niatkan dengan sungguh-sungguh.. saya berpikir mungkin saja kali ini kalau ditekadkan saya bisa mengakses lagi daerah atas kepala yang seperti pengalaman tempo dahulu.. saya mulai duduk dan pejamkan mata, kemudian memulai.. kali ini seluruh proses scanning tubuh terasa lebih intens.. dan saya lakukan hingga beberapa kali siklus.. dan ketika daerah atas kepala rasanya penuh getaran-getaran serupa walau tidak sama seperti pengalaman saya tahun 2012, saat itu saya senang bisa merasakannya lagi.. lalu setelahnya saya terpikir untuk mencoba meletakkan kalung kristal amethyst ke atas kepala untuk lihat apakah ada pengaruhnya.. dan benar saja terjadi getaran-getaran / denyutan yang semakin kuat di sekitar kepala dan terutama daerah ubun-ubun.. setelah beberapa saat menikmati, saya mendapatkan beberapa visual yang tidak terlalu jelas, bukan sekedar terang-gelap namun gambar visual yang memang masih kabur dan cepat berlalu, dan saya iseng mengetes untuk mengajukan beberapa pertanyaan untuk melihat apakah keluar jawaban visualnya, beberapa pertanyaan yang saya familiar jawabannya keluar jawaban visualnya dan pertanyaan yang saya belum familiar tidak terlalu jelas jawaban visualnya, jadi saya mengira mungkin ini hanya mengambil gambar-gambar visual yang tersimpan dalam bawah sadar saya, tetapi apabila memang betul demikianpun rasanya unik sekali jikalau bisa mengakses memori visual dengan cara seperti ini, dan apakah ini cara para cenayang atau psychic itu bekerja..? barangkali saya belum terlatih melakukannya atau barangkali hanya tipuan pikiran saja, entahlah.. lalu setelah itu saya penasaran bagaimana kalau saya coba dorong seluruh pikiran dan kesadaran saya ke titik di ubun-ubun ini… dan… wuzzz.. rasanya saya seperti mendapatkan visualisasi kalau tubuh kasar saya tersedot dan berputar masuk ke dalam sebuah pusaran… saat ini terjadi dan tentu saja dalam keadaan terpejam, saya tidak dapat merasakan bagian tubuh saya dari leher ke bawah, tidak juga merasakan keberadaan kaki dan tangan, sampai saya dalam pikiran sejenak mencari dimanakah letak tangan saya.. rasanya bukan kesemutan tetapi seperti lenyap atau tidak terasa ada tangan dan kaki, hanya leher dan kepala saja yang masih terasa keberadaannya, ini pengalaman unik yang baru saya alami pertama kali.. saya berpikir apakah kali ini berarti hanya bagian atas kepala, cakra kepala dan cakra mahkota saja yang betul-betul aktif sehingga yang lainnya seperti tidak terasa..? tapi pikir saya ya sudahlah tidak apa saya coba saja kembali fokus kepada aliran pusaran ini.. sejenak saya sempat ragu tetapi saya berpikir apabila terjadi apa-apa maka saya tidak sedang sendirian dan bisa ada orang yang akan membantu, jadi saya putuskan untuk coba saja masuk ke dalam pusaran itu toh ini adalah pengalaman pertama kali.. pusaran itu bukan pusaran putih tetapi lebih ke arah titik tidak jelas dan saya bisa melihat seolah-olah tubuh saya seperti dalam kisah Gennie in the Lamp / Jin lampu yang berputar masuk ke dalam titik tersebut, atau seperti aliran vortex (atau spiral).. ilustrasinya seperti gambar dibawah ini.. tidak terjadi apa-apa hanya sensasi dan pengalaman unik saja terasa seperti tersedot perlahan-lahan, dan seluruh kepala seperti aktif berdenyut.. waktu begitu lama terasa berlalu, sampai saya merasa cukup sudah berusaha dan memutuskan untuk pelan-pelan menenangkan diri, menenangkan pikiran, dan mengakhiri sesi meditasi intensif malam itu.. saat membuka mata dalam ruangan yang remang-remang gelap, ternyata saya adalah peserta tapa yang duduk terakhir kali, dan semua orang telah pergi meninggalkan ruangan untuk beristirahat.. upsss..

vortex

 

Anehnya sudah duduk selama itu kaki tidak terasa kesemutan.. kemudian saya beranjak pelan-pelan sambil meredakan seluruh sisa vibrasi yang masih ada di badan dan kepala.. pelan-pelan menuruni tangga untuk sejenak ke kamar kecil atau menyegarkan muka.. saat itu ternyata semua orang sudah terlelap dan lampu beberapa dimatikan membuat suasana terasa kian larut.. saya melihat ke jam dinding perlahan dan mengamati kalau saat itu sudah mendekati jam 22.30 malam.. saya lupa tepatnya kapan sesi meditasi terbuka itu dimulai, mungkin jam 20.30 atau 20.45 karena biasanya pukul 21.15 para peserta telah beristirahat.. jadi hampir 2 jam saya duduk berhasil duduk bermeditasi, cukup terkejut juga karena tidak menyangka bisa melakukannya selama itu..

Saatnya beristirahat dan tertidur, tetapi kisah hari H-5 ternyata belum selesai.. saya merebahkan badan ke kasur jam 22.30, namun terjaga dengan sisa berbagai vibrasi di kepala yang masih terus terasa.. saya coba nikmati dan amati.. nikmati dan amati.. nikmati dan amati.. kok lama ya sensasinya reda.. akhirnya saya pasrahkan saja barangkali bisa membantu menidurkan tubuh.. pasrahkan rileks.. pasrahkan rileks.. pasrahkan rileks.. ternyata tetap saja vibrasi di kepala ini tetap aktif, saat itu denyut jantung bisa terasa sampai atas kepala.. wah gawat ini tidak bisa tidur pikir saya, sudah berasa lama ini tidak tertidur dan tidak terasa letih.. akhirnya saya keluar dari kamar dan mengamati sudah jam 00.30.. wah 2 jam berlalu hanya berbaring saja di kasur..^^’ lalu saya menyeduh air jahe hangat dengan gular merah, pergi ke balkon di lantai atas untuk menikmati semilir angin tengah malam untuk mendinginkan tubuh dan kepala.. segar juga rasanya angin dingin di kaki gunung pada malam tengah hari membalut tubuh, ada suara keras tenggeret dari pepohonan sekitar, jangkrik yang saling sahut-menyahut, serta gonggongan anjing menggema berulang di kejauhan.. langit malam cukup berawan tetapi menyisakan pemandangan indah bulan malam hari dan beberapa bintang dapat terlihat.. di kejauhan bukit dan gunung membentuk bayangan hitam.. beberapa rumah dan perumahan di kejauhan juga membentuk cahaya kerlap-kerlip malam hari.. deskripsi-deskripsi ini hanya menunjukkan begitu aktifnya otak / kepala pada malam hari itu, seakan kesadaran masih penuh dan aktif merasakan.. tarik nafas.. hembuskan nafas.. nikmati alam sekitar.. seruput demi seruput tidak terasa pelan-pelan air jahe panas telah habis hingga tetes terakhir dan saya hanya memegang gelas kosong.. baiklah saya lebih baik turun saja dan coba berbaring lagi barangkali sekarang bisa tertidur, dan ternyata… saya sukses terjaga lagi *tepuk jidat*.. mengulangi siklus seruputan air jahe panas di balkon untuk kedua kalinya sendiri di keheningan malam.. saya sungguh tidak meyangka meditasi terbuka itu bisa mengakibatkan kepala terjaga seperti ini.. saat terakhir kali melihat jam dinding sebelum kembali memutuskan untuk ke kamar dan berbaring lagi, waktu sudah mendekati pukul 02.30 pagi.. sementara para peserta akan dibangunkan dengan bel pada pukul 04.30 tepat untuk memulai aktifitas tapa lagi dihari berikutnya.. ya sudahlah saya berbaring saja hingga terasa tidur-tidur ayam.. dan sejenak terdengar bunyi lonceng keras berdentang….. TENG… TENG… TENG.. menandakan tapa hari ke-6 sudah dimulai dan saya bangun juga dengan sedikit nuansa zombie atau kepala berat..

 

Hari H-6 dan H-7 (Realita & Personal Story)

Mungkin ada baiknya saya gabungkan saja dua hari terakhir ini karena klimaks telah terlewati. Pada hari H-6 ternyata sesi tapa berfokus pada persiapan mengakhiri pertapaan dan mempersiapkan para peserta untuk kembali ke hiruk-pikuk duniawi. Fokus setengah hari di H-6 hingga sore hari adalah mengembangkan pikiran welas asih / kelembutan cinta kasih dalam diri sehingga pikiran harmonis yang telah dilatih selama 5 hari ini tidak mudah goyah dalam kehidupan sehari-hari.. pikiran welas asih ini ditujukan ke siapa ? terutama ke diri sendiri, ke keluarga, ke sahabat, ke orang sekitar yang dikenal, ke orang sekitar yang tidak kita sukai.. terutama ke diri sendiri dilakukan dengan penekanan karena banyak yang menutup aliran keberkahan atau positif karena dalam bawah sadar tidak terlalu mencintai diri sendiri atau tidak mau berbahagia..ucapan yang dilatih berulang kali adalah “Semoga Saya Berbahagia”.. saya mendengarkan penjelasan akan hal tersebut, tetapi pada dini hari dan pagi hari pikiran saya agak melayang karena tersisa efek kurang tidur kemarin malam.. dan lagi bicara mengenai cinta kasih serta bahagia diri, saya rasanya sudah cukup terlatih, tidak sulit melakukannya dan punya trik pribadi tersendiri yang seketika dapat mengaktifkan rasa tenang berbahagia, hehehe (agak pede).. jadilah saya agak curi-curi mengistirahatkan pikiran dan badan pada saat duduk manis.. ^^”

Pada saat siang hari, pikiran sudah agak segar dan sudah bisa menganalisa lagi. Saya merasakan proses hari ke-6 ini adalah proses yang sedikit menyerupai proses self-suggestion yang kuat.. dengan ucapan berulang kali “Semoga Saya Berbahagia”, “Semoga Saya Berbahagia”, “Semoga Saya Berbahagia”.. diharapkan pikiran bahagia ini dapat masuk ke dalam bawah sadar peserta tapa dan membuat para peserta lebih fleksibel, penuh keikhlasan hati, dan ingat mengutamakan rasa bahagia selalu dalam menghadapi naik-turun atau beragam warna kehidupan.. proses pengucapan dan perasaan berulang ini kalau boleh dikatakan ingin dijadikan sebagai sebuah kebiasan alamiah, atau reflex tubuh dan pikiran.. sehingga prosesnya yang saya lihat adalah : words (kata-kata) –> habit (kebiasaan) –> character (karakter).. Bagi banyak orang atau mayoritas orang, menurut saya ini adalah hal yang baik-baik saja dan positif, karena lebih mudah dilakukan dan kalau dilakukan bermodalkan ketekunan mungkin saja bisa betul-betul merubah karakter diri, dan dengan demikian juga akan mengubah nasib hidup ke depan.. Namun saya mengenali diri sendiri dan mengetahui bahwa metode ini tidak cocok dengan saya secara pribadi.. pertama-tama saya tidak akan mengatakan kata ‘semoga’ karena kata ini membawa energi bersifat pengharapan, pengharapan akan suatu kondisi yang akan terjadi dikemudian waktu nanti.. sejak mengalami realisasi diri di negeri sakura 2010 silam, saya telah memahami dengan mendalam apa itu bahagia dan bagaimana seni hidup bahagia sejati, dan bukan saja memahami tetapi juga menyatu menjadi kebahagian itu sendiri, pengalaman ini juga telah saya tuliskan cukup panjang dalam tulisan pada tahun 2011 silam.. sehingga sekalipun memerlukan kata-kata afirmasi, maka kata-kata yang lebih tepat saya ucapkan dalam hati adalah “Saya Bahagia” atau “Yah, Saya Kebahagiaan”.. saya paham kedua kata tersebut cukup berat untuk diucapkan dengan penuh keyakinan, membawa energi ‘tanggung jawab / kredibilitas / integritas diri’ yang tinggi, dan apabila kata-kata tersebut diucapkan namun individu yang mengucapkannya belum benar-benar merasa bahagia maka akan timbul rasa denial atau penyangkalan / membohongi diri sendiri, rasa bahwa hal ini tidak tepat untuk diucapkan karena pada kenyataannya saat ini belum betul-betul bahagia.. timbulnya rasa penyangkalan diri ini berpotensi untuk menghambat menumbuhkan rasa cinta kasih diri dalam diri sendiri, dan dengan demikian maka lebih aman kepada para peserta untuk mengucapkan “Semoga Saya Berbahagia” berulang kali dengan energi rasa tanggung jawab yang lebih ringan dan bersifat pengharapan positif..

Jadi apabila dalam tapa 7 hari ini dikembangkan : words (kata-kata) –> habit (kebiasaan) –> character (karakter).. namun metode yang saya sarankan bagi para pencari kebenaran atau efek lebih permanen adalah masuk ke lapisan terdalam and meet your destiny maker : pemahaman sejati (wisdom / right thoughts) –> words –> habit –> character… hmmm… hmmm… ini tentu saja lebih mudah diucapkan daripada dilakukan, ya.. ? Iya betul lebih mudah diucapkan dan berteori, tetapi sulit untuk melakukannya.. namun apabila dilakukan dengan pencarian tanpa henti maka harta karun batin itu pasti akan ditemukan, dan apabila telah ditemukan maka segala ucapan dan tindakan akan mengalir dengan alamiah tanpa pemaksaan, tidak akan ada konflik batin antara apa yang dipikirkan dengan apa yang dirasa dengan yang dilakukan, akan akan ada perasaan emosi negatif yang harus dilawan dengan afirmasi kata-kata positif, dan tidak akan lagi dengan mudahnya terseret dalam derasnya emosi serta pikiran negatif yang berseliweran di kehidupan duniawi sehari-hari kita..

 

“Watch your thoughts, they become words;
watch your words, they become actions;
watch your actions, they become habits;
watch your habits, they become character;
watch your character, for it becomes your destiny.”

 

Pada sore hari H-6 noble silence atau pertapaan tanpa bicara telah dibuka, sehingga pada saat makan malam terakhir semua para peserta tapa terlihat begitu bahagia saling berkenalan dan bertukar cerita.. jeda waktu istirahat dirasakan menjadi sangat singkat karena begitu senangnya semua peserta tapa bertukar pikiran.. saya sendiri berbicara dengan group bapak-bapak dan beberapa membicarakan efek positif kesehatan yang telah mereka rasakan dan dapatkan..

FINAL DAY

Pada hari H-7, sesi meditasi pagi hari adalah sesi meditasi terakhir, suasananya begitu menyenangkan dan sangat mudah untuk mengembangkan rasa kebahagian dalam diri karena lingkungan yang begitu kondusif.. kami juga diberitahukan bahwa pagi hari ini akan ada bhikkhu asli, iya bhikkhu asli yang sehari-hari melakukan petapaan siang-malam dan tinggal di kuil kuno sekitar, yang akan melewati tempat tapabrata kami, dan cukup jarang hal ini bisa terjadi bertepatan dengan berakhirnya sesi tapabrata serta dianggap sebagai kebetulan yang membawa berkah.. maka beberapa yang ingin menyumbangkan sesuatu bisa mendonasikan kepada bhikkhu tersebut, bhikku tersebut menjadi sarana untuk berbuat baik.. guru meditasi pun sempat terabadikan berpapasan dengan sang bhikku..

guru meditasi dan sang bhikku

 

 

Pertapaan 7 hari sudah mendekati babak penutupannya.. sebagai penutupan siang harinya kami semua diajak ke suatu tempat petapaan yang saat ini sedang dibangun di tengah-tengah pulau Bali yang diberi nama Forest Island.. tempat seluas 2 hektar ini dikelilingi oleh jurang / lereng kecil dan dikabarkan memiliki energi geografis bumi yang sangat kuat dan sangat cocok sebagai tempat bermeditasi.. saat ini sudah beberapa rumah joglo yang dibangun dan juga ada area bermeditasi spesial yang akan saya ceritakan sesaat lagi.. saat saya keluar dari kendaraan, saya memang merasakan sesuatu / feeling yang berbeda di tempat Forest Island ini, kemudian mata saya tertuju pada suatu pohon besar dengan banyak kursi disekitarnya..inilah area spesial itu, rupa-rupanya dijelaskan pohon ini adalah pohon bodhi dan bibitnya diambil langsung berasal dari India, dari pohon bodhi yang sama saat Sang Buddha Gautama mendapatkan pencerahan ketika bermeditasi 2500 tahun silam.. kelak para peserta tapa akan bisa bermalam disini dan bebas duduk bermeditasi dibawah pohon bodhi yang sama.. membayangkannya saja tentu sudah memberikan sensasi yang berbeda bukan..😉

pohon bodhi dan tempat meditasi

 

oh ya, tidak jauh dari lokasi ini saya bertemu dengan biksu orang Barat yang juga sedang dalam pertapaan di area Forest Island ini, kesan yang diberikan semacam bertemu dengan Ajahn Brahm yang jadi pengarang buku “Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya” yang sadar dengan berbagai cerita bijaksana.. tampaknya tempat ini memang kelak akan menjadi salah satu pusat pertapaan di Bali atau Indonesia.. Sesi terakhir diisi oleh berbagi kesan oleh para peserta selama 7 hari tapa ini.. ada yang bilang 7hari ini hanyalah penderitaan / suffering, hehehe.. ada yang menyampaikan kesembuhan yang secara nyata dirasakannya.. ada yang menyampaikan perubahan cara pandang menjadi positif secara drastis dalam dirinya.. dan berbagai kesan lainnya.. dan tentu saja akhirnya tiada kesan terabadikan tanpa foto bersama bukan, hehehe..😉

foto bersama

 

Kesimpulan :

*) Bagi yang ingin merasakan dan mendalami Common Wisdom, maka saya rasa sesi tapa 7 hari ini akan bisa sangat membantu dan sangat saya anjurkan untuk ikuti, namun bagi para pencari kebenaran yang lebih tinggi rasanya kurang tepat untuk ikut di tapa paling dasar ini.. bagi saya sendiri tapabrata 7 hari ini membantu memperkuat pemahaman konsep-konsep abstrak yang telah saya lakukan / lakoni hingga saat ini, ibarat membaca manual guide setelah mengetahui praktik dilapangan yang tentunya pemahaman keseluruhan menjadi lebih utuh lagi..

*) Sesi tapa 7hari ini cocok bagi individu yang betul-betul ingin menyehatkan badan.. Bayangkan selama seminggu melakukan siklus istirahat atau tidur yang sehat (tidur cepat – bangun awal), makan vegetarian dan buah-buahan yang akan membersihkan racun-racun dalam tubuh, serta terhindar dari berbagai pikiran pekerjaan / tuntutan yang menyita pikiran, emosi, serta energi.. serta sesi meditasi rutin yang membantu menyehatkan badan..

*) Serta bagi praktisi meditasi pemula yang ingin belajar bermeditasi atau merasakan apa rasanya meditasi dengan fokus tentu saja sangat cocok, ada banyak kesempatan untuk berlatih sikap duduk – nafas – pikiran – dan tekad yang tepat, disertai lingkungan yang sangat kondusif dan membantu memperkuat tekad..

Saya sendiri sedikit lega karena merasa telah menuntaskan rasa penasaran akan rencana tapa 10hari di Kyoto yang tidak terjadi tahun 2011 lalu.. tentu saja juga ada perasaan telah melanjutkan inner journey yang sempat terhenti sejenak sejak bertahun-tahun lalu, dan jadi memiliki landasan pemahaman dan pengalaman yang lebih utuh lagi untuk meneruskan melakukan perjalanan kedepannya.. semoga kedepannya akan banyak meneruskan perjalanan batin seorang diri ini lagi..

Sekian ‘sharing santai’ nya.. semoga sharing pengalaman ini berguna bagi yang membacanya.. dan doumo arigatou atas kesediaannya membaca tulisan yang tidak begitu singkat ini.. kepada para pembaca yang berhasil menamatkan sharing ini, ditunggu dengan sangat comment & kesan pesan panjang x lebar x tinggi nya (kesan lengkap dan detil)..😉

Semoga Semua Hidup Berbahagia

Handoko Luo

Oct 2016